
Sudah satu jam lebih Lyra, Tania, Kak Leon, Gaven dan Kak Adit menghabiskan waktu berkumpul bersama di kafe milik Lyra. Dan satu jam itu terasa sangat cepat bagi Gaven untuk sekedar berbasa basi dengan Lyra sambil menatap wajah cantiknya. Lyra sendiri sebenarnya merasakan detak jantung nya berdegup lebih kencang saat berbicara ataupun tak sengaja bertatapan dengan Gaven, namun sebisa mungkin ia menjaga ekspresi agar tidak terlihat gugup.
"Jadi, kapan Kak Leon ketemu lagi sama Kak Gaven?" tanya Lyra
"Awalnya gara-gara pertemuan pertama kita untuk membahas kerja sama ya Gav, dan ternyata Gaven yang pertama menyapa kakak dulu. Awalnya kakak bingung ini siapa orang sksd banget ama gue. Eh, ternyata si Gaven" jelas Kak Leon
Lyra yang mendengar kan cerita Kak Leon sesekali menoleh ke arah Gaven. Gaven dengan antengnya tersenyum manis jika Lyra menoleh ke arahnya.
Di saat Kak Leon, Gaven dan Kak Adit bercerita flashback tentang masa lalu, handphone Lyra berbunyi menandakan ada panggilan masuk
"Hallo...." jawab Lyra
"......"
"Oh ya boleh, ada perlu apa dok?"
"......"
"Malam ini juga? Jam berapa?"
"......"
"Beri saya waktu tiga puluh menit untuk sampai di sana"
"......"
"Sama-sama dok"
Lyra menghela napas panjang setelah telepon itu mati. Aktivitas Lyra tak luput dari ke empat orang yang tengah duduk di meja yang sama dengan Lyra
"Ada apa Ra?" tanya Tania
__ADS_1
"Aku harus ke rumah sakit. Dokter Vivi nyuruh aku buat gantiin dia operasi" jawab Lyra
"Sekarang banget dek?" tanya Kak Leon
"Yes" Lyra menjawab dengan sedikit lesu
"Udah malem kamu jangan nyetir sendiri" kata Kak Leon
"Iya aku naik taksi" jawab Lyra
"Jangan naik taksi dong...." belum juga Kak Leon selesai bicara Lyra menyela
"Ya terus aku harus gimana kalo nggak naik taksi?" kata Lyra dengan nada agak sewot
"Toh Kak Leon ada perlu sendiri kan?" kata Lyra lagi
"Lyra sama gue aja, Kak. Sekalian gue pamit pulang" kata Gaven
"Udah Lyra, gapapa kamu ama Gaven aja. Ini nggak papa kan Gav?" tanya Kak Leon
"No prob, bro" jawab Gaven sambil beranjak dari tempat duduk nya
Lyra sendiri masih enggan berdiri. Namun Tania langsung menarik Lyra agar segera berdiri
"Udah buruan Ra. Kasian pasienmu" ucap Tania
"Iya deh. Aku duluan. Kak Leon, Kak Adit, Tania aku duluan ya" kata Lyra sambil menyalami Kak Leon.
Dan Kak Leon mengangguk kemudian memeluk dan mengelus kepala Lyra
"Hati-hati. Sorry ngrepotin Gav" kata Kak Leon
__ADS_1
"Santai aja kak. Yuk Ra" ajak Gaven
Lyra pun mengekor di belakang Gaven menuju ke parkiran dimana mobil Gaven terparkir.
Setelah Gaven dan Lyra keluar dari kafe, Tania pun ikut pamit untuk segera pulang
"Yaudah kalo begitu, Kak Leon, Kak Adit, aku pulang dulu deh. Udah malem juga" Tania pamit sambil menenteng tas nya
"Lah, pamit sekalian kamu Tan? Kamu pulang naik apa?" tanya Kak Leon. Bagaimanapun Tania adalah teman dekat Lyra jadi Kak Leon juga menyayangi Tania seperti adiknya sendiri.
"Aku naik mobil kok kak" jawab Tania
"Udah tenan Le, Tania biar gue ikutin dari belakang. Gue juga ikut pulang ye" Kata Kak Adit
"Lah nggak perlu kak. Udah aku udah biasa juga" cegah Tania
"Udah diem deh" kata Kak Adit
"Iya bener kata Adit, Tan. Biar Adir ngikutin kamu dari belakang. Jaga-jaga udah malem juga soalnya" kata Kak Leon
"Yaudah, aku pamit ya kak" Tania pamit ke Kak Leon
"Duluan ya Le" Kak Adit pun ikutan pamit
"Gercep ye" goda Kak Leon kepada Kak Adit
Sedangkan Kak Adit hanya mengedipkan mata nya sambil menempel kan jari telunjuknya ke bibirnya.
*****
Tbc
__ADS_1
Kencengin Vote nya dong. Biar Up nya juga kenceng 😍