
"Bagaimana keadaan kamu, Anna?"
"Saya baik-baik saja dokter"
"Tidak ada yang dikeluhkan, terutama bagian kepala?"
"Saya hanya pusing saja dok, dari kemaren sore sampai tadi malam. Tapi tadi pas bangun pusing nya sudah hilang"
"Saya cek tanda-tanda vital kamu dulu ya"
Pagi ini Lyra berjaga di poli penyakit dalam. Setelah tadi malam ia harus pulang jam setengah dua belas karena operasi dadakan.
Dan saat ini Anna adalah pasien yang terakhir yang periksa di poli tempat Lyra berjaga saat ini.
"Tekanan darah kamu rendah Anna. Saya beri resep nanti kamu tebus saja obay nya ya" jelas Lyra
"Kamu hanya pusing saja? Penglihatan kamu tidak kabur setelah mengalami benturan saat kecelakaan kan?" tanya Lyra
"Tidak dokter. Saya hanya pusing saja"
"Syukurlah. Ini resep yang harus kamu tebus nanti. Jangan lupa minggu depan check up lagi ya" ucap Lyra sambil memberikan secarik kertas yang berisi resep obat
"Terima kasih dokter" jawab Anna sambil mengambil resep obat yang berikan oleh Lyra
Setelah pemeriksaan terakhir Lyra di poli. Lyra membereskan meja nya. Namun ada yang aneh. Anna tak segera beranjak dari kursi yang ia duduki di depan meja kerja Lyra
"Ada yang ingin kamu tanyakan, Anna?" tanya Lyra
"Dokter, bolehkah saya minta nomor handphone dokter?" pinta Anna
"Untuk apa Anna?"
"Supaya saat saya ingin periksa dengan dokter, saya bisa pastikan dokter ada di tempat" percayalah, itu hanya akal-akalan Anna saja
"Saya selalu menepati janji saya dengan pasien saya jika di pertemuan sebelumnya sudah membuat janji untuk bertemu, Anna" ya Lyra tak langsung memberikan nomor handphone nya. Karena itu memang privasi nya
"Sebenarnya aku ingin dekat dengan dokter" kata Anna sambil menautkan kedua tangannya di atas meja ruangan poli
"Dekat bagaimana Anna?" sungguh, jika Anna bukan pasiennya Lyra benar-benar ingin mengamuk kepadanya
"Aku ingin dekat dengan dokter. Aku ingin punya kakak yang bisa diajak berbagi bersama. Mendengarkan keluh kesah ku dan mungkin bisa belanja bersama" kata Anna
"Tapi bukankah kamu punya kakak, Anna?. Kamu bisa membagi keluh kesah mu itu pada kakak mu"
"Tapi dia kakak laki-laki ku dokter. Aku ingin merasakan punya kakak perempuan seperti dokter"
Jujur, Lyra tak paham maksud perkataan Lyra ini. Karena ia juga ingin bergegas untuk segera pulang akhirnya Lyra mengalah dan memberikan nomor handphone nya pada Anna
__ADS_1
"Ini kartu nama saya, Anna. Kalo butuh apa-apa telpon nomer itu saja" kata Lyra sambil menyerahkan kartu namanya pada Anna.
Anna yang akhirnya mendapatkan nomor handphone dokter Lyra pun, tersenyum bahagia
"Terima kasih, dokter. Kalo begitu saya permisi" kata Anna.
"Dasar anak muda" guman Lyra melihat Anna.
**
Di dalam mobil perjalanan pulang. Anna menampilkan tampang girangnya sambil memperhatikan kartu nama milik dokter Lyra.
"Ah... aku tak sabar untuk menjalankan misi ku ini, hihi. Dokter cantik pokoknya dokter harus jadi kakak ipar Anna. bagaimana pun caranya" gumam Anna
Saat sedang asyik bergumam, handphone Anna berbunyi menandakan ada panggilan masuk.
"Hallo"
"Apa sudah selesai check up nya?"
"Sudah kak"
"Lalu apa kata dokter Lyra?"
"Semuanya baik-baik saja. Cuma Anna mengeluh pusing akhirnya diberi obat"
"Iya, kakak"
Ya, Gaven tidak bisa mengantar Anna untuk check up pertama di rumah sakit.
