Dokter Cantik Milik Ku

Dokter Cantik Milik Ku
Rencana Jalan Jalan Malam


__ADS_3

Setelah mobil nya berhasil keluar dari parkiran, Gaven langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit mengantarkan Lyra. Sedangkan dua insan yang ada di dalam mobil itu hanya saling terdiam. Memikirkan sesuatu yang mungkin sedikit mengganggu pikiran mereka. Cukup lama keheningan itu terjadi, hanya ada suara dari radio mobil Gaven.


"Biasanya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses operasi, Ra?" Gaven memecah keheningan dan memulai percakapan


"Paling cepet satu jam si kak" jawab Lyra


Gaven hanya mengangguk mendengar jawaban Lyra.


Keadaan di dalam mobil hening kembali. Lalu kemudian


"Terima kasih atas tumpangannya, maaf aku merepotkan kakak" ucap Lyra sambil menoleh ke arah Gaven


"No prob, Lyra. Aku malah suka bisa mengantarmu" jawab Gaven menoleh ke arah Lyra sambil melempar senyum tipis nya.


Lyra yang menoleh saat Gaven menjawab ucapannya dan melihat samar senyum tipis itu merasakan bahwa pipinya panas, hati nya berdebar-debar.


Keadaan di dalam mobil itu hening kembali. Cukup lama mereka saling berdiam diri. Sampai akhirnya mobil Gaven tiba di depan rumah sakit.


"Sekali lagi, terima kasih ya kak" kata Lyra sambil mencopot seatbelt yang menempel di dirinya.


Gaven hanya mengangguk, saat Lyra akan keluar dari mobil nya


"Lyra...." panggil Gaven


"Iya kak?" jawab Lyra sambil menoleh kembali ke arah Gaven


Saat Gaven akan berucap, tiba-tiba handphone Lyra berbunyi ada panggilan masuk. Gaven yang tau bahwa Lyra tak kunjung menjawab telepon nya mempersilahkan Lyra untuk menjawab nya di mobil saja


"Angkat saja, Ra" kata Gaven

__ADS_1


Tanpa di suruh dua kali, Lyra menjawab panggilan telepon nya


"Hallo...."


"....."


"Saya sudah di depan rumah sakit, ada apa?"


"....."


"Bagaimana bisa?"


"....."


"Baiklah, lain kali tolong diperiksa kembali secara menyeluruh agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi"


"....."


Lyra menutup panggilan teleponnya sambil menghela nafas kasar. Hal itu tak luput dari pandangan Gaven


"Apa ada sesuatu yang terjadi, Ra?" tanya Gaven


"Ya, operasi nya tidak jadi kak" jawab Lyra dengan lesu


"Bagaimana bisa tidak jadi?" tanya Gaven


"Pasien tidak lulus saat anestesi. Ada suatu hal mengapa pasien tidak bisa diluluskan ke tahap selanjutnya. Maaf kak, tadi udah ngrepotin kakak sampai di rumah sakit malah tidak jadi" jawab Lyra sambil menampilkan ekspresi menyesal nya


Gaven tersenyum. Baginya ekspresi Lyra saat itu sangat menggemaskan

__ADS_1


"Tidak apa-apa Ra. Toh itu juga bukan yang kamu mau kan, operasi nya harus dibatalkan"


Lyra hanya mengangguk sambil menatap Gaven. Gaven menatap jam yang ada di tangannya. Jarum menunjukkan pukul delapan lebih empat puluh menit.


"Sudah mau jam sembilan malam. Bolehkah aku ngajak Lyra jalan-jalan dulu?" dengan sangat hati-hati Gaven mengajak Lyra untuk jalan-jalan terlebih dahulu. Sambil melirik ke Lyra menanti jawaban dari Lyra


"Memang kakak mau ngajak Lyra kemana?" tanya Lyra


"Em... gimana kalo jalan-jalan di taman dekat kota? Apa kamu mau?"


Lama Lyra tak kunjung buka suara


"Kalo kamu takut dimarahin Kak Leon, biar aku ijin ama Kak Leon. Gimana Ra?" tanya Gaven lagi.


"Hahaha" Lyra malah tertawa mendengar jawaban Gaven. Gaven sendiri malah bingung, ia mengernyitkan dahi nya.


"Apa ada perkataan ku yang aneh, sampai Lyra ketawa gitu" gumam Gaven dalam hati


"Aku udah gede Kak Gaven. Nggak usah ijin-ijinan segala" jawab Lyra masih tertawa


"Jadi apa jawaban kamu?"


"Boleh deh. Aku mau" jawab Lyra sambil tersenyum


Gaven yang mendengar jawaban Lyra mem--boleh--kan dirinya mengajak jalan-jalan pun tersenyum senang. Kemudian Gaven melajukan mobilnya menuju taman.


*****


Tbc

__ADS_1


__ADS_2