Dokter & Istri Mafia

Dokter & Istri Mafia
Bab 18 {Persiapan ujian kelulusan}


__ADS_3

Pagi ini hari terakhir pelajaran Tasya karena besok udah ujian kelulusan, Tasya sekarang masih menyiapkan sarapan pagi.


"Semua sudah beres, tinggal panggil kak El deh." ucap Tasya naik ke lantai dua ke kamarnya.


"Kak makanannya udah siap." kata Tasya mengambil pakaian seragam sekolahnya.


El keluar dari kamar mandi, "Kakak tunggu kamu disini." duduk di ranjang sambil memakai sepatu.


Butuh waktu sepuluh menit untuk Tasya bersiap dan El masih setia menunggu.


"Kak ayo."


...(Style Tasya)...



"Kak El pakai itu?" tanya Tasya melihat El dari atas sampai bawah. El hanya memakai baju kaos hitam sama celana panjang warna cream.


"Kenapa? lagian di sana nanti masih pakai jas putih jadi gak terlalu kelihatan." kata El.


"Gak boleh, sebentar." Tasya berlari ke arah ruang pakaian. " kakak pakai ini cepat ganti keburu telat aku." mendorong tubuh El.


Hanya butuh waktu dua menit El sudah ganti pakaian.


...(Style El)...



"Udah yang mulia, bagaimana?" tanya El.


"Hehehe ini baru Rajaku, ayo kebawah kak." kaya Tasya menarik tangan El.


El dan Tasya pergi keruang makan untuk sarapan bersama.


...***@@@***...


Di perjalanan ke sekolah Hp El berdering ada panggilan masuk karena El sedang fokus menyetir jadi Tasya yang mengangkat telponnya.


"Kak El udah berangkat belum? kalau belum aku nebeng ya soalnya mobil ku mogok."


Tasya yang mendengar suara si badut memikirkan ide jahilnya. "Sayang nanti kalau jemput aku bawain cake lagi ya?"


"Iya cuma mau cake gak ada yang lain?" tanya El mengelus kepala Tasya.


"Makasih sayang." ucap Tasya.


"Hei siapa Lo? kenapa Lo bisa sama kak El? pakai manggil sayang?"


"hiks hiks hiks." Tasya pura-pura nangis.


El yang mendengar Tasya nangis menghentikan mobilnya, "Hei sayang kenapa nangis hmmm?"

__ADS_1


"Sayang teman kamu bentak aku Hiks hiks." Tasya menyerahkan HP.


"Jangan ganggu aku jika bukan tentang pekerjaan paham." ucap El tegas.


"Dah ya jangan nangis lagi, nanti pulang sekolah kakak bawain sesuatu ya jangan nangis lagi." ucap El mencium kening Tasya.


"Rasain dasar badut siapa suruh ganggu suami gue." batin Tasya. Tasya mengangguk kecil.


...**@@@**...


Gedung Perusahaan keluarga Aldebaran



Di ruangannya Ersan masih memikirkan tentang kakak iparnya, "Siapa sebenarnya kakak ipar, kenapa saat aku cari biodata lengkapnya tidak bisa di buka?" gumam Ersan.


pintu terbuka asisten Ersan masuk, "Tuan muda tempat meeting sudah siap semua sudah berkumpul disana!" kata Azka.


Ersan berdiri dari kursinya, "Hmmm ayo." berjalan menuju ruang meeting.


...**@@@**...


waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang,


Seharusnya jam makan siang karena malas Tasya memilih tiduran di rooftop sekolahnya.


Derttttt....


"Ganggu gak?"


"Ganggu banget, orang mau tidur malah di telpon." jawab Tasya bangun dari tidurannya.


"hahaha, bukannya Lo sekolah?"


"Lo gak tahu jam istirahat? kenapa sih ganggu orang aja?"Tanya Tasya ketus.


"Santai, Lo gak ke markas?"


"Gak, ngapain ke markas? anggota Black Lion udah mandiri gak perlu diatur mereka udah cari mangsa sendiri." kata Tasya membanggakan diri sendiri.


"Hebat bener Lo, boleh tuh anggota Black Sky Lo pimpin biar mandiri."


"Enak aja lo, kenapa nelpon?" tanya Tasya.


"Ada orang yang menjebak salah satu anggota Black Sky, mereka menggunakan cara kotor."


Mendengar perkataan Varo muka Tasya berubah menjadi serius, "Cara apa yang mereka gunakan?"ucapnya dingin.


"Salah satu anggotaku di tangkap polisi atas tuduhan penganiayaan mafia lain."


"Oohh gue pikir cara apa, nanti gue telpon Dimas biar dia kasih solusi ke Lo." lanjut Tasya " udah ya, mau masuk kelas."

__ADS_1


"ok thanks ya."


Tasya mematikan ponselnya lalu berjalan turun ke ruang kelasnya. Sambil mengirim pesan ke Dimas.


To : Dimas


Cari solusi untuk mengatasi tuduhan penganiayaan di kantor polisi kalau udah ketemu telpon ke no ini 08247***** ketua black sky secepatnya


Sampai kelas Tasya duduk di kursinya, menyiapkan buku pelajaran menunggu guru datang.


...**@@@**...


El sudah tiba di luar gerbang sekolah, untuk menunggu Tasya. El melihat Tasya berlari kecil kearah mobil El.


"Kak El." sapa Tasya masuk ke mobil.


"Capek ya? nanti gak usah masak makan malam ya biar aku yang buat masakannya." kata El melajukan kendaraannya.


"Gak perlu kak, aku gak capek pasti kakak yang capek kerja?" tanya Tasya.


"Gak papa sekali-kali kakak yang buat makan malamnya." Ucap El sambil tangan kirinya menggenggam tangan Tasya.


"Terserah kakak yang penting bisa di makan." kata Tasya sambil senyum.


"Sya kakak udah daftarin kamu di kampus kakak dulu, kampusnya searah sama rumah sakit kakak." kata El masih fokus kedepan.


"Tapi aku punya syarat, aku mau kuliah tapi bawa kendaraan sendiri." kata Tasya.


"Gak kakak gak izinin kamu bawa kendaraan sendiri." jawab El tegas.


"Kalau gitu aku gak mau kuliah mending tidur dirumah, atau cari kerja aja."


El sudah menduga kalau Tasya tidak mudah dirayu, " Baiklah kakak setuju asal berangkatnya bareng sama kakak."


"hmmm, ok aku setuju." jawab Tasya.


"Mau masuk jurusan apa?" tanya El.


"Mau masuk jurusan bisnis."jawab asal Tasya.


"Boleh juga, nanti kerja di perusahaan milik Ersan." kata El.


"Ga ngapain kerja kan kakak udah kerja." jawab asal Tasya.


"Hahaha iya iya kamu hanya perlu ngabisin uang Kakak gak perlu kerja ya." ucap El mengacak-acak rambut Tasya.


Tasya hanya tersenyum, "Udah punya kerjaan ngapain mikir kerja yang perlu gue lakuin sekarang jangan sampai kak El tahu punya istri pemimpin Mafia yang tersebar di seluruh dunia." batin Tasya.


Diperjalanan pulang mereka berdua bercanda ria bahkan El yang dijuluki dokter kulkas berjalan, tapi sekarang saat bersama istri kecilnya menjadi suami yang manja.


...**@@@**...

__ADS_1


terimakasih sudah membaca jangan lupa like subscribe comments nya ya 😉🙏


__ADS_2