
Tiba dirumah sakit Tasya langsung di periksa oleh dokter spesialis kandungan, waktu pemeriksaan El terus berada di samping Tasya.
Tasya membuka matanya dan melihat kalau ini bukan di kamarnya.
"Anda sudah bangun, bagaimana keadaan anda apa masih pusing atau mual?" tanya dokter wanita.
"Sedikit pusing dok." jawabku.
Dokter itu hanya tersenyum, "Selamat ya Dokter El istri anda hamil, sekarang usia kehamilannya memasuki lima Minggu."
"Dokter gak bercanda kan dok, kak ini bohong kan?" tanya Tasya melihat kearah El.
"Sya terimakasih." kata El memeluk Tasya.
El yang tahu istrinya hamil sangat senang bahkan sampai meneteskan air matanya, berbeda dengan Tasya yang terkejut dengan kabar kehamilannya yang ada dipikirannya bagaimana dengan kuliahnya dan juga sebagai pemimpin Mafia.
Sekarang Tasya sudah berada didalam mobil sebenarnya dokter menyarankan untuk dirawat tapi Tasya tidak mau dan memilih untuk pulang.
Tasya melihat kearah suaminya yang sedang bahagia karena kabar ini, "Bagaimana ini apa gue harus menerima semua ini, lalu bagaimana jika ada masalah dengan Black Lion pasti tidak boleh keluar rumah." batin Tasya.
El melihat kearah Tasya yang sejak tadi melihat ke luar jendela, "Sya kamu gak papa kan?" tanya El.
"Hmm gak kak, cuma ngantuk aja." kata Tasya berbohong pura-pura menguap.
"Ya udah tidur aja dulu, nanti sampai rumah kakak bangunin."El mengusap lembut rambut Tasya.
Tasya tertidur pulas padahal tadi hanya pura-pura malah beneran tidur, karena El tidak tega membangunkan istrinya sampai rumah El menggendong Tasya ala bridal style menuju kamarnya.
"Tidur yang nyenyak ya sayang." bisik El mencium kening Tasya.
...**@@@**...
Tadi malam El sempat memberi kabar bahagia ini kepada mama Tasya, mereka sangat senang dengan kabar akan mendapatkan cucu.
"Pa mama tidak sabar di panggil nenek." kata mama sangat senang.
"Iya ma papa juga tidak sabar nanti akan ada yang berlarian ke rumah kita sambil manggil kakek nenek." Jawab papa.
Chelsy yang baru datang dari kamarnya untuk sarapan bingung dengan pembicaraan kedua orang tuanya, "Pa ma kalian kenapa sih, dari tadi Chelsy lihat kalian bahagia banget?"
"O iya mama lupa bilang sama kamu sayang, tadi malam El telpon dia bilang Tasya hamil." ucap mama dengan senyumnya.
"Kakak hamil yang benar ma, jadi nanti aku di panggil Tante." kata Tasya dengan senang.
"Iya sayang, besok kita kerumah kakak ya sekalian mama mau buatin makanan kesukaannya pasti sekarang kakak kamu gak bisa makan sembarangan." kata mama melihat kearah Chelsy.
Mereka melanjutkan sarapannya dengan perasaan yang bahagia.
...**@@@**...
Keluarga El sekarang sedang sarapan bersama, biasanya Ersan tidak pernah mau sarapan pagi entah kenapa hari ini ikut sarapan.
Saat tengah menikmati sarapannya ponsel Ersan berbunyi, "kakak tumben nelpon kenapa ya?" gumam Ersan.
"Hallo kak, kenapa kak?" tanya Ersan.
__ADS_1
"Papi sama mami masih dirumah kan?"
"Iya kak, kita sedang sarapan bersama?"
"Kamu loud speaker ya kakak mau bicara sama papi mami ."
"Udah kak." kata Ersan membesar suara ponselnya.
"Pa ma El punya kabar gembira dan akan membuat kalian senang dan kamu juga San."
"Kabar apa El jangan bikin kita penasaran?" kata papi El.
"Pa ma sebentar lagi kalian punya cucu , Tasya sekarang sedang mengandung."
"El kamu gak bohong kan?" tanya mama tidak percaya.
"Iya ma El gak bohong, sebentar biar Tasya yang ngomong."
"Hallo Pi mi?"
