Dokter & Istri Mafia

Dokter & Istri Mafia
Bab 23 {Kebenaran}


__ADS_3

Malam ini entah pakai cara apa harus bisa pergi ke markas, yang sejak tadi dipikirkan oleh Tasya. "Kak nanti pulang jam berapa?"tanya Tasya sambil memainkan makanan didepannya.


"Sya di makan bukan di aduk kayak gitu, kakak suapin ya?" kata El mengambil piring sarapan Tasya.


"Gak mau kak pasti nanti mual, aku mau buah aja." ucap Tasya langsung mengambil buah yang sudah disiapkan.


Tapi saat mau di makan, "kak El balikan, aku mau makan buah." rengek Tasya meminta apel yang diambil El.


"Gak makan nasi dulu, aaaa?" lanjut El menyuruh Tasya buka mulut.


Tasya menerima suapan El hanya beberapa suap aja, "udah kak."


"Sya baru tiga suap, satu kali lagi ya." ucap El melihat kearah Tasya yang menutup mulutnya.


"Kak aku bawa mobil sendiri ya?" tanya Tasya.


"Gak aku antar, kamu sedang hamil dan aku gak mau kamu dan anak kita kenapa-napa." kata El memakan sarapan Tasya tadi.


.


Tasya hanya diam saja di dalam mobil, El yang ingin mencairkan suasana mencoba berbicara dengan Tasya.


"Sya nanti kakak jemput ya?" kata El melihat sebentar kearah istrinya.


Tasya menutup pintu mobil dengan keras setelah sampai di kampus, El hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Kalian sudah cari caranya kan?" tanya Tasya kepada dua makhluk yang mengikutinya.


"Tenang saja queen, kita sudah punya rencana ya kan?" kata Dio meminta pendapat ke Ryan.


"Ya queen, mobil queen juga sudah siap nanti pulang kuliah bisa langsung berangkat." ucap Ryan.


Mereka bertiga berpisah jalan menuju ruangannya masing-masing.


.


Tepat pukul satu siang Tasya keluar dari ruang kelasnya, Ryan dan Dio sudah menunggu di depan gerbang tempat kuliahnya.


Tasya menghampiri kedua makhluk hidup itu, "Mana kuncinya?" tanya Tasya.


Dio memberikan kunci kendaraan yang akan dipakai queen, "Kami akan mengawal dari belakang.


Tasya masuk ke mobilnya menuju tempat markas, di dalam mobil hp nya berdering ada panggilan masuk.


"Hallo kak, kenapa?"


"Sayang maaf ya aku gak bisa jemput kamu, nanti naik taksi aja ya. o iya nanti gak usah nunggu aku pulang ya soalnya ada banyak pasien jadi aku gak tahu pulangnya kapan?"


Tasya hanya berdehem saja entah kenapa dia malas bicara dengan suaminya.


"Nanti sampai rumah langsung makan diminum vitamin nya ya."


Tasya langsung menutup panggilannya tanpa menjawab perintah suaminya.


.

__ADS_1


El menghela nafas panjang karena sikap istrinya yang berubah-ubah, "Pasti lagi bad mood, maaf ya sayang aku pasti akan menyelesaikan pekerjaan ini dengan cepat." gumam El menyimpan HP nya di laci meja.


El menuju ruang operasi yang akan dilakukannya, meski El direktur utamanya tapi dia juga seorang dokter Bedah.


.


Tasya dan kedua anggotanya sudah tiba di markas besar nya, Tasya masuk kedalam diikuti Ryan dan Dio semua anggotanya sudah berkumpul di ruangan khusus perkumpulan yang ada didalam markas.


"SELAMAT DATANG QUEEN." teriak mereka semua menunduk memberi hormat kepada pemimpinnya.


Tasya mengangkat tangan kanannya menyuruh mereka semua untuk duduk kembali.


"Terimakasih sudah datang untuk berkumpul bersama, dan saya juga minta maaf karena sudah lama tidak datang ke markas meskipun jarang ke markas kalian tetap menjalankan semua tugasnya dengan sempurna terima kasih, BLACK LION." kata Tasya meneriakkan kata terakhir.


"MENJADI LEBIH BAIK." jawab mereka semua.


"Tujuan saya mengumpulkan kalian semua yaitu, yang pertama tentang saya sendiri yang kalian pasti bertanya-tanya kenapa selama lebih dari tiga bulan ini saya jarang datang atau bahkan menghubungi wakil ketua kalian ada dua alasan yaitu pernikahan saya." ucapan Tasya membuat semua anggotanya tidak percaya dengan perkataannya.


"pernikahan?"


"kapan queen menikah?"


"Lo tahu pernikahan queen?"


"Gak, gue pikir lo yang tahu?"


"gue tahu." kata Dio.


"Iya gue juga tahu." kata Ryan.


" Kemarin waktu di kampus." ucap Ryan.


Tasya mengangkat tangan kirinya untuk menyuruh mereka semua untuk diam, "Bisa saya lanjutkan, saya menikah sudah hampir tujuh bulan yang lalu dan nama pasangan saya Elfatir Aldebaran direktur utama dari rumah sakit AL dan dia juga seorang dokter."


"Dia tidak tahu tentang Black Lion karena aku merahasiakan identitas saya dari dirinya, mungkin saya akan memberitahukan tentang Black Lion setelah anak kita lahir yang saat ini baru berusia lima bulan, mungkin anak ini akan menjadi pemimpin kalian selanjutnya." ucap Tasya sambil senyum menatap kearah seluruh anggotanya.


