
*****
Setelah selesai melakukan pemeriksaan kepada semua pasien, Lyra kembali ke ruangannya. Dia duduk bersandar di kursi kebesarannya.
"Ah, kenapa hari ini terasa lelah sekali?" kata Lyra sambil mencopot sneli nya
"Huh..Ketemu lagi dengan lelaki tampan itu. Dan ternyata kakak dari nona muda itu. Tapi tadi aku merasa dia menatapku terlalu intens" gumam Lyra sambil menutup mata menyandarkan punggungnya di sandaran kursi
"Ah, mungkin dia menyukaiku? Oh astaga, kenapa aku pede sekali" kekeh Lyra karena memikirkan bahwa lelaki tersebut menyukai dirinya
"Sudahlah. Biarkan"
Lyra tetap setia dengan posisi enaknya. Duduk bersandar di kursi kebesarannya. Sambil melihat handphone dan mengecek apakah ada kabar dari David. Entah kenapa sudah seminggu lebih David tak memberinya kabar, seolah hilang ditelan bumi. Lyra sebenarnya cukup gelisah memikirkan kemana kekasih nya itu. Apakah sesibuk itu sampai David tak bisa meluangkan waktunya untuk sekedar membalas atau memberinya kabar.
Lyra : sayang, kamu kemana si?
Lyra : sesibuk itukah kamu sampai tak bisa membalas atau memberiku kabar tentangmu?
Pesan pesan itu hanya terceklist dua tanpa ada tanda-tanda bahwa telah terbaca oleh sang penerima.
"Ah, David kemana si? Baru kali ini dia bersikap seperti ini" teriak Lyra di dalam ruangan.
"Oke, sepertinya shopping bisa mengembalikan mood ku. lebih baik aku pergi ke mall" akhirnya Lyra kembali mengalah dengan emosi nya. Lyra tak ingin emosi nya menang menguasai dirinya.
__ADS_1
Lyra : Tan, shopping yuk
Tania : Siap, tuan putri
Lyra : Pakai mobilku aja ya
Tania : Oke, kita ketemu di parkiran
Akhirnya Lyra bersama Tania pergi ke mall.
*
Di lain tempat
Dan ternyata benar, sampai di ruangan VVIP tempat pertemuan tersebut sudah ada dua orang laki-laki telah duduk di meja ruangan, dia adalah pemilik perusahaan AD dan asisten pribadinya.
“Selamat siang tuan, saya minta maaf karena anda harus menunggu saya” kata Gaven mengawali pertemuan tersebut
“Tidak apa-apa tuan. Saya juga baru saja sampai” kata laki-laki tersebut.
“Saya Leon Alvarendra dan ini asisten pribadi saya Alex” ucap laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya bermaksud untuk berjabat tangan
Gaven mematung. Sahabatnya yang telah lama ia cari keberadaannya ternyata ada didepannya saat ini.
__ADS_1
“Hei, Kak. Kau tak mengenaliku?” kata Gaven
Kak Leon mengernyitkan dahi nya. Apa maksud calon rekan kerja nya ini? Malah memanggilnya kak? Kak Leon diam. Dia memandang dalam wajah di depannya ini.
“Aku Gavendra Edorta. Kau masih tak mengenaliku” ucap Gaven sambil menerima jabat tangan karena orang yang ada di depannya tak kunjung menjawab pertanyaan nya
Dan seketika Kak Leon berkata
“Jadi ini kau? Hei kemana saja kau anak muda?” kata Kak Leon memeluknya layaknya pelukan seorang sahabat
“Panjang cerita nya kak. Aku mencari mu selama ini. Aku pernah 3 kali datang ke rumah mu yang dulu tapi selalu sepi. Kau sekarang tinggal dimana?”
“Ah, aku pindah tapi masih di kota yang sama. Bagaimana kabar mu Gaven?”
“Seperti yang kau lihat kak.aku tumbuh menjadi laki-laki tampan” jawab Gaven sambil terkekeh
“Dan sepertinya kau tumbuh di kelilingi kebahagiaan kak?”
“Ya, bisa kau lihat. Aku juga tumbuh menjadi laki-laki yang tampan dan berwibawa” jawab kak leon. Kak Leon dan Gaven pun tertawa bersama
*****
Tbc
__ADS_1