Dokter Cantik Milik Ku

Dokter Cantik Milik Ku
Terpana


__ADS_3

*****


“Siapa keluarga Nona muda yang kecelakaan di dalam?” Tanya dokter perempuan itu kepada para keluarga yang menunggu di depan pintu IGD


“Saya kakaknya. Saya keluarga pasien muda di dalam itu. Bagaimana keadaannya?” jawab Gaven


“Mari ikut saya ke ruangan tuan” jawab dokter perempuan itu


Gaven pun akhirnya mengikuti langkah dokter perempuan itu. Walaupun sebenarnya jantungnya masih berdegup kencang, sebisa mungkin Gaven mengontrol ekspresinya agar terlihat tenang.


“Perkenalkan saya Dokter Lyra. Saya yang menangani pasien muda tadi” kata Lyra.


“Saya kakaknya. Gaven. Bagaimana keadaan nya dok?” Tanya Gaven


“Dari pemeriksaan luar yang saya lakukan, adik anda tidak menderita luka yang serius tuan. Benturan di kepalanya menghasilkan luka yang tidak terlalu parah. Hanya saja tadi dia syok dan menyebabkan adik anda pingsan. Dan sekarang dia sedang tertidur. Saya memberikan obat untuk tidur agar keadaan nya stabil. Kita tunggu nanti, setelah adik anda bangun. Jika dirasa kepalanya pusing atau yang lainnya akan saya lakukan pemeriksaan lebih lanjut” Jelas dokter Lyra


“Baiklah, lakukan yang terbaik agar adik saya cepat sembuh”


“Tentu tuan. Apa ada lagi yang ingin anda tanyakan?”


Gaven hanya diam. Sebenarnya dia terpana dengan dokter Lyra. Karena baru kali ini melihat doker yang cantik dengan kesan imut seperti dokter lyra.

__ADS_1


“Tuan…” ucap Lyra sambil mengetok meja nya


Gaven tersadar, dan tergagap. Dan hal tersebut tak luput dari penglihatan seorang perawat di samping Dokter Lyra. Perawat itu hanya tersenyum melihat tingkah Gaven.


“Oh, tidak ada dokter. Terima kasih atas pertolongan anda untuk adik saya”


“Itu sudah menjadi kewajiban saya tuan. Kalau begitu saya permisi meninggalkan ruangan karena masih ada pasien yang harus saya periksa” ucap lyra. Sebenarnya ia sengaja mengusir Gaven secara halus agar pergi dari hadapannya. Karena tatapan Gaven yang dalam manatap Lyra, membuat Lyra sedikit risih.


Akhirnya mau tidak mau, Gaven berdiri dan keluar dari ruangan Dokter Lyra.


Dokter Lyra pun pergi ke bed lain untuk melakukan observasi kepada pasien. Dan Gaven memperhatikan tiap tiap apapun yang dilakukan dokter Lyra tanpa terlewatkan sampai akhirnya Dokter Lyra hilang dari pandangannya.


“Dokter Lyra” guman Gaven


“Apa itu Lyra kecil? Jika itu benar Lyra kecil dulu sekarang ia sudah menjadi perempuan cantik. Ah, tak apa setidaknya aku akhirnya tau siapa nama perempuan yang ada di cafe waktu itu” gumamnya dalam hati dan tanpa sadar Gaven tersenyum memikirkan hal itu.


Gaven akhirnya menuju ke bed tempat adiknya berada. Anna belum di pindahkan ke ruang rawat inap karena ia masih dalam masa pengawasan selama tujuh jam terlebih dahulu.


*


Dua jam kemudian, mama dan papa Gaven akhirnya sampai di rumah sakit

__ADS_1


“Bagaimana keadaan Anna sayang?” Tanya Mama Dewi dengan ekspresi khawatir.


Bagaimana tidak khawatir. Karena ialah yang mengijinkan Anna untuk mengendarai mobil nya sendiri dan malah berakhir kecelakaan bagi Anna


“Anna tidak apa-apa, ma. Ia masih tidur karena pengaruh obat. Kata dokter yang menangani Anna kita akan tau keadaan Anna lebih dalam setelah Anna bangun dari tidurnya” jelas Gaven


“Bolehkah mama masuk, nak?” Tanya Mama Dewi


“Boleh ma, silahkan”


Akhirnya Mama Dewi pun masuk menemani Anna. Papa Carlos masih di luar bersama Gaven.


“Papa masuk dulu ya nak. Papa ingin melihat keadaan Anna” ucap Papa Carlos


"Ia pa. dan Gaven akan pergi, karena sebentar lagi Gaven harus bertemu dengan klien untuk membahas persetujuan kerja sama pa” kata Gaven


“Iya nak. Pergilah. Hati-hati dijalan"


“Baik, pa”


Akhirnya gaven pun keluar dari rumah sakit. Karena ia harus menghadiri pertemuan dengan perusahaan AD

__ADS_1


*****


Tbc


__ADS_2