
Gaven POV
Pagi hari sebelum berangkat menuju ke kantor. Aku memang berencana singgah sebentar ke rumah sakit di mana Anna sedang di rawat. Setidaknya menggantikan peran mama menemani Anna sebentar selagi mama pulang sekedar untuk membersihkan diri, sarapan dan istirahat sejenak di rumah. Karna yang aku tau menemani seseorang di rumah sakit semalaman mampu menghabiskan tenaga dan parahnya sampai bisa mempengaruhi mood si penunggu. Capek rasanya.
Dan disinilah aku sekarang. Di ruangan adik ku di rawat. Baru saja aku duduk sebentar setelah menanyakan keadaan Anna. Pintu ruangan terbuka dan munculah bidadari cantik oops maksudku dokter cantik siapa lagi kalau bukan Dokter Lyra.
Dokter Lyra pun akhirnya bertanya tentang apa yang Anna keluhkan saat ini. Apa kepala nya merasakan sesuatu yang aneh atau lainnya. Dan syukur lah Anna menjawab bahwa dia baik-baik saja. Kata Dokter Lyra karena keadaan Anna sudah baik-baik saja akhirnya Anna diperbolehkan pulang. Aku merasa lega rasanya mendengar itu. Tapi kemudian Dokter Lyra menyarankan Anna untuk tetap memeriksa kan kondisinya satu minggu sekali selama tiga minggu. Karena aku penasaran akhirnya aku bertanya. Dan ternyata jawaban Dokter Lyra adalah hanya untuk memastikan semuanya memang sudah baik-baik saja.
Aku tau Anna sedikit khawatir kenapa harus masih memeriksa kan kondisinya, tapi ternyata Dokter Lyra mampu menjawab dan menepiskan kekhawatiran Anna bahwa semuanya akan baik-baik saja. Mungkin karena ia dokter jadi ia sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu.
Dasar memang adik yang suka sekali mempermalukan kakaknya, tiba-tiba Anna malah menanyakan hal yang menurutku agak melenceng dari topik. Anna bertanya bagaimana bisa Dokter Lyra mengetahui bahwa aku adalah kakaknya. Lihat! pertanyaan yang aneh bukan. Jelas tau lah. Siapa memang yang pertama kali datang saat Anna diperiksa? tentu saja aku. Kakaknya.
__ADS_1
Dan sebelum Anna mengajukan pertanyaan aneh lagi, aku pun meminta maaf kepada Dokter Lyra karena sikap aneh Anna. Dan Dokter Lyra bilang tidak apa-apa sambil melemparkan senyuman manisnya.
Oh God. Lihat senyuman nya. Dia benar-benar cantik sekaligus lucu gemas gemas manja. Oh tidak sepertinya aku sedikit gila gara-gara melihat senyuman Dokter cantik itu. Semoga rasa kagum ku ini tidak terlalu nampak di hadapan Dokter cantik itu.
Akhirnya Dokter Lyra keluar ruangan. Pergi meninggalkan ruangan ini.
Tatapan tajam aku layangkan ke arah Anna. Dasar memang adik tak berperasaan. Suka sekali mempermalukan kakak nya. Untuk saja dia adalah adik kandungku.
**
"Benar-benar cantik. Gawat aku benar-benar gila gara-gara senyuman manis dokter itu" batin Gaven
__ADS_1
"Setidaknya senyum manis itu menjadi penyemangat bagiku. Oke Gaven waktunya fokus kembali bekerja" batin Gaven dalam hati
***
Lyra POV
Sebenarnya aku sudah sedikit terbiasa jika ada pasien yang sedikit aneh terhadap ku. Maksud aneh disini adalah seperti yang tadi di lakukan oleh pasien ku yang bernama Anna. Bagaimana bisa dia menanyakan bagaimana aku tau bahwa laki-laki itu adalah kakaknya? Ajaib sekali. Pertanyaan yang memang out of topic . Sebenarnya lucu si. Kakak beradik itu mirip seperti aku dan Kak Leon. Yang memang saling menggoda dan saling mempermalukan. Oh My God. Aku tau kakak nya benar-benar kesal dengan Anna. Haha. Raut wajahnya tadi benar-benar menunjukkan bahwa dia malu dengan pertanyaan yang Anna ajukan untuk ku.
Oke lupakan soal pertanyaan itu. Sekarang fokusku adalah kenapa saat aku bertatapan dengan laki-laki yang bernama Gaven ritme jantung ku berdetak lebih cepat? Tidak mungkin kan aku suka dengannya. Maksudku aku baru saja melewati masa sakit hati karena di khianati dan di tinggal yang namanya kekasih. Tidak etis sepertinya jika aku langsung suka dengan laki-laki lain. Ya walaupun aku juga sebenarnya punya tujuan untuk menyembuhkan hati ku dan bisa menerima laki-laki lain suatu saat nanti.
*****
__ADS_1
Tbc