
"Ma...
"Itu mobilnya kak Rifat,pasti ia kaget kalau sahabatnya ada dirumah kita.
"Ma..
"Kikan bukakan pintu untuk kak Rifat.
"Iya, pergi sana?
"Assalamualaikum,ucap Rifat.
"Walaikumsalam,ini pasti ada maunya?
"Tahu aja, jawab Kikan?
"Papa udah pulang?"tuh, dimeja makan, lagi tungguin kak Rifat.
"Sepertinya ada tamu? "hehm, jawab Kikan disertai dengan anggukkan.
"Hai...
"Alfian,panggil Rifat bahagia?"akhirnya lo bisa kerumah gue juga,susah banget ketemu ama, lo.
"Gara-gara mobil gue masuk bengkel,gue akhirnya numpang mobil papa, lo?
"Akhirnya gue bisa sampai keistana, lo?
"Mam....
"Ini Alfian,teman Rifat yang ngajak ngekos bersamq, hanya demi seorang cewek.
"Tapi, sayang?jodoh mereka ngak lama, wajah Rifat melihatkan rasa kesedihan untuk sahabatnya.
"Ngak apa-apa,gue udah ikhlas sekarang, awal-awal kepergiannya hidup gue terasa hampa banget.Hampir saja gelar S1 gue hilang, kalau ngak cepat diseleaikan,ucap Alfian getir.
__ADS_1
"Artika anak lo, ngak dibawa?tanya Rifat lagi.
"Gila, lo! masak gue kerja bawa anak, kebandung."Siapa yang jagain?
"Kikan hanya bisa bengong melihat mereka berdua bicara.
"Kak Rifat bisa ngak, kalau ceritanya nanti dilanjutkan setelah makan. "Kikan bingung dengarinnya, karena ngomongnya cepat banget.
Semua orang tertawa,mendengar ucapanku.
"Hahah...
"Baiklah nona kecil, kita akan lanjutkan diruang tamu.
"Boleh,nanti mama bawakan cemilan.
Akhirnya setelah selesai makan mereka pindah keruang tamu.
"Mengapa ngak nikah lagi, nak Alfian?tanya mama pada dokter Alfian.
"Kalau hanya sekedar menangis, ngambek saya masih maklumi,tetapi pernah Atika di opname selama satu minggu saat mendekati hari pertunanganku.
Semenjak itu saya menjadi takut, karena tak ingin kehilangan lagi."Sudah cukup saya kehilangan ibunya, jangan sampai kehilangan dia juga, kenangan yang dititipkan untuk saya.
"Jadi adik ipar gue, aja? celetuk Rifat untuk mengoda adiknya.
"Kak Rifat! teriak Kikan karena jengkel.
"Alfian hanya bisa tersenyum dan berkata.
"Ngak usah kasihan Kikan yang masih kecil, harus mengurus suami, anak dan rumah. "Ucap Alfian agar Kikan tidak tersinggung.
"Sekarang saya hanya menunggu pilihan dari Atika untuk saya.
Aku hanya terdiam mendengar cerita dokter Alfian,betapa bahagianya bila mempunyai suami yang pengertian dan setia.
__ADS_1
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu,hampir tengah malam kami akhirnya masuk kekamar masing-masing.
"Kikan..
"Ya, ma..? "tolong bawakan handuk dan pakaian ganti untuk dokter Alfian.
"Aku mengambil handuk dan pakaian ganti untuk dokter Alfian dari tangan mama menuju kamar tamu.
"Tok... tok...
"Tunggu!
"Kikan,ada apa tanya Alfian,dengan membuka sedikit pintu kamar, karena Alfian sudah bertelanjang dada, mau tidak mau ia memakai lagi kemeja yang sudah ia lepas "saya bawakan ini untuk dokter?
"Ooo... terima kasih."Selamat malam dokter Alfian? ucap Kikan
"Malam, Alfian menutup pintu kamar.
***///***
"Sampai dikamar,Kikan tidak bisa tidur? karena membayangkan wajah Alfian yang tampan dengan body seperti aktor Brad Pitt.
"Ah..
"Ya, Allah! buang pikiran kotor gue?
"Mengapa sekarang gue terganggu kehadiran seorang pria.
"Dikamar tamu, Alfian juga tidak bisa tidur karena membayangkan tingkah mengemaskan Kikan.Kadang ia cemberut, memajukan mulutnya dan merebahkan kepalanya dipangkuan dokter Mulya.
"Dokter Mulya mengelus-elus kepala Kikan? "sungguh menyenangkan melihat keluarga ini.
"Apakah rasa ini yang di inginkan putriku Atika. "Sehingga ia tak bisa jauh dari diriku.
"Ah, sudahlah.
__ADS_1