
"Terima kasih tuan. semoga kerja sama kita bisa berjalan dengan lancar dan mendapatkan keuntungan yang maksimal" ucap seorang laki-laki paruh baya sambil menyalami lelaki tampan.
"Saya juga berterima kasih tuan. Tuan sudah mau menerima kerja sama ini" ucap si lelaki tampan.
Ya, lelaki tampan itu adalah Gavendra Edorta Carlos. Namun, sifatnya yang cuek dan gila kerja itu membuatnya masih single sampai usia 30 tahun. Bahkan saat berkumpul dengan para sahabatnya ia selalu menjadi bahan ejekan yang lain. Namun, Gaven tak mempersalahkan itu. Toh, kenyataan nya Gaven adalah lelaki single.
Bukan tanpa sebab Gaven enggan menjalin hubungan dengan perempuan. Lima tahun lalu ia pernah menjalani kisah dengan seorang perempuan cantik. Namun tak disangka, perempuan itu hanya memanfaatkan hartanya saja. Setiap kali pergi berdua perempuan itu selalu minta dibelikan barang-barang mahal dan limited edition. Bahkan, perempuan tersebut dengan tanpa malu meminta credit card kepada Gaven yang notabene nya hanya berstatus sebagai pacar. Gaven memberinya. Namun, lama kelamaan mereka sangat jarang punya waktu untuk bertemu. Bukan tak berusaha, hanya saja jika Gaven meminta perempuan tersebut menemui nya atau sekedar menemaninya makan malam berbagai alasan yang perempuan tersebut lontarkan kepada Gaven untuk menolak ajakan Gaven.
Gaven tak menaruh curiga sama sekali dengan alasan alasan klasik yang perempuan tersebut ucapkan.
Sampai pada malam itu Gaven sengaja datang ke apartemen perempuan tersebut untuk memberikan kejutan. Karena ia tau mungkin kekasihnya kecewa dengan nya yang selalu mementingkan kerja daripada bertemu dengan nya. Dan akhirnya Gaven ingin memberi kejutan berharap kekasih nya tak kecewa pada Gaven
Flashback On
Gaven menaiki lift dan memencet tombol 10. Lift membawanya ke lantai 10 dimana kamar kekasihnya itu berada. Tiba di depan pintu apartemen, Gaven mulai curiga karena pintu apartemen tak sepenuhnya tertutup. Langsung saja Gaven masuk ke dalam. Ia memanggil nama kekasihnya, bukan jawaban yang ia dengar melainkan suara desahan berasal dari kamar.
__ADS_1
Dan, awal Gaven yang ingin memberikan kejutan ternyata ia sendiri yang terkejut. Melihat kekasihnya melakukan perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh suami istri yang sah dengan lelaki lain. Sontak saja perempuan tersebut kaget dan langsung menyudahi kegiatan yang sebentar lagi mencapai puncaknya.
Gaven marah, ia kecewa. Bagaimana bisa ia ditipu mentah-mentah oleh perempuan itu.
"Jadi ini, alasan mu. Yang katanya kau banyak pertemuan dengan orang-orang penting" kata Gaven datar matanya yang tajam menusuk mata perempuan itu
"Bukan seperti itu Gaven. aku.... akuu....."
"Sudah cukup. Aku tak butuh penjelasan dari mu. Semuanya sudah jelas bagiku dengan melihatmu seperti ini. Mulai saat ini, kita putus. Kita tak ada hubungan apa-apa lagi" Kata Gaven dan setelah itu ia langsung pergi meninggalkan perempuan yang menjijikan itu.
"Sial, dia malah melihatku sedang bercinta dengan orang lain. Hah... biarlah. Yang penting aku sudah sedikit puas memerasnya. Lupakan, di depan mu masih ada mangsa lain" kata perempuan itu dalam hati.
Dan sejak hari itu, Gaven menjadi lelaki yang cuek dan dingin kepada perempuan ia tak mau terbodohi lagi oleh kelakuan perempuan seperti dia
Flashback Off
__ADS_1
*
Setelah rapat hampir setengah hari lamanya dan kliennya pergi, Gaven tidak berencana untuk segera beranjak dari duduk nya. Ia masih ingin santai di cafe tempat ia rapat tadi. Suasana yang damai membuat siapapun nyaman berlama lama berada di dalam cafe tersebut.
"Jadwal saya besok apa Galang?" tanya Gaven
"Besok tidak ada jadwal penting ataupun rapat lain tuan" jelas Galang sekretaris Gaven
"Baiklah, besok saya akan berangkat agak siang. Kau juga kalau mau berangkat agak siang silahkan"
"Baik, tuan".
Walaupun sifatnya cuek dan dingin kepada perempuan, namun tidak kepada orang-orang yang sangat berharga di hidupnya. itulah keistimewaan sifat yang ada pada diri Gaven. Ia masih memikirkan urusan orang lain. Dan hal itu lah yang membuat Galang bersumpah setia untuk bekerja kepada Gaven.
*****
__ADS_1
Tbc