Tadi pagi, saat akan masuk ke mobil bersama Anna, tiba-tiba saja Galang, asisten pribadinya menginformasikan kepada nya bahwa harus ke kantor pagi karena ada rapat pertemuan dengan klien. Ya Gaven lupa dengan agenda nya itu. Dan jadilah, janji mengantar adiknya untuk check up terpaksa dibatalkan. Awalnya Anna benar-benar marah pada kakak laki-laki nya itu karena mengikari janji nya. Namun Gaven terus memberi penjelasan dan berjanji akan menemani nya di jadwal check up Anna yang kedua. Setelah mendengar janji itu, Anna pun membiarkan kakaknya pergi ke kantor
Sebenarnya Anna punya tujuan tersendiri mengapa ia merengek meminta kakak nya untuk menemaninya check up. Anna berencana menjodohkan kakak nya Gaven dengan dokter nya yang cantik itu. Anna tau kakak nya sudah jatuh hati pada dokter itu dan kebetulan Anna benar-benar ingin menjadikan Lyra sebagai kekasih kakaknya. Entahlah bagaimana caranya, Anna memang bertekad kuat untuk membuat kedua insan--kakak dan dokter cantiknya itu--saling jatuh hati. Insting nya mengatakan bahwa hal itu akan terwujud suatu saat nanti
**
Lyra yang sudah selesai dengan pekerjaannya bergegas pulang. Bukan pulang ke rumah. Melainkan pulang ke apartemen nya. Ya, Lyra dan Kak Leon memang di fasilitasi oleh kedua orang tuanya masing-masing satu unit apartemen. Sebenarnya itu adalah hadiah ulang tahun mereka saat masing-masing berumur tujuh belas tahun. Namun, baik Lyra maupun Kak Leon jarang mengunjungi apartemen mereka, karena mereka lebih suka untuk tidur rumah dan berkumpul bersama sama.
Lyra maupun Kak Leon hanya sesekali akan ke apartemen mereka saat mereka benar-benar sedang membutuhkan waktu untuk menyendiri entah karena terlalu lelah dengan dunia pekerjaan mereka atau hanya untuk sekedar merenung.
Sampai di apartemen nya di lantai tujuh, Lyra menjatuhkan diri nya di atas rajang. Menengadah ke atas melihat langit-langit apartemennya.
"Sudah lama tidak ke sini" kata Lyra
Lyra merogoh tas nya mencari handphone nya
Lyra : Tan, nanti malam sibuk?
__ADS_1
Lyra mengirim pesan kepada sahabatnya itu. Tak lama kemudian handphone nya berbunyi menandakan pesan masuk
Tania : No, baby. Why?
Lyra : nanti malam ke cafe ya. Udah lama kita nggak ketemu
Tania : kenapa? kangen kan lo sama gue
Lyra : Ya, terserah mau lo deh. Jam 7 dateng ke cafe
Tania : Siap sayangkuh
Lyra melirik jam di dindingnya. Jarum jam itu menunjukkan pukul lima sore.
"Istirahat dulu sebentar deh" gumam Lyra
**
"Jadwal saya besok apa Galang?" tanya Gaven
"Besok ada rapat bersama devisi keuangan jam delapan pagi. Setelah makan siang ada rapat dengan perusahaan TS" jelas Galang
"Siapkan semuanya untuk besok. Hari ini saya pulang lebih awal karena ada janji dengan teman saya. Kau langsung pulang saja Galang"
"Baik tuan. Jika anda butuh sesuatu anda bisa hubungi saya"
"Ya, terima kasih untuk hari ini"
"Capek juga. Sial gara-gara harus rapat tadi pagi nggak jadi ikut Anna check up" gumam Gaven
Kak Leon is Calling...
"Hallo, kak"
"....."
"Ini aku sudah selesai. Jadi kan hari ini?"
"....."
"Oke. kita ketemu disana"
Ya, hari ini memang pertemuan perdana Gaven dengan Kak Leon as a friends. Bukan sebagai kolega.
*****
Tbc
__ADS_1