Dokter Cantik Milik Ku

Dokter Cantik Milik Ku
Menggoda


__ADS_3

Tolong dukung cerita ini dengan like, komen, dan vote ya para reader's. Karena Like, komen dan vote dari kalian sangat berarti bagi author. Biar author nya tambah semangat buat up. He he


*


Setelah mengakhiri pertemuan nya dengan klien atau lebih tepatnya Kak Leon, Gaven tidak pulang namun ia mampir terlebih dahulu membelikan makanan untuk kedua orangtua nya yang sedang menemani Anna di rumah sakit. Gaven berencana untuk menengok adik nya sebentar sebelum pulang ke rumah.


Sampai di parkiran rumah sakit. Gaven turun dari mobil yang di kemudikan oleh sopirnya. Berjalan menuju ruangan adiknya di rawat. Selama berjalan banyak pasang mata yang menatap kagum Gaven. Tampang nya yang tampan, postur tubuh tinggi dan jangan lupa mata nya yang tajam menambah kesan menawan bagi siapa saja yang menatap nya.


Gaven hanya melangkah kan kaki nya tanpa memperdulikan tatapan para penghuni rumah sakit. Bagi Gaven, hal tersebut sudah biasa ia terima.


*


Sampai di ruangan sang adik, ternyata Anna sudah sadar. Anna menyandarkan punggung nya di bed rumah sakit yang di buat semi flower. Di ruangan juga masih ada mama dan papa nya menemani Anna.


"Bagaimana keadaanmu, Anna?" Gaven langsung menghampiri Anna setelah memeluk kedua orang tua nya


"Sudah baikan kak"


"Apa kamu merasa pusing? Atau merasakan sesuatu yang aneh di kepalamu?"


Anna hanya menggeleng, menjawab pertanyaan sang kakak

__ADS_1


"Kamu tenan nak, tadi sudah ada dokter yang kemari memeriksa keadaan Anna" kata Mama Dewi menenangkan Gaven


"Lalu apa kata dokter nya ma?"


"Adikmu memang tidak mengalami cidera kepala yang parah. Tapi masih harus di rawat di sini dan masih harus diperiksa lebih lanjut sampai sembuh total" Kata Papa Carlos. Papa nya lah yang menjawab pertanyaan Gaven


"Syukurlah. Jam berapa tadi Dokter Lyra memeriksa Anna?" tanya. Gaven


"Dokter Lyra?" tanya Mama Dewi dengan wajah bingung nya.


"Dokter yang memeriksa Anna namanya Dokter Lyra kan" jelas Gaven


"Tadi yang memeriksa Anna bukan Dokter Lyra nak, namanya Dokter Vina. Dari wajahnya mungkin dia sudah berkeluarga" jelas Mama


"Dia yang tadi memeriksa mu pertama kali. Kakak juga tadi bertemu dan berbicara dengan nya mengenai keadaanmu" jelas Gaven


"Perempuan pasti cantik? Iya kan kak?" goda Anna sambil menaik turunkan alis nya


"Kalau perempuan tentu cantik lah. Mana ada perempuan ganteng" sewot Gaven menjawab pertanyaan Anna


"Hahaha, kenapa jawaban Kak Gaven sewot begitu" tanya Anna lagi

__ADS_1


"Siapa yang sewot. Kakak biasa aja tuh" Nada bicara Gaven berubah sedikit lembut


"Hahahaha. Aku jadi penasaran dengan Dokter Lyra" kata Anna


"Sudah Anna. Kamu baru sadar sudah tertawa keras seperti itu" Mama Dewi mengingat kan Anna. Dan Anna yang di peringatkan hanya menyengir saja


"Tadi bagaimana dengan pertemuan yang kamu lakukan Gaven?" tanya Papa Carlos


"Semua nya lancar pa dan tentu dengan hasil akhir yang memuaskan" jawab Gaven


"Syukurlah. Kamu tetap harus jeli Gaven. Tapi ingat untuk tak terlalu memaksa. Kamu harus menjaga kesehatan mu juga" kata Papa Carlos. Sebenarnya Papa Carlos adalah papa yang sangat perhatian hanya saja terkadang ia menunjukkan perhatiannya dengan cara yang kurang pas. Seperti tadi. Papa Carlos menanyakan tentang bagaimana jalannya pertemuan Gaven dengan klien kerja sama nya. Tapi sebenarnya Papa Carlos juga ingin mendapatkan jawaban bahwa anak laki-laki nya Gaven baik-baik saja. Bohong, bila pertemuan dengan klien seperti itu tidak menguras tenaga malahan lebih dari itu. Menguras pikiran juga. Maka dari itu Papa Carlos ingin memastikan bahwa anak laki-laki nya itu dalam keadaan baik-baik saja.


"Kamu tidak pulang ke rumah nak?" Tanya mama kepada Gaven


"Gaven akan pulang setelah ini. Apa mama dan papa akan disini menemani Anna?"


"Hanya mama saja. Papa akan pulang kasian kalo papa harus ikut menemani adikmu disini"


"Baik ma"


*****

__ADS_1


Tbc


__ADS_2