"Hallo sayang bagaimana keadaan kamu? El gak bikin kamu nangis kan?"
"Aku baik mi kak El juga selalu menuruti permintaan aku mi."
"Syukurlah kalau El gak bikin kamu nangis, Sayang apa benar yang dibilang El tadi kalau kamu sekarang sedang mengandung?"
"Iya mi sekarang kandungan ku berusia dua Minggu mi ."
"Kami senang kamu hamil sayang jaga kesehatan ya besok mami akan kerumah kalian, sayang berikan Telponnya pada El mami mau bicara."
"El kamu seorang dokter jadi tahu mana yang baik untuk ibu hamil, dan juga karena baru trimester pertama kamu harus menjaga pola makan istri kamu mama gak mau menantu dan cucu mama kenapa-napa." kata mama tegas.
"Iya ma El tahu, El akan meminta bantuan kepada dokter Sarah yang menangani istri El tadi ."
"Baiklah besok kami akan kerumah kalian." kata mama menutup panggilannya.
...**@@@**...
El melihat kearah istrinya yang sedang istirahat karena tadi sempat mual El melarang Tasya untuk berangkat kuliah dan menggunakan masa cutinya.
"Kak, ada apa?" tanya Tasya karena El sejak tadi melihat kearahnya.
"Gak, kamu gak mau makan apa gitu pasti sekarang laper kan karena sarapan tadi dimuntahkan?" tanya El.
Tasya menggelengkan kepalanya karena takut muntah lagi kalau makan.
El beranjak berdiri tapi tangannya di tahan Tasya, "kakak mau kemana, jangan pergi."
"Kakak cuma mau mandi sayang kan belum mandi." kata El.
"Gak boleh mandi Kakak disini aja." Tasya merengek minta ditemenin.
"Tapi nanti bau keringat gimana?" tanya El menciumi badannya.
"Gak boleh aku suka bau kakak." kata Tasya mendudukkan dirinya.
__ADS_1
El menghela nafas El tahu kalau permintaan orang hamil itu aneh tapi masak sih gak boleh mandi, "Ya udah sekarang tidur lagi ya kakak gak jadi mandi."
Tasya menggeleng tidak mau tidur.
"Kalau gak mau tidur maunya apa?" tanya El.
"Mau makan cake tapi bentuknya harus hewan." kata Tasya.
"Ok kakak belikan, kakak pergi dulu tapi kamu harus dirumah jangan keluar ya?" kata El mencium kening Tasya.
"Kenapa?" tanya El saat tangannya di tahan Tasya.
"Aku ikut." kata Tasya dengan bibir cemberut.
"Nanti kalau kamu capek gimana?" tanya El khawatir.
"Tapi aku maunya dimakan ditempat boleh ya kak?" dengan wajah yang dibuat imut.
"Baiklah sekarang ganti pakaian kakak tunggu." ucap El pasrah.
Tasya berganti pakaian hanya butuh waktu dua menit aja, "Udah kak ayo." Tasya menarik tangan El.
...(Style Tasya)...
El dan Tasya sekarang sudah berada di dalam mobil diperjalanan El terus memegang tangan Tasya dan menciumnya.
"Kak nanti aku mau yang banyak cake nya." kata Tasya sambil senyum.
"Tapi jangan banyak-banyak ya nanti malah sakit perut gimana?" kata El.
"Gak akan sakit perut kak." ucap Tasya membantah.
Mereka turun dari mobil untuk masuk kedalam tempat cake yang di maksud Tasya, El mencari tempat duduk yang kosong dan menemukan dekat jendela.
El memesan cake nya, sambil menunggu El terus memandang wajah Tasya, "Sya kamu kenapa bisa cantik begini sih?" gumam El.
Tasya yang tidak menghiraukan ucapan El dia hanya tidak sabar menantikan kedatangan pesanannya.
"Ini pesanannya selamat menikmati." kata pelayan itu.
"Waah lucu banget." ucap Tasya.
...(contoh pesanannya)...
"Kakak mau gak?" tanya Tasya yang sudah memakannya.
"Kamu aja dulu yang makan nanti kalau gak habis kakak yang makan." sambil mengusap lembut pipi Tasya.
El senang melihat Tasya yang sedang makan dengan lahapnya.
...**@@@**...
__ADS_1
jangan lupa like subscribe comments nya ya jangan cuma baca aja ššš