
*****
Pagi hari di hari berikutnya.
Hari ini hari yang baru bagi Lyra. Ia sudah bertekad akan membuka lembaran baru dan menghapus kenangan lama. Lyra sudah berjanji untuk belajar mengikhlaskan dan berdamai dengan hatinya. Fokus Lyra saat ini adalah menjadi dokter yang disegani semua orang karena sikap dan prestasinya, juga ingin membuat kedua orangtua, Kakak dan adik laki-laki nya bahagia.
Setelah selesai sarapan bersama dengan mommy daddy dan Kak Leon, Lyra berangkat menuju ke rumah sakit seperti biasanya. Namun hal yang tak biasa untuk hari ini adalah Kak Leon memaksa Lyra untuk berangkat bersama satu mobil. Kekuasaan yang tertua tentu yang akan menang. Ya, dengan paksaan sang kakak akhirnya Lyra kalah dan harus ikut berangkat bersama menggunakan mobil yang sama
Bukan apa-apa, Kak Leon masih akan terus mengawasi adik perempuannya itu paling tidak sampai tiga hari kedepan karena untuk mengantisipasi jika adiknya berbuat macam-macam yang membahayakan dirinya sendiri. Bukannya Kak Leon tak percaya dengan Lyra, tapi rasa khawatir nya yang di rasakan sang kakak terhadap adik perempuannya
"Nanti kalo kamu mau pulang, bilang kakak. Biar kakak jemput kamu" kata Kak Leon sebelum Lyra turun dari mobilnya
"Lyra gampang nanti lah pulangnya naik apa. Kan ada Tania juga kak" jelas Lyra
"Baik lah. Selamat bekerja semoga hari ini menyenangkan!" menyalami Lyra dan mencium kening Lyra.
Di keluarga Adijaya, mereka tak segan menunjukkan kasih sayang kepada sesama saudara. Mama Cintya juga menerapkan prinsip tersebut. Itukah mengapa sampai sebesar ini budaya Salim menyalami dan mencium kening masih dilakukan oleh Lyra dan Saudara-saudara nya.
"Semoga hari mu menyenangkan juga kak. Hati-hati di jalan"
Setelah keluar dari mobil kakak nya, Lyra pun berjalan menuju ruangan nya.
*
Setelah berdiskusi dengan perawat Lyra akhirnya memulai kegiatan pertamanya. Mengunjungi pasien, menanyakan keadaan dan mendengarkan keluhan. Lalu dengan segenap hati Lyra berusaha mencari cara agar kesakitan yang di rasa oleh pasiennya lekas menghilang.
__ADS_1
Sampai di bangsal VIP Lyra berkeliling memeriksa satu per satu pasiennya.
"Permisi Nona. Bagaimana keadaan anda saat ini? apa yang anda rasakan?" Lyra secara beruntun memberi pertanyaan kepada pasien perempuan muda nya ini
"Saya baik dokter" Jawab Anna.
Lyra masuk ke ruangan Anna. Dan ternyata di sana sudah ada kakak nya yang kemarin menemui nya, Gaven.
"Apa anda merasakan sesuatu yang mengganjal di kepala anda?"
"Tidak dokter, saya sudah baik-baik saja"
"Baiklah. Karna keadaanmu sudah baik-baik saja. Nanti sore anda sudah boleh pulang. Tapi anda masih harus check up paling tidak satu minggu sekali selama tiga minggu.
"Kenapa masih harus check up, dokter?" itu adalah pertanyaan dari Gaven. Ia dari tadi hanya mampu diam takjub memandangi dokter cantik yang sedang memeriksa keadaan adiknya ini
"Apa itu berbahaya untuk saya dokter?" giliran Anna yang mengajukan kepada dokter cantik itu
"Tidak, selagi tidak ada cidera yang serius. Kamu jangan khawatir ya" jelas Lyra sambil tersenyum. Lyra mengubah panggilannya menjadi tak seformal tadi. Ia tau pasiennya ini sedikit gelisah dan Lyra bertugas untuk menenangkan kegelisahan pasien nya tersebut.
"Ada yang ingin di tanyakan lagi?" tanya Lyra
"Dokter, dokter tau kalo laki-laki ini kakak saya?" Anna bertanya sambil menunjuk ke arah Gaven. Sedangkan Gaven yang di tunjuk adiknya hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuk kepalanya
Lyra yang mendapat pertanyaan nyeleh tersenyum kemudian...
__ADS_1
"Tentu saya tau. Kemarin kakak kamu yang pertama kali menemui saya menanyakan kondisi kamu"
"Oh begitu. Ku kira dokter sudah kenal kakak ku di luar rumah sakit" Anna menjawab nya dengan menunjukkan ekspresi wajah pura-pura sedih
Dan Gaven yang mendengar jawaban nyleneh adiknya itu merasa malu sekaligus ingin menampol adiknya. Membuatnya malu sangat malu sampai ingin menyembunyikan adiknya saja
"Maafkan adik saya Dokter Lyra. Dia sering berkata aneh seperti itu" akhirnya Gaven pun meminta maaf kepada Lyra
"Tidak apa-apa tuan" jawab Lyra sambil tersenyum
"Kalo begitu saya permisi"
Lyra akhirnya meninggalkan ruangan Anna.
Dan sekarang tatapan tajam Gaven pun di arahkan kepada adiknya.
"Kamu benar-benar ingin memalukan kakak Anna?" Gaven geram sendiri dengan adiknya itu
Dan taukah bagaimana jawaban adik kesayangannya itu?
"Kakak tenang saja. Sebenarnya kakak pun senang kan dengan Dokter cantik itu. Anna berjanji akan membuat dokter itu menjadi kakak ipar Anna. Oke" itulah jawaban Anna dan parahnya sambil mengedipkan satu matanya ke arah kakaknya.
****
Tbc
__ADS_1
Maaf ya jika penulisannya masih belum konsisten. Saya masih pemula 🙏.
Terima kasih yang sudah berkenan mampir dan membaca cerita ini. Terima kasih atas like dan koment nya juga :)