
Pagi hari. Mentari yang memancarkan kehangatan di bumi. Lyra memulai kegiatannya berangkat ke rumah sakit. Setelah dua bulan lalu ia wisuda atas keberhasilannya menyelesaikan studi spesialisnya. Lyra Anastasya Adijaya. Usia nya 26 tahun tergolong usia yang masih muda bagi dokter dokter pada umumnya. Selain cantik, otak nya yang pintar dan bertalenta. Dia sangat disegani oleh siapapun. Terlebih Lyra perempuan yang ramah senyum.
*
Tiba di parkiran rumah sakit. Lyra berjalan menuju bangsal bedah. Agendanya pagi ini adalah memeriksa pasien kelolaannya. Dan jaga di poli bedah.
"Ada berapa pasien yang harus saya visit pagi ini sus?" tanya Lyra sambil mencuci tangan nya.
"Pagi ini ada 7 pasien dok. Dan tadi pagi sekitar jam 5 pasien yang kemarin kita pantau mengalami apnea"
"Lalu bagaimana keadaan nya sekarang?"
"Masih sama seperti kemaren dok. Malah tanda-tanda vitalnya menurun"
"Terus pantau ya. Jika terjadi apa-apa hubungi saya. Yaudah yuk kita mulai"
__ADS_1
"Baik dok"
Lyra berjalan menuju bed bed pasien kelolaannya menanyakan keadaan dan mendengarkan keluhan dari pasien maupun keluarganya. Dengan sabar dan senyum yang selalu menghiasi wajah Lyra seolah memberikan semangat dan harapan tersendiri bagi pasien.
Memang dari kecil, Lyra bercita-cita menjadi dokter. Dan untungnya kedua orangtuanya tak melarangnya. Karena bagaimanapun dokter adalah pekerjaan yang mulia. Dan dalam benak Lyra kecil menjadi dokter adalah hal yang keren karena bisa menyembuhkan orang yang sakit.
Di dalam keluarganya hanya Lyra yang berkecimpung di dunia kesehatan. Kakak dan adik laki-laki nya terjun ke dunia bisnis meneruskan usaha daddy mereka. Dan bakat bisnis tentu saja mengalir di dalam diri Lyra, terbukti ia mempunyai setidaknya 5 cabang Cafe dan Toko Cake nya di beberapa kota.
Dan sebenarnya rumah sakit tempat ia bekerja saat ini adalah rumah sakit milik kakeknya. Kakek Lyra berencana memberikan hak kepemilikan rumah sakit tersebut kepada Lyra, namun Lyra menolak dengan lembut dengan alasan ia ingin menikmati masa nya menjadi dokter spesialis terlebih dahulu.
*
Lyra tak istirahat, karena ia ingin langsung pulang. Ingin mengunjungi cafe nya.
Lyra : Tan, ikut ke cafe yuk
__ADS_1
Tania : Yuk, aku juga udah selesai nih. Tapi bawa mobil sendiri sendiri aja ya
Lyra : Memang kamu mau kemana habis dari cafe?
Tania : Entah aku disuruh mama mengunjungi butiknya sore ini
Lyra : Baiklah. Kita ketemu di cafe ya.
Tania : Siap tuan putri
Setelah bertukar pesan dengan sahabatnya Tania, Lyra langsung beres beres dan tak lupa mencuci tangannya. Mencopot sneli nya. Dan keluar dari ruang poli menuju parkiran.
Tania tau jika cafe yang dimaksud adalah cafe milik Lyra. Tania juga tau jika Lyra bukan anak biasa. Dia adalah cucu pemilik rumah sakit dan anak dari pengusaha sukses nomer dua di Indonesia. Walaupun begitu sifat Lyra yang baik hati dan tak pernah pandang bulu saat berteman membuat Tania sangat menghargai dan menyayangi sahabatnya itu. Dalam pikiran Tania, sudah langka anak orang kaya yang mempunyai sifat seperti Lyra. Walaupun Tania juga anak orang kaya namun kekayaannya tak sebesar kekayaan milik orang tua Lyra.
*****
__ADS_1
Tbc