
"Pagi ini seperti biasa pergi kekampus, barengan sama papa?
"Aku tidak tahu apa yang harus aku bicarakan sama papa,seperti sudah tidak ada topik untuk dibahas.
"Pa.......
"Iya,sayang,ada apa?
"Minggu depan Kikan ditugaskan dirumah sakit,tempat papa bekerja.
"Papa tidak boleh membantu Kikan dan orang-orang tidak boleh, tahu kalau Kikan anak papa,karena Kikan tidak mau di istimewakan.
"Biarkan Kikan menjadi diri Kikan sendiri.
"Baiklah,papa mengerti?
"Kikan tidak merubah kebiasaan mencium punggu tangan papa dan kedua pipinya.
"Yang dirasakan papa Surya adalah tertawa renyah dan riangnya Kikan sudah tidak ada lagi bergema didalam mobil.
"Assalamu'alaikum,pa?"ucap Kikan dengan melambaikan tangannya
"Walaikumsalam."Hati-hati,nak?
"Kikan berlalu memasuki halaman,kampus?
"Langkahnya Kikan terhenti setelah mendengar ada suara yang memanggil namanya.
"Kikan. .......
"Hai, kalian?
"Kikan siapa yang bersama,lo tadi?
"Papa?"mengapa tanya-tanya,awas lo suka sama papa gue?
"Gila, lo?"masak gue naksir Sama om-om?
"Gue ngak mau punya anak tiri kayak,lo.
__ADS_1
"Ucap Icha.
"Hai,Kikan,apa kabar?"sapa Rony yang agak aneh melihat sikap Kikan yang dingin, seperti bongkahan batu Es.
"Kikan Cuek dengan sapaan Rony."Karena saat ini ia males berhubungan yang makhluk yang namanya laki-laki.
"Kikan, tunggu dong?"Rony menghadang langkah Kikan.
"Ada apa lagi, sih?"kalau mau ngerayu perempuan,jangan Kikan, deh?
"Capek, Kikan lihatnya.
"Tuh,ada Rima,Sila,Icha dan Jihan yang baru datang."Mengapa hanya, Kikan yang kak Rony dekatin.
"Mengapa,kau tidak suka?
"Iya, aku ngak suka sama kak Rony?
"Apa yang kurang dariku, Kikan sampai-sampai dirimu menolak diriku.
"Karena dirimu terlalu istimewa.
"Minggir, aku mau masuk kelas.
"Tetapi, mengapa dirimu tidak menolak cinta kalian Alfian.
"Apa istimewanya kak Alfian dibandingkan dengan diriku.
"Kikan tetap tidak menjawab dan pergi berlalu meninggalkan Rony,karena ia sudah melihat mobil Alfian memasuki halaman parkir.
"Kikan menuju kelas, karena ia sangat males bertemu dengan Alfian.
*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Mengapa Kikan pergi?"apakah dia marah padaku,gumam Alfian dalam hati.
"Semenjak masuk rumah sakit sampai keluar, Kikan tidak menjenguk diriku.
"Hari ini ia menghindar dariku,ada apa dengannya.
__ADS_1
"Sampai dikelas,Kikan memarahi teman-temannya.
"Mengapa kalian meninggalkan aku? "tanya Kikan kesel."Kami pergi biar lo,bebas ngomong sama kak Rony.
"Kalian pikir aku suka padanya?"sama sekali tidak, dari awal bertemu sampai sekarang aku tidak menaruh hati padanya.
"Selamat pagi semuanya?"pagi, pak?
"Hari ini saya bertukar jam mengajar dengan Pak Rudy.
"Karena harus menyampaikan materi kemarin yang tertunda.
"Sampai Akhir pelajaran,Alfian melihat Kikan lebih diam dan Cuek.
"Alfian tidak tahan di diami seperti ini, oleh Kikan.
"Pertama sudah berakhir Kikan keluar dari ruangan kelas,dadanya sesak harus menjauh dari Alfian.
"Mendiaminya, bersikap cuek membuatnya tersiksa,Kikan mencari udara untuk mengurangi rasa sedihnya.
"Alfian melihat Kikan dari jauh, yang sedang menangis, mengusap-usap sendiri airmatanya,menarik nafas dan menghembuskannya kembali.
"Baru Kikan turun, untuk masuk kelas lagi?
"Bluk... ..
"Maaf kalau, saya menabrak anda? "Karena saya tidak melihat anda,didepan saya.
"Maafkan saya tuan?
"Sampai kapan dirimu menjauhiku,maaf Pak saya harus masuk kelas.
"Aku tahu dirimu akan masuk kelas, tapi jangan Jauhi aku, teriak Alfian.
"Jangan berteriak,saya masih punya telinganya.
"Teling gue sehat, ucap Kikan?"berlalu pergi meninggalkan Alfian.
"Kikan meremas tangannya, menahan sakit dihatinya.
__ADS_1
"Sakit harus menjauhi orang yang harus ia lupakan.
"Untuk kali ini kuatkanlah,aku Ya Allah,ucap Kikan dalam hati