Dokter Cantik Milik Ku

Dokter Cantik Milik Ku
Ternyata


__ADS_3

"Kamu....." ucap Lyra


Perempuan tersebut tak bergeming saat Lyra memanggilnya. Ia malah memanggil kekasihnya


"Sayang, aku mau gaun ini" ucap perempuan ini


"Hei Clarisa ini gaun milik Lyra" kata Tania sambil merebut kembali gaun tersebut


"Gaun ini masih belum di miliki orang lain. Dan pemilik nya adalah aku" kata Clarisa


"Tapi, Lyra duluan yang memilih gaun ini. Dan akan segera Lyra bayar" Tania masih kekeh mempertahankan gaun tersebut


"Sudahlah Tan, berikan saja gaun itu kepadanya" kata Lyra


"Kamu lihat? dia menyerahkan gaunnya kepada ku. Karena dia pasti tak akan mampu membelinya" Clarisa menatap tajam Lyra.


Lyra hanya menghela nafas. Begini lah. Setiap kali bertemu Clarisa, kata kata tajam yang keluar dari mulut Clarisa untuknya.


"Sayang ada apa? kenapa rame rame si?" suara laki-laki itu terdengar tak asing bagi Lyra. Dan munculah laki-laki itu


"David....." Lyra kaget. Itu benar-benar David. Suara yang ia rindukan setelah hampir satu minggu lebih Lyra tak mendengarnya. Dan apa? ia mendengar kata sayang keluar dari mulut David? ditujukan untuk siapa kata sayang itu?

__ADS_1


"Sayang, aku mau gaun ini. Tapi perempuan itu tak mau mengalah untuk ku" kata Clarisa manja kepada David


"Tolong berikan gaun itu untuk Clarisa"


"David apa maksudmu? kamu dengan Clarisa? Sayang? Apa maksudmu David...?" Lyra memanas. Mata nya berkaca-kaca membendung air mata. Hatinya bagai di lempar gendam. Sakit rasanya sangat sakit sampai sesak. Lyra masih menahan air mata dan amarahnya. Ia ingin mendengar penjelasan dari David, kekasihnya.


"David tolong jawab aku" kata Lyra sambil mengguncang guncangkan lengan David.


"Jangan pegang tangan kekasih ku" Clarisa mendorong Lyra sampai terjatuh. Tania dengan sigap membantu Lyra untuk berdiri


"David tolong jawab, apa maksudnya?" Lyra sudah tak mampu membendung air mata nya. Luruh sudah air mata itu lolos dari mata cantik Lyra


"Kau jawab pertanyaan nya, brengsek" Tania yang tak sabar memukul lengan David


"Ya, Clarisa adalah kekasihku. Sebentar lagi kita akan menikah. Dan kau Lyra, aku harap mulai sekarang kau lupakan aku. Kita putus"


Bak di lempar bom. Kata kata David benar-benar membuat Lyra sesak. Apa maksudnya? kekasih? menikah? lalu apa arti Lyra selama ini menunggu kabar dari David. Bukan kabar seperti ini yang Lyra tunggu.


"David, kamu bohong kan. Kenapa kamu berpaling David? Kenapa? Apa arti dua tahun hubungan kita ini?" sudah. Lyra sudah tak peduli lagi dengan sekitarnya. Ia menangis. Ia hanya ingin penjelasan yang nyata dari David.


David pun membisikan kata-kata di telinga Lyra.

__ADS_1


"Sudah dua tahun hubungan yang kita jalani. Tapi apa kau pernah memuaskan ku? Kau selalu menolak untuk ku sentuh bukan. Kau tak pernah mau menghargai ku sebagai lelakimu. Lebih baik aku dengan Clarisa. Dia benar-benar menghargai ku sebagai kekasihnya" setelah membisikan kata-kata itu David sedikit menjauh dari Lyra


"Kamu jahat David. Kamu benar-benar Jahat" Lyra menangis mendengar penjelasan David. Itu amat sangat menyakitkan. Lyra sayang dengan David. Tapi bukan seperti itu caranya merealisasikan bukti sayang nya. Memberikan segalanya untuk David? Lyra bukan perempuan yang bodoh.


"Sudah Lyra. Kau terima saja keputusan David. Dan tunggu ya, undangan pernikahan ku dengan David di rumah. Ayo sayang kita pulang" Kata Clarisa.


Lagi dan lagi. Clarisa menjadi penghancur kebahagiaan Lyra. Memang tak pernah puas bagi Clarisa membuat hidup Lyra hancur berantakan.


Tania segera membawa Lyra untuk duduk di sofa di dalam butik milik mama nya.


"Sudah Lyra, lupakan David yang brengsek itu" Tania sedih melihat sahabat cantiknya menangis pilu seperti itu.


"Tania apa aku tak pantas bahagia?" Lyra menangis. Hatinya benar-benar hancur karena David.


"Kamu berhak bahagia Lyra. Kamu tak perlu khawatir. Ada aku disini. Ada mommy dan daddy mu dirumah yang selalu sayang padamu. Kak Leon dan Levi. Ingat mereka. Mereka selalu membahagiakan mu" ucap Tania sambil memeluk Lyra


Lyra pun memeluk Tania tak kalah erat.


Dan ternyata, kejadian itu di saksikan oleh dua laki-laki tampan.


*****

__ADS_1


Tbc


__ADS_2