Dokter & Istri Mafia

Dokter & Istri Mafia
Bab 16 {Unboxing}


__ADS_3

(Pastikan like dan subscribe dulu ya sebelum membaca)


Rumah El


Ersan tiba di rumah El langsung masuk kedalam rumah, Ersan melihat keadaan kakaknya yang melamun di sofa.


"Kak?" panggil Ersan pelan.


"Eh, San kamu sudah datang duduk dulu aku buatkan minum." kata El berdiri mempersilahkan adiknya untuk duduk.


"Tidak perlu kak, apa kakak ipar ngasih kabar ke kakak?" tanya El mengeluarkan laptopnya.


"Tadi barusan nelpon dia bilang gak usah nunggu katanya ada kerjaan yang harus diselesaikan." kata El.


"Coba aku lacak ya kak?" tanya Ersan meminta persetujuan.


El hanya mengangguk sebagai jawaban.


Ersan mulai membuka laptopnya untuk mencari keberadaan kakak iparnya.


"Aneh kenapa tidak bisa dibuka." gumam Ersan.


"Kenapa San apa sudah ketemu?" tanya El.


"Maaf kak aku tidak bisa menemukan keberadaan kakak ipar ada yang menyembunyikan lokasi kakak ipar sekarang." kata Ersan. "Aneh siapa yang menyebarkan virus tadi dia bukan orang biasa" gumam Ersan.


"Sudahlah San, kamu nginep disini saja ya. Aku mau nunggu Tasya siapa tahu suruh jemput nanti." kata El.


"Aku temani kakak ya." El merapikan laptopnya.


Mereka berdua bergadang nonton TV untuk menunggu Tasya pulang kerumah.


@@@@@@@@


Di markas


Tasya yang baru keluar dari ruang kerjanya, melihat keadaan anggotanya yang menginap di markas.


"Malam Queen." sambut mereka semua.


"ada yang tahu balap motor dekat sini?" tanya Tasya ke anggotanya.


Tasya berjalan ke arah sofa untuk duduk.

__ADS_1


Mereka mulai mencari informasi untuk queen mereka bahkan ada yang menelpon teman-temannya.


"Queen kata teman saya ada tapi sedikit jauh tempatnya, bagaimana queen?" tanya salah satu anggota Tasya.


"Kita kesana siapa yang mau ikut, kumpul di depan gue ambil motor dulu" kata Tasya berjalan ke garasi.



Tasya menjalankan motornya ke halaman depan markas, disana sudah ada anggota yang mau ikut balapan.


"Dito berapa orang yang ikut?" tanya Tasya melihat semua anggotanya berkumpul.


"Semua queen mereka ingin melihat queen balapan." kata Dito.


"Jangan semua ikut, sebagian harus jaga markas." teriak Tasya.


" Baik Queen." jawab mereka semua.


Tasya melajukan motornya menuju tempat balap dikawal sebagian anggotanya dibelakang.


Sampainya di tempat sirkuit Tasya langsung menuju ke garis start karena dia datang tepat saat balap mau dimulai.


Rumah El


Derttttt.... Derttttt


El yang tidur terkejut karena suara panggilan dari hpnya. El melihat siapa yang menelpon saat melihat nomor nya dari rumah sakit miliknya.


"Dengan keluarga pasien yang bernama Tasya bisa tolong datang ke rumah sakit AL."


"Baik saya kesana sekarang." kata El membangunkan adiknya. "San antar kakak kerumah sakit AL Tasya disana sekarang."


El dan Ersan menuju mobil, Ersan melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit AL. Sampainya dirumah sakit El menanyakan keberadaan Tasya ke perawat, Setelah tahu ruangan mereka berdua berlari menuju ke ruangan Tasya.


Pintu terbuka menampakkan Tasya yang sedang di periksa teman dokter El.


"Dokter El selamat malam." sapa dokter paruh baya itu.


"Malam juga dokter Aryo bagaimana keadaan istri saya?" tanya El.


"Tenang saja istri anda hanya hanya mengalami luka luar saja untung saja terjatuhnya tidak terlalu parah, kalau begitu saya pamit ya dok permisi." kata dokter Aryo keluar ruangan.


"Kak aku bayar administrasi dulu." kata Ersan.

__ADS_1


El melihat keadaan istrinya yang sedang berbaring di ranjang pasien, banyak pertanyaan yang ingin diajukan El tapi dia tahan dulu melihat Tasya yang tidak mempedulikan kehadirannya.


"Aku ingin pulang sekarang." kata Tasya menatap kearah El.


El menggendong tubuh Tasya ala bridal style menuju mobil, Ersan membuka pintu mobilnya untuk kakak iparnya. Setelah mereka berdua masuk kedalam Ersan menaiki motor Tasya mengikuti mobil yang dikendarai El.


"Sya darimana saja kamu?" tanya El dengan muka datar.


"Dari sirkuit." jawab Tasya santai.


El yang mendengar jawaban Tasya masih menahan amarahnya. Sampainya dirumah sudah pukul empat Ersan pamit pulang ke rumah. Tasya berjalan ke kamarnya El mengikuti di belakang.


"Sya, dari mana kamu dapat motor itu?" tanya El menahan tangan Tasya.


Tasya yang sudah merasa ngantuk memilih diam saja.


"Sya jawab pertanyaan ku." kata El meminta penjelasan.


"Gue mau tidur besok pagi gue jawab." kata Tasya mencoba melepaskan tangannya dari genggaman El.


El yang emosinya sudah tidak bisa ditahan karena jika istrinya dibiarkan saja akan semakin melawan," Tasya kamu berani bicara sama saya dengan kata gue, dari mana kamu dapat motor itu?" tanya El dengan nada tinggi.


El terus maju ke depan Tasya melangkah mundur takut alhasil tubuh Tasya terjatuh di kasur, El mengunci tubuh Tasya,"Aku ulangi sekali lagi dari mana motor itu?"


"Dari ha-ha-hadiah balap motor." kata Tasya takut melihat keadaan El yang marah.


El yang mendengar jawaban Tasya langsung hilang akal, "Kamu berani balap motor."


"Emang kenapa itu bukan urusan Lo, minggir gue mau mandi." kata Tasya mencoba keluar dari tindihan tubuh El.


El mencium paksa bibir Tasya, El sudah kehilangan akal dia membuka baju Tasya dan terlihat pakaian dalam Tasya. El terus menyerangnya Tasya hanya bisa menangis dan meminta maaf tapi El sudah kehilangan akal.


"Ini adalah hukuman untuk kamu." bisik El ditelinga Tasya dengan suara serak.


"Hiks... hiks maafin aku kak hiks....hiks." kata Tasya yang terus memberontak tapi tubuh El terlalu kuat untuk dirinya.


"Maafin aku Sya aku tidak mau kamu melakukan hal seperti ini lagi, malam ini kamu sudah jadi milikku seutuhnya." batin El memulai aksinya.


El mulai menelusuri bagian tubuh Tasya yang sudah tidak tertutup lagi memberikan banyak tanda ditubuhnya, Tasya yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa pasrah karena dirinya yang salah karena sudah membohongi El. Setelah menelusuri semua tubuh Tasya El memulai aksinya dengan brutal karena mengingat dirinya yang tidak bisa melindungi istrinya.


(Hanya mereka yang tahu apa yang terjadi setelah itu 😉😉.)


(jangan lupa like, subscribe, comments, dan hadiahnya ya☺️☺️☺️☺️)

__ADS_1


__ADS_2