Dokter Cantik Milik Ku

Dokter Cantik Milik Ku
Flashback Masa Kecil


__ADS_3

Flashback On


"Kak Leon, mau kemana?"


Bocah kecil umur 7 tahun dengan suara cempreng nan lancang itu berteriak ketika melihat sang kakak akan pergi bermain bersama teman-teman nya


"Kakak mau main. Kamu di rumah aja si"


Lyra masuk ke rumah kemudian keluar lagi sambil menenteng sandal berwarna pink kesayangan nya


"Lyra ikut....." rengek Lyra


"Adek di rumah aja. Kakak mau main sama temen kakak. Ini panas nanti kamu sakit kalo panas panasan" kata Kak Leon


"Lyra mau ikut Kak Leon" mata Lyra sudah berkaca kaca menahan air mata yang jika Lyra berkedip luruh sudah air mata nya


"Ih.... Lyra di rumah aja. Kakak mau main sepedaan jauh. Sepeda kakak nggak bisa buat boncengan" Kak Leon membentak Lyra kecil. Seketika pecah sudah pertahanan Lyra menahan air mata nya


"Mommy, Lyra nggak boleh ikutan main sama kakak" sambil menangis Lyra mengadukan Kak Leon ke Mommy Cintya--yang kebetulan keluar rumah sambil menggendong Levi karena mendengar teriakan anak-anak nya di luar rumah.


Ya, Mommy Cintya tidak di bantu oleh nani saat menjaga ketiga anaknya, selain karna Kak Leon sudah sedikit besar juga karena Mommy Cintya tak ingin anak-anak nya lebih dekat dengan pengasuhnya timbang dengan mommy nya.


Mommy Cintya dibantu bibi yang memang hanya fokus untuk ikut membantu membersihkan rumah dan cuci cuci serta terkadang ikut membantu masak


"Leon, Lyra kenapa nggak boleh ikut nak?" tanya Mommy Cintya dengan sabar


"Mommy, Leon mau main sama temen-temen Leon. Nanti kalo Lyra ikut, yang ada Leon nggak ikutan main malah njagain Lyra" jawab Kak Leon


"Toh ini liat, sepeda Leon nggak bisa buat boncengan" kata Kak Leon lagi


"Lyra nggak akan nyusahin Kak Leon. Lyra cuma mau ikut main keluar sama temen-temen Kak Leon" jawab Lyra


"Udah Kak, Lyra biar boncengan ama aku aja" Gaven mengajukan diri untuk membonceng Lyra.


Tadi memang Kak Leon akan main ke lapangan kompleks bersama Kak Adit dan Gaven.


"Nanti kita ikut jagain Lyra deh Le, daripada nggak berangkat berangkat ni kita. Udah siang juga" timpal Kak Adit


"Beneran nggak papa Gav? lo bisa boncengin Lyra?" tanya Kak Leon

__ADS_1


dan Gaven mantap mengangguk memberi jawaban atas pertanyaan Kak Leon


Kak Leon menghembuskan nafas dengan kasar


"Yaudah Lyra ikut. Naik sepedanya Gaven. Tapi Lyra harus janji nggak boleh nyusahin kakak sama temen-temen kakak" kata Kak Leon


Lyra yang tadi menangis sesenggukan seketika berubah tertawa kesenengan sampai lompat-lompat


"Iya, Lyra janji. Lyra nggak akan nyusahin Kak Leon sama temen-temen kakak" janji Lyra


"Ayo kak Gaven" kata Lyra sambil tersenyum manis kepada Gaven setelah pamit dengan mommy.


Dan hal tersebut tak luput dari tatapan Gaven. Gaven gemas sendiri melihat Lyra yang tadi nya menangis menjadi senang saat di perbolehkan ikut main. Dengan pipi dan hidung yang masih merah akibat menangis--sebenarnya warna itu juga karena Lyra kecil yang memiliki kulit putih jadi saat ia menangis berubah menjadi warna merah pink menggemaskan


"Ayo, Lyra ikut Kak Gaven naik sepeda. Di depan ya. Lyra bisa kan?" tanya Gaven hati-hati


"Iya Lyra bisa"


"Sorry Gav, Dit, Lyra jadi ikutan nyusahin kalian" kata Kak Leon


"No prob Kak" kata Gaven


Akhirnya mereka berempat--Kak Leon, Kak Adit, Gaven dan Lyra--pergi ke lapangan komplek menaiki sepeda bersama sama


"Kak Gaven, apa kakak punya pacar?" tanya Lyra. Ya Lyra kecil adalah princess cantik yang sedikit centil.


