
Budayakan like dan subscribe ya sebelum membaca šš
Selamat membaca
...**@@@**...
Di dalam mobil.
El dan Tasya sedang perjalanan menuju rumah mereka, Tasya hanya diam saja di dalam t bahkan El yang sejak tadi bertanya tidak dijawab.
"Syaa, kenapa diam saja apa ada masalah?" tanya El khawatir.
"Hmmm, kakak bicara?" tanya Tasya yang sadar dari lamunannya.
"Ya sejak tadi aku ajak bicara, kamu gak papa kan?" tanya El lagi.
"Gak kak, capek ingin cepat tidur." kata Tasya.
Butuh waktu dua puluh menit lebih untuk sampai dirumah akhirnya sampai juga, Tasya langsung menuju ke kamarnya.
Bukannya mandi dulu langsung tiduran itulah Tasya yang sekarang, El masuk kekamar melihat istrinya yang tiduran.
"Syaa mandi dulu setelah itu makan." kata El mengusap lembut pipi Tasya, "Aw, sakit kak." kata Tasya.
"Sakit? apa yang sakit Sya?" tanya El melihat kearah Tasya.
"Pipi ku sakit, lihat bengkak kan." memperlihatkan bekas tamparan tadi.
"Kenapa bisa bengkak dan merah, Sya siapa yang nampar kamu?" tanya El berubah dingin.
Tasya yang melihat wajah suaminya menjadi datar, "Gak bukan ditampar tadi gak sengaja ada nyamuk jadi aku tampar šš." kata Tasya sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Kamu tuh ya bikin khawatir aku saja, dah mandi dulu lalu turun untuk makan aku mau bikin makan malam dulu." kata El mencium kening Tasya.
El turun ke bawah menuju ke dapur untuk masak makan malam, sampai di dapur El melihat isi kulkas apa yang bisa dia masak.
Karena Tasya lupa gak belanja kebutuhan jadi El hanya buat mie saja. Makanan sudah siap dan sudah dihidangkan di meja makan.
"Kak El."kata Tasya memeluk El dari belakang.
"Baru mau aku panggil, maaf ya cuma ada mie jadi cuma ini makan malamnya." kata El menarik kursi untuk Tasya.
"Maaf kak aku lupa belanja." ucap Tasya sedih.
"Gak papa nanti habis makan kita belanja bulanan sekalian belanja kebutuhan kamu." kata El memakan makanannya.
"Kakak mau kemana?" tanya Tasya.
"Cuci piring." kata El berdiri dari tempat duduknya.
"Biar aku aja kakak cepetan ganti pakaian lalu kita belanja." ucap Tasya pergi ke dapur.
...**@@@**...
El dan Tasya sekarang sudah berada di dalam supermarket, mereka berdua langsung mencari apa yang di butuhkan.
Mereka berdua membutuhkan waktu untuk belanja kebutuhan bulanan, setelah itu mereka menuju ke mall untuk belanja keperluan Tasya.
"Kak kita pulang aja ya?" rengekan Tasya saat didalam mall.
"Kenapa kan tadi mau beli baju sama tas kan?" tanya El bingung dengan istrinya tadi di perjalanan ingin minta ini itu sekarang malah ngajak pulang.
__ADS_1
"Aku kenapa ya, mood ku suka berubah?" batin Tasya, "Gak tahu kak mau pulang."
"Ya udah ayo pulang." El menggandeng tangan Tasya ke dalam mobil.
Di dalam mobil Tasya merasakan tubuhnya lelah dan mengantuk.
"Sya are you ok?" tanya El khawatir.
"Kak aku capek mau tidur." kata Tasya mengantuk.
"Ya udah tidur aja nanti sampai rumah aku bangunin." kata El melihat kearah Tasya yang ternyata udah tidur.
...**@@@**...
Tasya membuka matanya sambil menguap.
"Kak El mana ya?" mencari keberadaan suaminya.
"Hmmm mau es krim." gumam Tasya berjalan menuju ke dapur.
Setelah El menyelesaikan pekerjaannya dia menuju ke kamarnya untuk tidur tapi, sampai kamar dia tidak melihat istrinya di tempat tidur.
Dia mencari di seluruh ruangan lantai dua tapi tidak menemukannya, El berjalan ke arah dapur dan melihat Tasya Jongkok di depan kulkas yang terbuka sambil memakan es krim.
"Hmmm enak ya makan es krim tengah malam?" kata El di belakang Tasya dengan tatapan tajam.
"Eh kak El, kakak mau?" tanya Tasya dengan santainya menawarkan es krimnya ke arah suaminya yang seperti singa melihat mangsanya.
"Balik kamar." kata tegas El.
"Tapi aku masih mau makan es krim." kata Tasya pelan.
"Gak ini udah jam sebelas malam sya, dan kamu udah banyak makan es krim nanti kalau sakit gimana?" kata El menasihati Tasya.
El menghela nafas sebentar lalu menggendong tubuh Tasya ke dalam kamar.
"Kak El minggir aku mau makan es krim kak." Tasya mencoba mendorong tubuh El yang sedang mengunci tubuhnya.
