
Keesokan harinya setelah selesai sarapan bersama dengan Kak Leon juga Mommy dan Daddy nya Lyra berangkat menuju ke rumah sakit dengan mengendarai mobil sendiri. Sebenarnya Daddy Adi sudah menawarkan bahkan selalu membujuk Lyra agar Lyra di antar jemput oleh supir agar Lyra selalu selamat namun Lyra selalu saja menolak.
Tapi, bukan Daddy Adi namanya. Walaupun akhirnya mengijinkan Lyra mengendarai mobil sendiri tapi diam-diam Daddy Adi dan Kakak nya Leon menyuruh beberapa orang untuk selalu mengawasi Lyra dari kejauhan dan jangan sampai di ketahui oleh Lyra. Karena bagaimanapun Lyra adalah anak perempuan dan terkadang bahaya akan datang kepadanya di mana pun dan kapan pun.
*
Lyra mengenakan kemeja lengan pendek dengan motif tutul leopard dipadukan dengan celana hitam dan tak lupa menenteng tas hitamnya dipundaknya. Berjalan menyusuri parkiran khusus mobil di rumah sakit menuju ke ruangannya. Sambil sesekali tersenyum manis saat di sapa oleh suster maupun keluarga pasien.
*
Sama hal nya dengan Gaven. Setelah selesai sarapan dengan keluarganya, Gaven menuju mobil nya untuk pergi ke perusahaannya. Pagi ini Gaven tak terlalu terburu-buru karena kemaren Galang asisten pribadi nya sudah memberi tahu bahwa agenda Gaven hari ini tak terlalu sibuk.
Setelah mengendarai mobil nya selama 1 jam. Gaven sampai di kantornya. Gaven memang tak menyupir sendiri, tapi dia selalu di supiri oleh supir pribadi nya. Karena kondisinya yang sering rapat bersama klien membuat badan nya lelah untuk mengendarai mobil sendiri. Dan demi keselamatan diri nya juga.
Dengan berpakaian kemeja putih di padukan dengan dasi berwarna navy garis-garis putih ditambah dengan setelan jas berwarna hitam bergaris Gaven keluar dari mobilnya menuju ruangan kantornya.
__ADS_1
*
Sepanjang koridor kantor para karyawan yang melihat Gaven hanya menundukkan kepala dengan rasa hormat. Mereka tau bahwa Tuan Muda sekaligus Ceo perusahaan tempat mereka mencari uang adalah orang yang jarang tersenyum. Tak ayal bagi mereka walaupun sudah menundukkan kepala atau sekedar tersenyum hanya dibalas wajah cuek yang tampan dari Gaven.
Sesampainya di ruangan nya, Galang langsung menyampaikan bahwa pemimpin Perusahan AD meminta untuk membuat jadwal pertemuan membahas kerja sama.
"Tuan Muda, pihak Perusahaan AD tadi mengabari bahwa mereka menunggu konfirmasi terkait pertemuan untuk membahas kerja sama antara Perusahaan AD dengan Perusahaan CR" Kata Galang
(Perusahaan CR adalah nama perusahaan yang Gaven pimpin)
"Baik tuan. Oh ya tuan, Nona Anna sedang dalam perjalanan pulang ke Indonesia. Nona muda pulang karena kuliah nya libur 2 minggu Tuan" jelas Galang
"Anak itu awas saja bikin masalah" gumam Gaven
"Lalu siapa yang menjemputnya Galang?" tanya Gaven
__ADS_1
"Sopir perusahaan tuan. Karena Nona muda bilang ia belum memberitahu kabar kepulangan nya kepada Nyonya dan Tuan Carlos. Katanya untuk kejutan tuan"
"Ya sudah, nanti suruh sopir perusahaan untuk menjemput nya"
"Baik tuan. Kalau begitu saya permisi"
Setelah Galang keluar dari ruangannya. Gaven memulai aktivitas nya sebagai seorang pemimpin perusahaan nya.
Di sela sela dia sedang bekerja, pikiran nya tertuju pada perempuan cantik yang kemaren ia temui di cafe. Entah kenapa wajah perempuan cantik itu terus saja melintas di pikiran nya.
"Astaga, gila aku lama lama. Kenapa wajah perempuan cantik itu muncul lagi" Kata Gaven menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangan nya.
Cast Pemain Anna (Anak kedua Tuan Carlos dan Nyonya Dewi, adik perempuan Gaven)
Namanya Joanna Ella Carlos. Biasa dipanggil Ella. Umurnya baru 19 tahun. Dia kuliah di Jerman semester 5. Dia menekuni bidang fashion. Sifatnya ceria, manja dengan keluarganya, pintar, dan cerewet.
__ADS_1
*****
Tbc