
Keesokan harinya.
Lyra berangkat menuju ke rumah sakit seperti biasanya. Dengan wajah yang sudah lebih fresh, Lyra menjalankan aktivitasnya sebagai dokter bedah di rumah sakit milik kakeknya. Hari ini ia mengenakan kemeja pendek berukuran besar berwarna cream di padukan dengan celana hitam nya. Membiarkan rambut pendeknya yang hitam tergerai dengan sedikit poni menutupi alisnya menambah kesan cute pada parasnya. Tak lupa tas hitam satu tali yang ia gantungkan di pundak nya.
Pertama ia menuju ke bangsal bedah. Visit pasien kelolaan nya di pagi hari, memberi advice untuk program pasien.
“Bagaimana keadaan bangsal hari ini sus?” Tanya Dokter Lyra
“Akhir-akhir ini stabil dok, tidak begitu membludak pasien nya” jawab suster
“Lalu, apa ada keluhan dari keluarga pasien mengenai pelayanan di rumah sakit ini?”
“Sejauh saya bertugas si tidak ada dok”
Ya, Lyra selalu menanyakan keadaan pasien dan menanyakan adakah keluhan dari keluarga pasien mengenai pelayanan di rumah sakit. Karena bagaimanapun kakek nya selalu mengingatkan bahwa rumah sakit ini akan di alih kan ke nama Lyra. Jadi ia ingin agar citra rumah sakit tidak buruk. Lyra bercita-cita untuk membuat rumah sakit kakek nya ini menjadi rumah sakit swasta dengan pelayanan terbaik di kota.
*
Saat ini Lyra berjaga di IGD, setelah tadi ia melakukan jaga di bangsal bedah.
Saat sedang melakukan observasi kepada pasien, tiba-tiba ambulance datang dan berhenti tepat di depan pintu IGD
Lyra langsung saja bergegas keluar, dan menerima pasien yang datang dengan ambulance tersebut
__ADS_1
“Pasien kecelakaan, dengan luka benturan di kepala” ucap petugas ambulance sambil mendorong brankar pasien menyerahkan kepada Lyra dan suster yang menyambutnya di pintu IGD
Dan segera saja, Lyra melakukan pemeriksaan kepada pasien.
*
Tok
Tok
Tok
“Tuan muda, Nona Anna mengalami kecelakaan. Dan sekarang sedang berada di rumah sakit AJ” kata Galang, kepada Gaven
Bagai terkena pukulan keras, hati Gaven berdegup kencang mendengar bahwa adik nya kecelakaan. Langsung saja ia berdiri dan
“Baik tuan”
*
Di dalam mobil, Gaven khawatir mengenai keadaan adiknya
“Bagaimana bisa Anna mengalami kecelakaan, Galang?”
“Saksi menyatakan bahwa Nona Anna sedang mengendarai mobil nya sendiri tuan. Tiba-tiba saja mobil yang Nona Anna kendarai menabrak pohon”
__ADS_1
“Apakah ada pihak lain yang terluka?”
“Tidak ada tuan, ini murni kecelakaan tunggal”
“Astaga anak itu, pasti dia ngeyel minta untuk mengendarai mobil sendiri. Apa mama dan papa sudah tau kejadian ini?”
“Nyonya dan Tuan sedang berada di luar kota tuan. Dua jam lagi mereka sampai di rumah sakit”
Akhirnya Gaven sampai di rumah sakit. Dan Galang yang mengetahui Anna masih dalam proses pemeriksaan di IGD akhirnya menuntun Gaven untuk ke IGD
Sesampainya di depan IGD, Gaven melihat adiknya sedang di tangani oleh seorang dokter perempuan. Gaven pun akhirnya duduk di kursi depan ruang IGD, dengan perasaan yang masih khawatir
Ceklek
Ruang IGD terbuka, munculah dokter perempuan cantik yang tadi memeriksa Anna.
Gaven yang melihat dokter perempuan cantik tersebut kaget, lagi-lagi jantungnya berdegup kencang melihat wajah dokter perempuan tersebut.
“Dia….” Kata Gaven dalam hati
****
Tbc
****
__ADS_1
Maaf jika masih ada typo.
Terima kasih yang sudah mampir di cerita ku. semoga suka 💙