
Gaven POV
Malam ini benar-benar malam yang sangat membahagiakan bagiku. Bayangkan saja, setengah jam yang lalu aku menghabiskan malam bersama orang yang selama ini cari dan ku rindukan. Ya walau hanya menikmati dinginnya angin malam dan sekedar bertanya kabar, sungguh itu sangat membahagiakan bagiku. Oh God. Ini kenapa aku agak lebay gini si? Mirip anak ABG yang lagi jatuh cinta.
Kaget nggak percaya si awalnya. Ternyata yang selama ini aku cari udah ada di depan mata dan sering ketemu. Bodohnya aku nggak bisa ngenalin Lyra. Dulu Lyra kecil itu cantik, anaknya centil giliran udah gede jadi agak pendiem makanya susah ngenalin kalo itu Lyra kecil yang selama ini aku rindukan.
Setengah jam yang lalu Gaven mengantar Lyra pulang ke rumah nya. Dan saat ini Gaven tengah tidur terlentang di kasur king size nya di kamar nya sambil mengenang kejadian tadi.
**
"Dulu, kenapa Kak Gaven tiba-tiba menghilang?" tanya Lyra
__ADS_1
"Bukan menghilang sebenarnya. Nenek dari papa yang tinggal di London tiba-tiba sakit. Nenek punya permintaan ke papa dan sekeluarga untuk pindah kesana. Katanya Nenek ingin menghabiskan waktu terakhir nya bareng sama papa dan mama. Karena papa anak tunggal akhirnya papa nurutin keinginan nenek. Karena papa juga nggak mau nanti nya menyesal kalo nggak bisa berbakti sama nenek. Akhirnya kami sekeluarga pindah ke London. Tak lama kami menetap di sana, nenek akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Tinggal kakek sendirian. Awalnya kami berencana memboyong kakek untuk ikut saja ke Indonesia, tapi kakek nggak mau. Akhirnya kami yang mengalah untuk menetap di London lebih lama demi kakek. Namun dua tahun kemudian kakek juga ikut menghembuskan nafas terakhir nya. Cukup sedih bagi papa karena jarak antara nenek dan kakek meninggalkan kita tidak begitu jauh. Dan itu membuat papa menjadi lebih pendiam. Cukup lama papa menjadi pendiam, sampai akhirnya papa mengikhlaskan kepergian nenek dan kakek" jelas Gaven
"Maaf aku tidak tau kak" kata Lyra
"Tidak apa-apa Ra" katanya sambil tersenyum
"Jadi sudah berapa lama Kak Gaven pulang dan menetap lagi di Indonesia?"
Lyra hanya tersenyum mendengar perkataan Gaven.
**
__ADS_1
Lyra POV
Hari ini aku bertemu dengan seseorang yang sudah lama aku cari dimana keberadaan nya. Dan parahnya ternyata orang yang selama ini aku cari sering bertemu dengan ku. Kak Gaven. Bertemu dengannya setelah lama berpisah menjadikan ku sedikit gugup saat mata nya tak sengaja menatap mataku. Upps, apa tadi? berpisah? Hellaw Lyra, Kak Gaven tak mungkin merasa berpisah dengan mu.
Uh.. Harus ku akui. Kak Gaven tumbuh jadi laki-laki dewasa yang tampan. Dia juga berhasil mengemban tugasnya memajukan perusahaan papa nya.
Rasanya belum cukup bersama dengannya menghabiskan malam bersama tadi. Sebenarnya aku masih ingin bersama Kak Gaven, bercerita banyak tentangku saat dia tak ada di sisiku. Selain Kak Leon dan Papa, Kak Gaven adalah satu-satunya laki-laki yang selalu ada untukku. Dulu. Dia akan selalu menemaniku saat aku kesepian, bahkan aku masih ingat dulu waktu Kak Leon tak memperbolehkan ku ikut bermain dengannya, ada Kak Gaven yang membelaku, memperbolehkan ku ikut bermain. Bahkan dia yang memboncengku. Bolehkah, aku mengharap Kak Gaven selalu ada di sisiku lagi--seperti dulu--selama nya?
***
Tbc
__ADS_1