Dokter Cantik Milik Ku

Dokter Cantik Milik Ku
Bertatap


__ADS_3

Lyra sudah sampai di parkiran cafe miliknya. Sembari mengecek sosial media nya, Lyra sesekali mengecek pesan dari kekasihnya.


"Kenapa dari kemaren pesanku tak dibalas?" batin Lyra sambil menscroll percakapan terakhir nya bersama kekasihnya, David.


Lyra : Kamu kemana sayang?


Lyra : Kenapa pesanku tak dibalas?


Lyra : Apa kau sakit?


Lyra : Kau sibuk ya?


Lyra : Balas dan kabari aku segera jika kau melihat pesan dariku.


pesan pesan yang Lyra kirimkan ke David hanya ter ceklist dua belum ada tanda-tanda jika David online dan membalasnya.


Karena sebal dan perutnya sudah mulai lapar, akhirnya Lyra putuskan untuk menunggu Tania di dalam cafe saja. Lyra memasuki cafe dan langsung menuju kursi sofa di pojok.

__ADS_1


*


Gaven sedang menghabiskan pesanan makanan dari cafe tersebut, sambil mengedarkan pandangannya saat ada seorang perempuan masuk ke dalam cafe. Karena penasaran dengan rupanya mata Gaven mengikuti arah kemana perempuan tersebut akan duduk. Maklum saja Gaven hanya melihat sisi samping perempuan tersebut. Saat perempuan itu sudah duduk, Gaven terpana melihat cantiknya perempuan itu. Rambut sebahu perempuan tersebut membuat kesan imut di mata Gavin. Dan tiba-tiba saja, mata gadis tersebut mengedarkan arah matanya ke Gavin. Lima detik lamanya mata mereka bertatap. Tatapan tersebut malah membuat kinerja jantung Gaven berlebihan.


"Ah dia cantik dan imut sekali. Hei jantung, kenapa kau bekerja berlebihan seperti ini haa?" batin Gaven


"Eh, tunggu. Sepertinya aku pernah melihat mata Indah ini. Tapi dimana" Gaven kembali bergumam dalam hati.


*


Sadar jika ada yang memandang nya, Lyra mengedarkan mata nya ke arah seseorang. Dan benar, lelaki tampan di sofa pojok bersebarangan sedang memandang nya. Lyra menatap lelaki itu. Ia sedikit terpana akan wajah tampan lelaki tersebut. Namun, segera ia akhiri setelah mendengar handphone nya berbunyi. Tania memanggilnya


"Hallo, Ra. Kamu di mana? aku udah nyampe parkiran cafe ni" ternyata Tania menelponnya menanyakan keberadaan Lyra.


"Oh, iya hallo Tan. Kamu langsung masuk aja. Aku udah di dalem ni. Kursi pojok kayak biasanya" jelas Lyra


"Oke. Aku otw ni. Ku tutup ya telponnya"

__ADS_1


"Buru, udah laper nih" jawab Lyra sambil tertawa


Lalu Lyra mengakhiri telponnya dengan Tania, setelah Tania menjawab Siap.


*


Gaven POV


Aku seperti pernah melihatnya. Tepatnya melihat mata Indah itu. Tapi dimana. Ah, kenapa dia mengakhiri tatapan nya itu. Oh, ternyata ia menerima telepon. Seperti nya asyik sekali. Telepon dari siapa si. Eh, aku kenapa si. Ya telepon dari pacarnya mungkin. Masa perempuan cantik kayak dia nggak ada pacar si. Eh, lihat dia tertawa. Ah kenapa manis sekali melihatnya tertawa. Astaga aku udah gila ni. Ngeliat tawa perempuan cantik aja dada ku deg deg an cepet banget gini. Oh, dia sudah selesai telepon nya. Sudah jangan menoleh ke arah nya lagi. Nanti dia risih lagi di liatin mulu.


Gaven sendiri merasa dirinya sedikit aneh. Karena perasaan seperti ini kembali ia rasakan setelah 14 tahun lamanya ia tak merasakannya. Walaupun Gaven pernah menjalani hubungan percintaan dengan seorang perempuan namun ia tak pernah merasakan debaran jantung yang cukup kencang seperti yang saat ini ia rasakan.


Dulu Gaven pernah jatuh cinta pada adik dari sahabatnya bernama Leon. Sebenarnya bukan sahabat, karena umur Leon dua tahun lebih tua dari nya. Namun seringnya berkumpul dan bermain bersama-sama mereka mampu menepiskan jarak umur yang tak begitu jauh itu. Tempat tinggal sekomplek yang membuat Gaven dan Leon selalu bersama sama jika melakukan sesuatu. Namun belum sempat ia nyatakan perasaannya itu, Gaven harus pindah ke luar negeri. Karena kakek Gaven meminta keluarga Gaven menemani kakeknya di akhir akhir masa hidupnya.


*****


Tbc

__ADS_1


__ADS_2