
Dan akhirnya di sinilah kedua anak manusia itu sekarang. Menelusuri trotoar yang ada di taman kota yang banyak di hiasi lampu lampu taman yang menyala benderang. Banyak sepasang muda-mudi yang memang sedang menikmati suasana malam hari ini.
Taburan bintang berkelipan, bulan sabit yang menawan serta semribit angin malam turut menemani Lyra dan Gaven saat ini.
Lyra yang memakai baju dengan one shoulder merasa kedinginan, saat angin malam berhembus kencang. Menyapu satu pundaknya yang telanjang. Lyra memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya dan hal itu tertangkap mata Gaven. Gaven yang malam itu menggunakan baju lengan pendek berwarna hitam namun tidak terlalu ketat ditubuhnya di bubuhi jaket yang sedikit tebal serta celana jeans berwarna navy. Gaven mencopot jaketnya dan memakaikan di pundak Lyra. Lyra sedikit salah tingkah dan semburat merah timbul di pipinya.
"Ini tidak perlu kak" kata Lyra saat akan mencopot jaket milik Gaven
"Sudah tidak usah di copot. Pakai saja Ra" kata Gaven. Gerakan tangan Gaven mencegah Lyra mencopot jaketnya
"Lalu Kak Gaven gimana? ini malam nanti Kak Gaven kedinginan"
"Tidak apa-apa. Aku memang sengaja ingin menikmati angin malam saat ini" kata Gaven menatap Lyra
"Bersama mu" lanjut Gaven masih menatap dalam Lyra
__ADS_1
Lyra hanya berdehem menetralkan rasa gugupnya karena serangan mendadak dari Gaven yang membuat dada nya berdegup cepat sekali. Jangan lupa kan pipi merah nya yang timbul sangan kontras dengan warna kulit nya yang putih. Gaven terkekeh geli melihat ekspresi Lyra.
"Sungguh menggemaskan" gumam Gaven dengan lirih
"Kak Gaven bicara apa?" tanya Lyra. ia mendengar Gaven bergumam tidak jelas
"Oh, tidak....bukan..maksudku.... Hanya aku benar-benar senang sekali malam ini. Akhirnya aku juga bisa bertemu dengan mu lagi" jelas Gaven walaupun suaranya terdengar gagap. Dan sekarang gantian Lyra yang terkekeh menyadari bahwa laki-laki di sampingnya ini mempunyai rasa gugup juga
"Oh, tunggu. Aku menyebutnya apa tadi? laki-laki? Hei Lyra, sadar. Dia Kak Gaven. Dia sudah seperti kakak mu sendiri. Mana mungkin dia menyukai gadis seperti mu" Lyra berbicara dalam hati.
Setelah cukup lama menelusuri trotoar di taman kota, Gaven mengajak Lyra untuk duduk di bangku yang di sediakan di taman.
Cukup lama Gaven meninggalkan Lyra duduk sendirian di kursi taman. Lima belas menit kemudian Gaven datang dengan dua buah cup chocolat hangat. Satu ia berikan kepada Lyra.
"Terima kasih" ucap Lyra setelah menerima cup chocolat hangat itu
__ADS_1
"Kak Gaven liat ada penjual ini dimana?" tanya Lyra
"Tadi waktu kita lewat sini, aku tak sengaja melihat ada kedai minuman di ujung jalan. Dan ku pikir se-cup chocolat hangat bisa menemani malam Indah ini" jelas Gaven
Lyra dan Gaven duduk bersebelahan di satu kursi taman yang sama. Mereka memandang langit malam. Hening kembali. Hanya suara angin yang terdengar di kedua telinga masing-masing dua manusia tadi.
Sampai kemudian....
"Kak Gaven, apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Lyra menoleh ke arah Gaven
"Silahkan. Jika pertanyaan nya tidak sulit ku pastikan aku bisa menjawab nya" jawab Gaven menoleh ganti ke arah Lyra
"Aku sebenarnya sangat penasaran ingin tanya hal ini pada Kak Gaven" kata Lyra
......
__ADS_1
*****
Tbc