Dokter Cantik Milik Ku

Dokter Cantik Milik Ku
Apa Kabar


__ADS_3

"Ra, kamu tau tadi laki-laki yang satunya lagi siapa?" tanya Tania


Mereka sedang berada di dapur cafe, membuat makanan dan minuman khusus untuk Kak Leon, Kak Adit dan Gaven. Tapi hanya Lyra yang masak, Tania hanya menjadi pengganggu saja


"Namanya Gaven" jawab Lyra sambil menuangkan pasta ke piring


"Kamu udah kenal tu laki-laki?"


"Sebenarnya Gaven tu kakak laki-laki dari pasien ku di rumah sakit si. Kenal ya gara-gara waktu itu aku yang meriksa adiknya. Aku juga nggak tau kenapa Kak Leon bisa kenal Gaven" jelas Lyra


"Ganteng tau Ra. Pacarin gih"


"Enak aja pacarin pacarin. Aku tau aku baru aja patah hati, tapi nggak gitu juga kali Tan" jawab Lyra


"Tapi ya Ra, tadi aku perhatiin muka nya keknya dia rada-rada ada tampang terkejut gitu nggak si? Kek wajah orang penasaran gitu lo. Tau kan maksud ku?"


"Iya si. Tadi tu pas aku manggil Kak Leon dengan sebutan kakak, dia tu kek terkejut melongo gitu si Tan" jelas Lyra


Kemudia hening. Tak ada percakapan kembali antara Lyra dan Tania. Hanya ada suara piring dan sendok. Tania sendiri sibuk mengelapi sendok yang akan di gunakan. Sedangkan Lyra terus berpikir sampai akhirnya


"Apa itu Gaven temen Kak Leon yang dulu?"


"Ra...." panggil Tania kepada Lyra. Tania sendiri masih menata hidangan di nampan


tak ada sautan dari Lyra

__ADS_1


"Ra....." panggil Tania lagi. Tapi nihil jawaban.


Akhirnya Tania berbalik dan mengguncang tubuh Lyra


"Ra....." dengan sedikit berteriak, akhirnya Lyra sadar


"Oh, ya. Kenapa Tan" jawab Lyra


"Kamu kenapa si? mikirin sesuatu? di panggil sampe tiga kali lho..."


"Enggak mikirin apa-apa si. Eh udah selesai?"


"Udah nih. Yuk"


Akhirnya Lyra dan Tania keluar dari dapur menuju meja yang di tempati Kak Leon dan teman teman nya. Lyra membawa nampan yang berisi piring, sedangkan Tania membawa nampan yang berisi gelas minuman.


"Silahkan dimakan" ucap Lyra


"Makasih" jawab sama-sama


"Lyra kamu masih inget ama Gaven?" Kak Leon memulai percakapan di tengah-tengah mereka melahap makanan


"Gaven, tuan Gaven ini?" tanya Lyra


"Iya" jawab Kak Leon

__ADS_1


"Dia kakak dari pasien aku yang pernah aku periksa waktu itu" jawab Lyra. Memang seperti itu yang Lyra tau


"Selain itu...?" tanya Kak Leon kembali


"Selain itu...?" Lyra malah berbalik tanya kepada Kak Leon


"Kamu nggak inget Gaven?" tanya Kak Leon


setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Kak Leon, Lyra terkejut


"Jangan bilang ini Kak Gaven yang suka main sama Kak Leon dulu itu" Lyra menjawab sambil menatap Kak Leon dan Gaven secara bergantian


Sedangkan Gaven hanya melemparkan senyum manis nya kepada Lyra


"Nah, tu tau" jawab Kak Leon


"Hai Lyra, ternyata kamu udah gede ya. Dulu padahal masih suka nangis kalo ditinggal Kak Leon main" jawab Gaven


Setelah mengetahui kebenaran siapa Gaven, tiba-tiba saja hati Lyra berdegup kencang. Entah kenapa degupan itu semakin cepat saat mata Gaven dan Lyra saling bertatapan.


Lyra menarik napas panjang. Bertujuan perasaan berdegup nya ini hilang secara perlahan. Untuk mengalihkan rasa itu, akhirnya Lyra memberanikan diri sekedar berbasa basi menanyakan kabar Gaven


"Ternyata tuan Gaven ini Kak Gaven? apa kabar kak?" tanya Lyra


"Seperti yang kamu lihat, Lyra. Kabar kakak baik-baik saja" jawab Gaven dengan dibarengi senyum manis dan tatapan mata yang tajam namun meneduhkan kearah Lyra

__ADS_1


*****


Tbc


__ADS_2