Dokter & Istri Mafia

Dokter & Istri Mafia
Bab 11 {kedatangan adikku}


__ADS_3

Karena semalam pulangnya larut pagi ini Tasya bangun kesiangan jadi hanya bisa buat sarapan seadanya untung saja kak El jam malam.


"pagi Bocil ku?" sapa El memelukku dari belakang.


"kak jangan ganggu." kataku sambil melepaskan pelukannya.


El berjalan ke meja makan dengan wajah ditekuk, seperti anak kecil yang habis dimarahi ortunya.


Aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah lakunya, "Maaf ya kak hanya ini sarapannya soalnya tadi kesiangan bangunannya." kataku menaruh makanannya.


"Gak papa yang penting bisa makan masakan kamu." kata El mengusap lembut rambut ku."Nanti jadi ke rumah mama kan?"


Aku hanya mengangguk karena sedang mengunyah makanan.


"Nanti kabarin kalau udah jam pulang."


"Siap bos." kataku memberi hormat.


"Biar aku aja yang membereskan kamu ganti baju aja." kata El melihat aku berdiri.


"Makasih kak aku ke kamar dulu." berlari ke kamar karena udah jam tujuh kurang.


Tapi saat Tasya selesai mandi ingin ganti baju ada panggilan dari hp kak El. Karena di kontak Tertera nama dari dokter Rosa Tasya mengangkat panggilannya tanpa menjawab.


"kak El nanti malam berangkat bareng ya soalnya Sesil berangkat pagi jadi aku gak berani berangkat sendiri."


"Boleh ya kak, cuma malam nanti aja kok."


"Hei badut berani banget Lo ngomong begitu ke suami gue." kataku menahan amarah.


"Suami ?kak El kan belum nikah, Lo siapa kenapa bukan kak El yang angkat telponnya."


"Gue istrinya kenapa, mulai sekarang jangan telpon suami gue lagi." kataku menekan kata suami.


Habis menerima telepon dari Rosa Tasya langsung tidak bicara sama El bahkan di perjalanan ke sekolah Tasya hanya diam saja dan membuat El bingung.


"Sya kenapa diam saja apa aku buat masalah?" Tanya El yang sejak tadi tidak direspon oleh istrinya.


"Nanti kabarin ya sebelum jam pulang!"


"Hmmm." hanya berdehem lalu keluar mobil menuju ke ruang kelasnya.


šŸ’žšŸ’žšŸ’žšŸ’žšŸ’žšŸ’žšŸ’ž


El langsung berangkat setelah mendapat pesan dari istrinya. Di rumah sampai sekarang El masih memikirkan apa kesalahannya yang membuat istrinya diam seribu bahasa.


Setelah bel berbunyi Tasya menunggu di luar gerbang saat menunggu El ada panggilan dari wakil black lion.

__ADS_1


"Kenapa." tanyaku to the poin.


"Queen ada surat dari Black Sky mereka bilang tiga hari lagi ketua dan wakil beserta sepuluh orang anggotanya akan ke markas kita queen."


"Sambut mereka dengan baik nanti gue transfer uangnya untuk menyambut mereka, kalau tidak sibuk gue akan menemui mereka langsung."


"Baik queen."


Tasya mematikan panggilannya setelah melihat mobil El, karena masih marah di perjalanan sampai rumah mereka berdua diam tanpa berbicara sedikit pun.


"Mama aku kangen sama mama." kataku langsung memeluk mama.


"Dasar kamu ini udah punya suami masih seperti anak kecil."


"Udah didalam aja ngobrolnya, ayo El masuk!" kata papa masuk ke dalam rumah diikuti El mama dan Tasya.


"Kalian tunggu di sini Chelsy baru siap-siap, mama buatin minum dulu ya."


"Biar aku aja ya ma?" kataku berlari menuju ke arah dapur.


Tasya membuat minuman jus jeruk dan menyiapkan camilan yang tadi Bali di perjalanan.


"El Tasya gak bikin susah kamu kan?" tanya mama memastikan ke menantunya.


