Dokter Cantik Milik Ku

Dokter Cantik Milik Ku
Bertemu (3)


__ADS_3

Tania is Calling...


"Hallo..."


"Kamu dimana si Ra. Aku udah sampe ni di cafe"


"Ini aku baru sampe parkiran. Lima menit lagi masuk. Tunggu aja di meja biasa"


"Oke deh. Jangan lama-lama takut di ganggu om-om ni gue"


"Haha. Yaudah tunggu gue"


Dengan memakai pakaian blouse one shoulder berwarna hitam di padukan dengan celana jeans berwarna putih Lyra memasuki cafe nya. Berjalan menuju meja yang biasa ia dan Tania tempati


"Dokter Lyra..."


"Kak Leon..."


Suara Lyra dan satu suara lagi yang memanggilnya berbunyi bersamaan. Itu adalah suara Gaven.


Gaven sudah ada di dalam cafe bersama Kak Leon dan satu temannya lagi bernama Kak Adit. Lyra tau bahwa Kak Adit adalah teman tongkrongan Kak Leon. Tapi dengan Gaven? apa Gaven teman Kak Leon juga? itu lah yang ada di pikiran Lyra saat ini.


"Oh, hallo tuan Gaven" jawab Lyra


"Kak Leon ngapain kesini?" tanya Lyra mengabaikan muka terkejut Gaven

__ADS_1


"Terserah kakak dong. Kamu ngapain kesini. Kayaknya tadi belum pulang ke rumah tapi sekarang udah ganti pakaian aja. Pulang kemana kamu?" tanya Kak Leon


"Lyra tadi pulang ke apartemen" jawab Lyra


"Lah ini kan tas nya Tania. dimana anak itu?" tanya Lyra


"Lagi di kamar mandi Ra. Tadi dia nungguin kamu sendirian makanya kita ajak gabung" kata Kak Adit.


"Nah, itu orangnya" Kak Adit menunjuk dimana Tania berada


"Lama sih kamu Ra. Untung aja ada Kak Adit ama Kak Leon, mereka ngajakin aku gabung" Tania tak terima karena Lyra datang terlambat


"Ya sorry Tan. Eh, kenapa belum pada pesen si?" Tanya Lyra


"Kamu gih, yang masak dek. Khusus buat kakak ama temen-temen kakak" Kata Kak Leon


"Ikut kamu aja Ra"


Akhirnya Lyra dan Tania pergi, meninggalkan tiga laki-laki dewasa itu.


Serentetan dialog antara Lyra dan Kak Leon benar-benar mengusik pikiran Gaven. Tak sabar karena penasaran akhirnya Gaven pun menanyakan hal ini ke Kak Leon


"Kak Leon, dia Lyra adik lu?" tanya Gaven


"Iya. Dia Lyra kecil yang dulu itu. Udah berubah kan sekarang?"

__ADS_1


"Pantesan aja waktu gue pertama kali liat dia kayak udah kenal"


"Haha, gercep gih. Lyra baru patah hati tuh. Sembuhin sana. Udah gue kasih lampu ijo" kata Kak Leon


"Patah hati?" tanya Gaven


"Iya. Dua minggu yang lalu Lyra patah hati gara-gara kekasih pertama nya ketahuan selingkuh. Dan sialnya Lyra di putusin aja di publik. Kadang kasian gue sama adik perempuan gue yang satu itu" jelas Kak Leon


"Nggak nyangka aja Lyra udah segede itu. Dulu padahal masih piyik" timpal Gaven


"Tambah cantik kan adik gue, Gav" Kak Leon menjawabi Gaven sambil menaik turunkan alis nya berniat menggoda Gaven


Kak Leon sebenarnya tau bahwa Gaven suka dengan adik perempuannya, Lyra. Ia juga setuju saja jika suatu saat nanti Lyra punya hubungan khusus dengan Gaven.


"Cewek ya cantik lah bro. Aneh-aneh aja masa adik sendiri dibilang ganteng" kata Gaven


"Lah terus tadi lu nyuruh Lyra masak? jangan bilang ini cafe punya lu Kak?" tanya Gaven


"Bukan milik gue si. Milik Lyra. Dia punya bisnis sampingan selain jadi dokter"


"Wah hebat bener Lyra. Buru gercep Gav" Kak Adit menjawabi Kak Leon.


Gaven hanya diam tak menjawabi perkataan Kak Leon dan Kak Adit.


***

__ADS_1


Tbc


__ADS_2