
"Kini Alfian,tidak memiliki senyum yang manis."Ia, hanya bisa melihat Kikan,tetapi tidak bisa merengkuhnya."Sekarang ia hanya ingin fokus pada karir dan putrinya.
"Pagi, semuanya?"pagi sayang.
"Selamat pagi,putri daddy yang cantik,Alfian mencium dahi putrinya.
"Halo.....
"Halo,Pak Alfian ada apa?
"Pukul berapa operasi dimulai,Lisa?
"Pukul.09.00. dan lanjutkan pada Pukul.14.00.
"Terima kasih.
"Alfian, kamu baru saja sembuh,mengapa harus bekerja?"ucap mami Laura.
"Mami....
" Alfian cuma pingsan,bukannya patah tulang."Jadi,jangan suka mengada-ada.
"Setelah keluar dari rumah sakit,Alfian sering uring-uringan.
"Mami, Alfian kerumah sakit.
"Iya, hati-hati,nak.
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Kikan....
"Mari ikut kami, Pukul 09.00,nanti kamu ikut keruangan operasi, untuk mengingat alat-alat bedah yang digunakan.
"Baik, bu?
"Kalian bawa pasien diruang Mawar 06.
"Hari ini,pertama kali aku masuk keruangan operasi."Sangat mendebarkan.
"Semua petugas baik dokter maupun perawat sudah menggunakan pakaian operasi.
"Tapi,Parfum ini tidak asing bagiku!"Semoga ini bukan dia.
"Kikan, jauhkan dia dari pikiran dan hatimu.
__ADS_1
"Lupakanlah dia,demi kebaikan semuanya.
"Ku memejamkan mata untuk bisa lebih tenang,untuk merasakan tersiksanya hati ini.
"Apakah Kikan ada disini?
"Itu tidak mungkin,untuk apa aku berharap.
"Sudahlah Alfian,mana ada perempuan yang mau dengan pria yang sudah hilang sebagian memorynya.
"Ku pejamkan mata untuk membuat goresan hati,yang akan aku nikmati rasa sakitnya.
*/*/*/*/*/*/*/*
"Kikan, istirahat gue laper banget,Ucap Santi.
"Kalian duluan saja,aku mau ketoilet.
"Karena pikiran kemana-mana,aku melewati arah ketoilet dan menabrak seseorang.
"Bukk...
"Apakah kamu tidak punya mata?
"Alfian mengusap dadanya yang agak sedikit nyeri.
"Maaf,pak saya tidak sengaja?"Kikan jadi panik karena pria ini masih menunduk.
"Bagian mana yang sakit,pak?"saya perawat, jangan khawatir,kalau masih sakit,kita kedokter.
"Apakah kamu perawat baru dirumah sakit ini?
"Bukan Pak,saya perawat magang.
"Kau ini....
"Kalimat Alfian terputus melihat siapa yang ada dihadapannya.
"Kikan..
"Alfian...
"Kikan ingin melangkah pergi untuk menjauh dari Alfian.
"Kau ingin pergi kemana?"Alfian mencengkram kedua tangan Kikan.
__ADS_1
"Alfian,lepaskan aku?
"Aku mohon,jangan menyakiti aku seperti ini.
"Aku tidak perduli,teriak Alfian karena hatinya sangat tersiksa saat Kikan menjaga jarak darinya.
"Kikan menangis bukan karena pergelangan tangannya yang sakit,tetapi menjauh dari dirinya.
"Alfian merengkuh tubuh Kikan kedalam pelukkannya.
"Menangislah kalau itu membuatmu nyaman.
"Ku tumpahkan rasa sedihku kedalam pelukkannya.
"Papa, mama dan Kak Rifat,memintaku agar meninggalkanmu.
"Shella dan aku serta Atika adalah ingatanku yang sekarang,sedangkan Mariska adalah cintamu.
"Mereka takut aku akan terluka karena salah memilih.
"Aku mohon lupakan saja,aku?"aku sudah berjanji kepada orangtuaku dan kak Rifat. "Ucap Kikan.
"Apakah dirimu bisa melupakanku?"tanya Rifat kepada Kikan.
"Biarlah waktu yang menjawabnya."Kalau kita berjodoh,pasti ada jalannya.
"Baiklah,jika itu sudah menjadi keputusanmu, aku menerimanya.
"Aku do'akan,semoga dirimu mendapatkan jodoh yang lebih baik dari diriku."Ucap Alfian getir.
"Terima kasih.
"Jaga dirimu baik-baik,ucapkan Kikan sebelum berlalu pergi meninggalkan Alfian.
"Disudut taman yang sepi,Kikan menangis sejadi-jadinya,disaat ini hatinya benar-benar hampa."Semua terlihat kosong baginya,ku biarkan saja ini beku.
"Alfian membuat jari-jari tangannya terluka, dengan meninju dinding tembok rumah sakit.
"Ia tidak memperdulikannya,sehingga membuat orang disekitarnya panik.
"Ia lebih memilih memendam rasa,dari pada mengungkapkannya.
"Rasa sedih, terluka,kecewa cukup ia simpan rapat-rapat didalam hati.
"Termasuk rasa cintanya untuk Kikan.
__ADS_1