"Besok makan lagi, tapi sekarang tidur ya udah malam besok kuliah kan."Kata El dengan lembut.
El memeluk Tasya dan tidur bersama, "Mimpi indah sayang." bisik El mencium kening Tasya.
...**@@@**...
(Satu bulan kemudian)
Pagi ini seperti biasanya Tasya masih tidur entah kenapa sudah satu Minggu ini dia malas melakukan apapun bahkan mood nya mudah berubah kadang nangis kadang marah.
El yang sudah selesai menyiapkan sarapan berjalan menuju kamarnya untuk membangunkan istrinya yang masih tidur.
"Sya bangun, berangkat kuliah gak?" El mengusap lembut pipi Tasya.
"Kak izin sehari ya gak berangkat." kata Tasya masih menutup mata.
"Kenapa gak masuk? " El memeriksa keadaan Tasya biasanya dia gak pernah izin.
"Lemes kak, ngantuk.... kakak kerja gak hari ini?" tanya Tasya.
"Nanti malam aku masuknya, yakin mau izin gak masuk?" tanya El memastikan Tasya.
"Iya kak El disini saja temenin aku tidur." Tasya menarik tangan El.
__ADS_1
"Gak baik loh tidur pagi, mending sekarang mandi lalu sarapan ya." kata El.
"Mandi bareng ya."
El yang mendengar permintaan Tasya senang karena istrinya sudah seminggu ini manja banget.
El dan Tasya mandi bersama, setelah lima belas menit mereka keluar dari kamar mandi.
El menggandeng tangan Tasya menuju meja makan untu sarapan.
"Kenapa gak di makan Sya?" El melihat istrinya hanya melihat makanannya saja.
"Kak mau makan rujak." Tasya melihat kearah El dengan wajah meminta.
"Gak, sekarang cepat habiskan makanannya." Ucap El tegas.
Tasya yang mendengar jawaban El cemberut dan hanya memakan sarapannya sedikit lalu pergi ke kamar.
Karena El masuk kerjanya malam seharian ini dia dibuat bingung dengan istrinya yang minta ini itu, El bersiap untuk berangkat kerja sebenarnya El menggantikan shift temannya yang sedang ada urusan.
Tasya bangun dari tidurnya karena melihat El yang sudah berpakaian rapi, "kak El gak boleh pergi." Tasya memeluk tubuh El dari belakang.
"Sya kakak harus ke rumah sakit, kamu dirumah aja ya." El membujuk Tasya seperti anak kecil.
"Aaaaaa! Gak mau kak El harus dirumah sama aku." Tasya menghentakkan kakinya seperti anak kecil.
El memeluk tubuh Tasya, tapi segera melepas pelukannya karena merasa tubuh Tasya panas, segera menggendong tubuh Tasya dan menaruh di tempat tidur.
El menyentuh kening Tasya dengan tangannya, "Sebentar kakak ambil peralatan kakak." El berjalan ke ruang kerjanya.
Saat kembali ke kamar El tidak melihat keberadaan istrinya, "Sya kamu dimana Sya?"
Tasya keluar dari kamar mandi, El yang melihat wajah istrinya pucat langsung mengangkat tubuhnya ala bridal style.
"Kak pusing, lemas." ucap Tasya dengan pelan.
El memeriksa tubuh Tasya dengan teliti, "Sya kita ke rumah sakit aja ya?"
Tasya menggeleng pelan, "Aku ngantuk kak." Tasya memejamkan matanya karena merasa ngantuk.
Karena keadaan Tasya yang tiba-tiba sakit, El tidak jadi berangkat kerja karena istrinya tidak mau dibawa ke rumah sakit El memilih merawatnya sendiri.
Malam hari Tasya bangun dari tidur karena merasa perutnya seperti diaduk Tasya berlari ke dalam kamar mandi.
"Hoeeekk hoeeekk, kak El hoeekk." Tasya hanya memuntahkan cairan bening.
El yang mendengar suara orang muntah, langsung berjalan mengetuk pintu kamar mandi.
"Sya kamu di dalam?" El yang tidak mendengar jawaban Tasya langsung membuka pintunya karena tidak dikunci.
"Kak mual banget." kata Tasya yang sudah ada di pelukan El.
Tasya kembali merasakan mual tapi dia tahan karena hanya cairan putih saja yang keluar.
El khawatir dengan keadaan Tasya tanpa aba-aba El langsung mengangkat tubuh Tasya dan membawanya ke tempat tidur.
El bingung dengan keadaan istrinya, "Sya Kita kerumah sakit ya? kakak takut kamu kenapa-napa?" tanya El yang berjongkok di depan Tasya.
Tiba-tiba Tasya pingsan, El langsung mengangkat tubuh Tasya ke dalam mobil untuk membawa kerumah sakit.
Di perjalanan El menelpon temannya yang spesialis kandungan untuk menyiapkan ruangan, karena El merasa ada yang aneh dengan sifat istrinya yang tiba-tiba berubah.
__ADS_1
{Terimakasih kasih sudah membaca jangan lupa like dan subscribenya}ššš