
*****
"Kau harus mampir ke rumah Gaven" Ucap Kak Leon
"Tentu kak. Tapi tidak sekarang. Adikku sedang di rawat rumah sakit. Jadi aku harus menjaga nya"
"Kenapa dengan adikmu?"
"Dia kecelakaan tadi pagi. Tapi untungnya dia tidak terluka parah. Biasa jiwa anak muda jika sedang di beri kebebasan suka khilaf akhirnya lupa diri" Ucap Gaven
"Cepat sembuh untuk adikmu. Aku belum bisa menjenguknya"
"Terima kasih, kau tidak perlu repot-repot kak. Kalau begitu kita berpisah disini"
"Ya. Hati-hati lah saat berkendara"
Akhirnya Gaven dan Kak Leon berpisah, mengakhiri pertemuan pertama mereka sekaligus terjalinnya kerja sama antar perusahaan mereka.
*
Lyra dan Tania akhirnya sampai di mall. Mereka berencana untuk makan bersama terlebih dahulu sebelum berbelanja.
Sampai di restoran
Lyra dan Tania memesan makanan kesukaan mereka. Lyra yang memang tak mempermasalahkan berat badan memesan makanan karbohidrat berbeda dengan Tania yang hanya memesan makanan ringan saja.
__ADS_1
"Jadi bagaimana, apa David masih belum menghubungi mu?" tanya Tania mengawali percakapan mereka sambil menunggu pesanan datang
"Belum" jawab Lyra sambil menggelengkan kepala nya
"Ada apa dengan laki-laki mu itu? sudah seminggu lebih bukan dia tak memberi mu kabar?"
"Iya. Mungkin dia sibuk"
"Dan kamu terus saja membelanya Ra? Come on Ra, lepaskan saja laki-laki seperti dia"
"Aku sebenarnya juga sudah lelah menjadi kekasihnya. Aku merasa bahwa disini hanya aku yang berjuang. Tapi aku tak ingin gegabah, memutuskan nya begitu saja tanpa ada alasan yang jelas atau minimal aku menemukan kesalahan nya" jelas Lyra
"Dan aku sebagai sahabat mu, akan menjadi pendukung mu dan mendukung 1000% keputusan mu untuk memutuskan hubungan tak sehat ini. Kamu cantik Ra, pintar juga. Masih banyak laki-laki yang mengantri untuk berkencan denganmu jika kamu lupa" kata Tania. Ia memang kesal dengan sahabat cantiknya ini jika berurusan masalah cinta. Selalu saja gampang memaafkan kesalahan David, kekasih sahabatnya ini.
"Aku selalu ada untukmu jika kau lupa. Jadi, bagi lah masalahmu dengan ku jika kamu mau" Kata Tania sambil tersenyum
"Waw, coba saja kau laki-laki. Pasti aku sudah berkencan denganmu" kata Lyra sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Tania
"Hei, walaupun aku jomblo. Aku tak ingin mengubah kodratku ya"
"Aku hanya bercanda, sensi amat si"
"Wah coba dengar. Dari nada bicara nya siapa yang terlihat sensi?"
"Ah sudahlah. Bicara terus membuatku tambah lapar"
__ADS_1
Dan akhirnya obrolan mereka terhenti karena pesanan mereka sudah sampai di depan meja mereka yang di antar oleh pelayan.
*
Setelah selesai dengan kegiatan makan mereka, Lyra dan Tania beranjak keluar dari restoran tersebut. Mereka berencana mengelilingi mal berlantai 4 itu. Tak tanggung tanggung mereka akan pulang nanti jika mall telah sepi. Ya, mereka memang sedikit gila jika sudah bersama. Apalagi aktivitas mereka yang sesama dokter yang menyita banyak waktu berharga untuk menggila bersama.
Disinilah Lyra dan Tania sekarang. Sedang memanjakan tubuh mereka di sebuah salon terbaik di mall itu.
Setelah satu jam lebih menghabiskan waktu di salon, Lyra dan Tania mengunjungi butik milik Mama Tania. Tak banyak yang tau jika Tania adalah anak dari pemilik butik tersebut. Hanya para pegawai saja yang tau.
"Mba, ada koleksi gaun terbaru apa sekarang?" tanya Lyra kepada pegawai butik
Pegawai butik tersebut menyodorkan dua gaun terbagus. Berwarna hitam dan maroon.
Dan Lyra jatuh cinta dengan gaun berwarna hitam. Gaun berjenis bodycon dress dengan pundak yang terbuka. Saat Lyra sedang mencoba gaun tersebut dengan hanya menempelkan di badannya tiba-tiba saja
"Sayang... aku mau gaun warna hitam ini" ucap seorang perempuan sambil menarik gaun yang tengah di coba Lyra
Lyra pun menoleh ke arah perempuan tersebut dan
"Kamu..... "
*****
Tbc
__ADS_1