Seluruh anggota terdiam sejenak untuk mencerna ucapan queen nya tapi setelah itu mereka bersorak kegirangan.


"Selamat queen."


"Waaahhh."


"Queen selamat."


"Queen."


"Huaaa selamat queen." teriak Dimas.


Tasya tertawa melihat tingkah laku semua anggotanya, "Hahaha sudah terima kasih ucapan selamat nya ya." ucap Tasya sambil tersenyum.


Seketika raut wajah Tasya berubah menjadi serius, melihat wajah queen yang berubah semua anggota langsung diam mereka tahu jika queen serius pasti ada hal yang membuatnya tidak suka.


"Tujuan yang kedua saya mengumpulkan kalian yaitu membahas tentang anggota Black Sky yang diserang dan hampir setengah anggotanya menjadi korban, termasuk ketua mereka yang sekarang sudah lewat masa kritisnya. Untuk membantu mereka karena bisa saja ada penyerangan kedua saya ingin mengirim sebagian anggota kita dan tenang saja saya yakin kalian bisa melakukan tugas ini. Bagaimana menurut kalian setuju atau tidak?"


semua langsung bersuara "SETUJU"

__ADS_1


"Baiklah karena kalian setuju, untuk seluruh wakil ketua tim termasuk gudang senjata dan hacker berkumpul di ruang kerja.."


"BAIK QUEEN." ucap para wakil ketua.


"Untuk kalian semua silahkan menikmati hidangan yang disajikan sepuasnya terimakasih." ucap Tasya turun dari tempat yang disiapkan.


"TERIMAKASIH QUEEN." kata mereka semua sambil bertepuk tangan.


Tasya menuju ruang kerjanya diikuti enam orang pilihannya.


"Duduklah." kata Tasya setelah dirinya duduk di kursi kebesarannya.


"Kita akan membahas berapa orang yang akan dikirim, senjata yang digunakan mereka, biaya mereka selama disana, dan keselamatan mereka selama menjalankan tugasnya." menatap tajam kearah depan orang pilihannya.


"Queen berapa orang perwakilan setiap tim." tanya Niko dari tim barat.


"kita tidak bisa mengirim banyak anggota karena mereka berada di luar negeri, karena bisa saja kita terkena masalah di tengah perjalanan." kata Tasya melihat kearah luar jendela.


"Apa yang harus kita lakukan queen, tidak mungkin kita hanya mengirim sedikit anggota sedangkan kita tidak tahu kekuatan lawan kita bisa jadi mereka lebih kuat dari kita buktinya ketua Black Sky terluka parah?" kata Dimas dari tim timur.


"Benar juga queen meski kita mengunakan senjata yang lengkap, jika lawan kita lebih ahli bela dirinya kita akan tetap kalah." kata Zein dari persenjataan.


"Kita hanya perlu mengirim masing-masing perwakilan tim sepuluh orang." kata Tasya dengan senyum liciknya.


"Sepuluh orang, queen yakin itu berarti lima empat puluh orang saja?" kata Dio dari tim Utara.


Seketika semua orang membuat wajah tidak setuju dengan ucapan ratu mereka.


Tasya yang mengerti raut wajah anggotanya berdiri dari kursinya berjalan kearah anggotanya, "Kenapa dengan raut wajah kalian, aku tahu kalian tidak setu kan." Tasya tersenyum karena tebakannya benar.


"Tenang saja gue tidak mungkin mengirim sedikit anggota ke negara lain, mereka yang dikirim akan bergabung dengan TIM KHUSUS." ucap Tasya menekankan kata terakhir.


''Tim khusus tim seratus orang pilihan yang dibentuk untuk melindungi cucunya yang sekarang menjadi queen kita." batin Dimas.


"Tim khusus orang pilihan yang informasinya disimpan langsung queen." batin Dito.


"Tim yang menyebar di luar negeri." batin Ryan.


"Tim yang hanya mengenal orang yang dilindungi nya." batin Niko.


Semua mata langsung menatap kearah Tasya untuk meminta penjelasan, "Gue akan meminta sebagian Tim khusus untuk melindungi anggota yang kita kirim lalu sebagian akan ikut bergabung dengan anggota yang dikirim."


"O iya untuk senjata gue akan menyuruh mereka menggunakan senjata yang ada di Tim khusus." lanjut Tasya, "Siapkan orangnya lalu Dito kirim semua biodata lengkap orang yang dikirim, kalian bisa keluar dari ruangan."


Mereka ber enam membungkuk memberi hormat kepada pemimpinnya. Setelah mereka keluar Tasya membuka HP nya.


From : dokter nyebelin 😤😤


Aku mungkin pulang malam jadi tadi aku menyuruh Ersan untuk menemanimu dirumah.


Tasya langsung bergegas menuju ruang perkumpulan tadi dan menyuruh Ryan untuk mengantarkan ke jalan yang bisa mendapatkan taxi untuk pulang, setelah sampai Ryan kembali ke markas.


Tasya langsung naik ke taxi pesanannya karena sudah satu jam yang lalu pesan dari El bahkan panggilan tidak terjawab dari El dan Ersan sudah banyak.


...**@@@**...

__ADS_1


{Terimakasih sudah membaca jangan lupa tinggalkan jejak like,subscribe, comments dan hadiahnya ya kak}😁😁😁


__ADS_2