"Gak kok ma tenang aja Tasya anaknya penurut." kata El berbohong padahal Bocilnya sekarang lagi mode diam.


Setelah selesai Tasya menyajikan minumannya ke meja tamu, lalu mempersilahkan semua untuk menikmatinya. Tasya ingin mengambil barangnya yang ketinggalan di kamarnya dan untuk menemui adiknya yang sedang bersiap-siap.


"Kak masuk aja gak dikunci pintunya." kata Chelsy masih duduk di kursi rias.


"Belum siap ya?" tanyaku setelah dipersilahkan masuk.


"Udah kok kak tinggal berangkat."


"Ya udah yok turun."


Di ruang tamu El masih asyik berbincang dengan ortunya Tasya, sampai tidak menyadari keberadaan Tasya dan Chelsy.


Derttt.... Derttttt


"Sebentar ya ma, pa." kata El mengangkat telponnya,"Halo San?" sapa El.


"kakak dimana kok dirumah sepi?"


"Di rumah Tasya kenapa San?" tanya El.


"Kangen sama kakak ipar cepat pulang kak aku udah dirumah kakak nih."

__ADS_1


"Ya sebentar." kata El menutup panggilannya, "Ma , pa kita pamit ya soalnya Ersan kangen kakak ipar katanya."


"Ya udah hati-hati dijalan." kata papa


"Bawa mobilnya jangan kebut-kebutan El" ucap mama.


"Iya ma,pa." setelah berpamitan El melajukan mobilnya ke rumahnya.


Diperjalanan Tasya masih cuek ke El, dan malah asyik berbincang dengan Chelsy.


Sampai rumah Ersan sedang nonton TV di ruang tamu, karena kita sampai rumah sudah waktunya makan malam setelah bersih-bersih badan Tasya langsung menuju ke dapur untuk membuat makan malam, Chelsy sempat menawarkan bantuan tapi Tasya tolak biar adiknya menemani El dan adik iparnya saja.


"Kak El makanannya udah siap ajak adik-adik nya makan sekarang." teriakku dari meja makan.


"Pesta makan besar nih." kata Ersan.



"Untuk merayakan kedatangan kalian kemari." kataku.


"Ayo kita makan." kata El.


"Selamat makan." kata Chelsy.


Mereka berempat menikmati makanannya dengan senang sambil bercerita, Tasya melupakan dulu masalah tadi pagi agar bisa menikmati pesta makan yang dia siapkan.


Setelah makan malam mereka bertiga bermain dulu di ruang tamu sedangkan El bersiap untuk ke rumah sakit.


"Kakak mau kerja?" tanya Chelsy.


"Iyaa, kakak titip istri kakak ya! Ersan jaga kakak ipar dan adiknya awas aja kalau mereka kenapa-napa kamu yang kakak minta tanggung jawab."


"Iyaa dah sana pergi."kata Ersan mengusir El.


Tasya mengantar El keluar.


"Aku berangkat dulu jangan malem-malem tidurnya besok sekolah nanti suruh sopir yang nganterin kalau gak Ersan yang nganter." kata El Sambil mengacak-acak rambutku.


"Dasar dokter cerewet." gumamku yang masih di dengar El dan langsung mencium keningku dan berbisik di telinga ku, "Maaf istriku."


"Selamat malam bocilku langsung masuk ke rumah tidur." teriak El masuk ke mobil.


Diperjalanan El masih memikirkan cara agar istrinya mau bicara lagi dengannya, "Apa aku kasih hadiah sebagai permintaan maaf dan tanya soal apa salahku." gumam El.


Setelah menyuruh adik-adiknya tidur, Tasya juga kekamar nya untuk tidur tapi tidak bisa tidur karena kepikiran soal El menciumnya tadi.


"Sya tidur besok bangun pagi untuk buat sarapan." gumam Tasya menyetel alarm agar tidak kesiangan bangunnya.

__ADS_1


Maaf jika penggunaan bahasanya campuran soalnya baru belajar.


Terimakasih jangan lupa setelah membaca like comments subscribe dan hadiahnya.


__ADS_2