
Setelah singgah menemani adik perempuan nya di rumah sakit, Gaven akhirnya pulang ke rumah dengan Papa Carlos. Menghabiskan waktu di perjalanan selama satu jam akhirnya Gaven dan Papa Carlos sampai di rumah.
"Pa, Gaven langsung istirahat ya di kamar" ucap Gaven
"Istirahat lah nak. Jika kamu ingin sesuatu bilang saja sama bibi" kata Papa Carlos
Gaven menganggukan kepala tanda jawaban. Dia naik ke atas menuju kamarnya. Setelah sampai di kamar nya, Gaven buru-buru menuju ke kamar mandi nya. Bermaksud menyegarkan tubuh dan juga pikirannya setelah hampir seharian ia beraktivitas.
*
Kini Gaven tengah menikmati suasana malam di balkon kamar nya di temani dengan kopi buatan bibi.
Semenjak masih muda, Gaven memang jarang mengkonsumsi alkohol karena dinilai alkohol adalah minuman yang tak sehat yang mampu mempengaruhi kesehatan fisik maupun pikirannya. Maka dari itu Gaven lebih memilih kopi sebagai minuman penenang nya daripada alkohol. Toh kedua orang tua Gaven benar-benar memperhatikan pola hidup anak-anak nya. Sebagai orang tua mereka tetap was-was bila anak-anak mereka terjerumus ke kehidupan yang menyimpang.
Sambil menikmati kemerlap bintang malam hari ingatan Gaven kembali ke dokter cantik yang tadi pagi memeriksa kondisi adiknya.
Pikirannya juga menuju ke pertemuan nya dengan Kak Leon, teman main sekaligus sahabat nya sewaktu remaja.
"Ah, kenapa tadi aku tidak tanya tentang adik Kak Leon?" curcol Gaven
"Paling enggak aku tanya dimana dia sekarang, tapi tunggu aku juga penasaran dengan dokter cantik tadi pagi itu. Namanya Lyra nama yang sama dengan nama adik Kak Leon. Mungkinkah? Lebih baik aku cari tau besok saja. Aku benar-benar lelah hari ini"
__ADS_1
Setelah bergumam menyuarakan rasa penasaran nya, Gaven menyerah. Mengakhiri nya bergegas untuk beristirahat. Tidur menetralisir kan pikirannya dan mengumpulkan energi untuk bekal aktivitas esok pagi.
**
Lain hal nya Lyra. Ia tengah duduk di kursi balkon kamarnya. Ia masih bersedih mengingat jahatnya David mengkhianati dirinya. Memikirkan bagaimana bisa Lyra di tipu mentah-mentah oleh lelaki seperti David
"Aku berjanji, tak akan lagi berhubungan dengan laki-laki yang bernama David dan perempuan yang bernama Calista" gumam Lyra
"Tuhan terima kasih karena Engkau masih menyelamatkan ku dari laki-laki tak bertanggung jawab itu. Sungguh. Aku berjanji pada diriku sendiri ini adalah air mata terakhirku untuk David. Aku harus membuka lembaran baru. Aku harus bangkit" ucap Lyra sungguh-sungguh
Tok
Tok
Tok
"Ada apa kak?" tanya Lyra
"Apa kakak boleh masuk? apa kakak mengganggu mu?" tanya Kak Leon
"Tidak kak, masuk saja" Lyra mempersilahkan Kak Leon masuk ke kamarnya.
__ADS_1
Setelah menutup pintu kamarnya, Lyra bertanya. lagi pada Kak Leon
"Ada apa kak?"
"Kamu baik-baik saja?" bagaimanapun Kak Leon tetap khawatir dengan adik perempuannya itu. Kak Leon tau bahwa David adalah kekasih pertama Lyra, Kak Leon tak ingin adiknya terus terusan bersedih karena penghianatan kekasihnya itu
"Lyra baik-baik saja kak. Kak Leon percaya deh sama Lyra, tadi sore tangisan terakhir Lyra karena masalah ini" ia memeluk kakaknya menandakan bahwa ia sudah baik-baik saja
"Kak Leon tenang saja, Lyra adik kakak yang kuat kok. Lyra nggak bakalan nangis dan sedih lagi. Kan tadi sore Lyra juga udah janji sama Kak Leon" jelas Lyra
"Syukurlah kalo emang kamu udah nggak papa. Pokoknya kalo ada apa-apa bilang sama kakak ya. Ingat harus bangkit, kakak yakin masih banyak laki-laki yang ngantri buat jadi pacar adik kakak yang cantik" goda Kak Leon
"Sudahlah terserah kakak"
"Yaudah tidur gih, besok kamu harus kerja kan?"
"Yaudah, Lyra mau tidur" Lyra melepaskan pelukan nya
"Good Night, Kak Leon"
"Good Night, jangan lupa berdoa sebelum tidur" Kata Kak Leon sambil mencium kening adiknya
__ADS_1
*****
Tbc