Sebenarnya ini bukan pertemuan pertama kali antara Lyra dan Gaven. Gaven sendiri sudah pernah bertemu Lyra dua kali. Hanya saja Gaven bisa menatap Indah wajah cantik Lyra secara gamblang adalah pertemuan yang ketiga kali ini.


Pertemuan pertama adalah ketika pertama kali Gaven dan Kak Adit mampir ke rumah Kak Leon. Saat itu Lyra sedang bermain ayunan sambil makan es krim di temani oleh mommy dan adiknya, Levi. Lyra sendiri acuh kepada teman Kak Leon saat itu. Dan saat pertemuan pertama itulah timbul rasa ingin melindungi princess kecil nan cantik itu dalam diri Gaven.


Pertemuan kedua saat Kak Adit dan Gaven akan belajar kelompok. Sebenarnya Gaven beda tingkatan kelas dengan Kak Leon dan Kak Adit namun ia tetap ikut karena hanya ingin melihat adik perempuan Kak Leon yang menggemaskan dan imut itu. Dan saat itu, Lyra lah yang membuka-kan pintu rumah. Dan juga di situlah Lyra tau nama teman-teman Kak Leon.


"Tidak, kakak tidak punya pacar. Apa Lyra punya?" jawab Gaven


"Lyra juga tidak punya. Kata Daddy dan Kak Leon kalo masih kecil tidak baik punya pacar" jelas Lyra


Gaven hanya tersenyum geli saat mendengar jawaban Lyra.


Tibalah mereka di lapangan kompleks yang dituju.

__ADS_1


"Dek, kamu nggak boleh nakal ya. Nggak boleh nyusahin temen-temen kakak" kata Kak Leon


"Iya kak. Lyra janji Lyra nggak kan nakal" jawab Lyra dengan sungguh-sungguh


Mau tak mau Kak Leon yang memperhatikan ekspresi kesungguhan sang adik akhirnya luluh. Kak Leon memeluk gemas Lyra.


"Yaudah, kamu disini aja main ayunan. Kakak mau main dulu sama temen-temen kakak" jelas Kak Leon


Akhirnya Kak Leon, Kak Adit dan Gaven pun bermain sepak bola di tengah lapangan. Sedangkan Lyra bermain ayunan sendiri. Sesekali baik Kak Leon maupun Gaven menoleh ke arah Lyra memastikan Lyra masih di sana dan baik-baik saja


Hampir satu jam mereka bertiga bermain sepak bola di lapangan. Saat Kak Leon dan Gaven menoleh ke arah ayunan, mereka terkejut. Lyra sedang menangis sambil memeluk lutut nya yang sedikit berdarah. Langsung saja baik Kak Leon maupun Gaven berlari ke arah Lyra


"Kamu kenapa dek?" tanya Kak Leon sedikit membentak


Sedangkan Lyra memasang ekspresi ketakutan karena suara sang kakak yang sedikit meninggi itu


"Kakak, Kak Leon jangan marah. Lyra tadi jatuh tapi ini nggak sakit kok. Maafin Lyra karena bikin susah kakak" kata Lyra dengan suara yang bergetar sambil menahan tangisnya.


Kak Leon yang mengerti adiknya ketakutan akhirnya memeluk sang adik.


"Kakak nggak marah Lyra. Ini kenapa lutut kamu bisa berdarah begini?" tanya Kak Leon


"Tadi Lyra mau main prosotan tapi kaki Lyra kesandung batu jadinya jatuh" jawab Lyra masih dengan ekspresi yang takut


Gaven yang tau lutut Lyra berdarah langsung membeli aqua dan plester untuk membersihkan lutut Lyra.


"Kak Leon, tolong pegangi Lyra. Ini biar aku cuci luka nya" kata Gaven


"Sini dek. Peluk kakak. Biar Kak Gaven yang bersihin luka kamu"


tanpa disuruh dua kali, Lyra memeluk kakaknya. Dan Gaven pun denga hati-hati membersihkan luka Lyra. Lyra sedikit meringis karena menahan perih. Tapi sebisa mungkin Lyra menahan agar dirinya tak menangis. Setelah selesai di cuci lutut Lyra pun di pasang plester dengan hati-hati oleh Gaven.


"Sudah selesai. Apa masih sakit?" tanya Gaven


Lyra hanya menggeleng, sambil mengucek matanya yang merah. Dan ekspresi macam itu malah membuat Gaven tersenyum sendiri karena tingkah imut Lyra kecil


"Terima kasih Kak Gaven" kata Lyra sambil memberi pelukan ke Gaven. Gaven pun dengan senang hati menerima pelukan itu dan membalasnya.


Flashbak Off

__ADS_1


*****


Tbc


__ADS_2