
"Lyra...."
Panggilan suara itu mengharuskan Lyra menoleh ke sumbernya. Kak Leon dan asisten pribadi nya berdiri di dekat sofa yang di duduki oleh Lyra. Lyra langsung berlari memeluk kakaknya
"Kakak...." hanya kata itu yang keluar dari mulut Lyra. Sambil memeluk kakaknya dan menumpahkan kembali air mata kesaktiannya.
"Kakak sudah lihat semuanya. Kamu harus kuat. Lupakan laki-laki brengsek itu. Kakak tidak mau adik kakak yang cantik ini terus menangisi laki-laki yang tak bertanggung jawab" Kak Leon membalas pelukan Lyra. Mengeratkan pelukannya merasakan kesakitan yang adik perempuan nya rasakan.
"Menangislah. Tapi ingat ini adalah tangisanmu yang terakhir untuk laki-laki gila itu" kata Kak Leon sambil mengelus sayang kepala belakang Lyra
Setelah dirasa tangis Lyra berhenti Kak Leon mengajak Lyra pulang bersama
"Ayo pulang sama kakak" ajak Kak Leon
"Tapi mobil Lyra?"
"Biar nanti kakak suruh orang kakak untuk mengantarkan mobilmu ke rumah"
Lyra mengangguk. Ia mengikuti saja perintah dari Kak Leon. Toh jika di suruh untuk mengemudi sendiri Lyra tak sanggup.
"Tania, aku pulang dulu. Maaf mengacaukan butik mama mu" Kata Lyra
"Tidak ada yang mengacaukan disini Lyra. Sudah sana pulang. Ingat jangan pernah menangisinya kembali. Kalau butuh teman curhat telpon aku kapan pun. Oke?" Jawab Tania
"Oke" Lyra memeluk Tania. Tania pun membalas pelukan Lyra
__ADS_1
"Kami pulang dulu, Tania" Kak Leon pamit
"Tentu kak. Hati hati dijalan. Tolong jaga Lyra" jawab Tania
"Tentu. Itu sudah menjadi tugasku untuk menjaga Lyra"
Akhirnya Lyra dan Kak Leon melangkah menuju parkiran. Lyra pun ikut pulang bersama Kak Leon.
Di dalam mobil, Kak Leon masih memeluk adiknya.
"Kakak kenapa bisa di mall tadi?" Tanya Lyra memecah keheningan di dalam mobil yang melaju membelah kota
"Kakak tadi habis meeting dengan klien kakak. Dan saat kakak akan turun kakak melihat keributan. Ternyata itu kamu"
"Jadi Kak Leon tega melihat adiknya menangis karena sakit hati??"
"Bukan seperti itu. Kita tak bisa sepenuhnya percaya dengan omongan orang-orang kecuali kita sendiri yang melihatnya langsung. Dan kakak ingin agar kamu belajar tak gampang percaya dengan omongan orang lain" jelas Kak Leon
Lyra hanya diam. Mendengarkan dengan cermat kalimat kalimat yang keluar dari mulut Kak Leon
"Jadi sekarang adik kakak yang cantik ini jomblo?" Kak Leon sengaja menggoda adiknya untuk mencairkan suasana
"Kak Leon juga. Jadi kita sama-sama jomblo" Kata Lyra sambil mengerucutkan bibirnya. Kakak nya memang tak mengerti suasana. Dia sedang bersedih malah menyindir statusnya.
"Hahahaha, kata siapa kakak jomblo? kakak sudah punya pacar tau" Jawaban Kak Leon mengagetkan Lyra
__ADS_1
"Kak Leon serius?"
"Serius"
"Kenapa Lyra tak tau?"
"Itu karena Lyra hanya sibuk dengan dunia Lyra sendiri. Tak pernah mau bertanya tentang kakak" mendengar jawaban Kak Leon membuat Lyra seperti tersentil hatinya. Memang Lyra akhir-akhir ini sibuk dengan dunia nya sendiri.
"Lyra minta maaf jika belum bisa menjadi adik kakak yang baik, malah selalu merepotkan kakak" Kata Lyra
"Ya, kakak maafkan. Asal Lyra harus berjanji pada kakak"
"Janji apa?"
"Lyra tak boleh bersedih berlebihan gara-gara masalah ini. Lyra harus bangkit dan tetap menjadi Lyra yang ceria dan murah senyum"
"Baik kak. Tapi kakak juga harus janji. Kakak harus sering curhat sama Lyra, jangan hanya Lyra saja yang curhat sama kakak"
"Oke" Kata Kak Leon.
Dan percakapan Kakak adik itu berhenti bertepatan dengan sampainya di halaman rumah
*****
Tbc
__ADS_1