Dokter Cinta DiKampus Kesehatan

Dokter Cinta DiKampus Kesehatan
"Masih Ada Keraguan"


__ADS_3

"Alfian,mulai menyukai Kikan.Dia juga tahu siapa Kikan,tetapi yang membuat Alfian sedikit tidak percaya diri adalah putrinya Atika.Apakah Atika bisa menerima kehadiran Kikan sebagai istriku dan pengganti maminya.


"Aku sudah gagal berkali-berkali,tetapi ku lakukan demi Atika,kalau sekarang bukan hanya demi Atika,tetapi aku juga.


"Ya, Allah harus ku mulai dari mana hubungan ini?


"Mikirin apa?"aku kaget dengan kedatangan, papi!


"Papi?"ada masalah apa, nak?


Aku menarik nafas,untuk melegakan hatiku.


"Alfian bingung harus berbuat apa, memilih antara cinta dan putriku.


"Ada yang mendekati Alfian karena pekerjaan dan uang,tetapi tidak untuk putriku."Yang Alfian inginkan adalah mereka mau menerima Alfian secara utuh dan komplit dengan Atika.


"Adakah wanita yang kau sukai,nak?


"Ada,putrinya dokter Mulya rekan kerja Alfian dirumah sakit.


"Tetapi,Alfian belum menyatakan perasaan Alfian padanya.


"Alfian masih ragu,pi?ditambah lagi perbedaan usia kami yang sangat jauh."Aku takut dia belum siap mengurus Alfian dan Atika.


"Papi kan tahu pergaulan remaja zaman, sekarang?"dikampus saja pusing Alfian mengaturnya.


"Apakah dia sangat penting Bagimu?


"Entahlah,pi?Alfian belum menata hati dan perasaan untuknya.


"Kalau debaran itu masih sama,Alfian akan mempertahankan dan memperjuangkannya.


"Daddy?"Oo... sayangku.Aku dikejutkan dengan kedatangan Putri kecilku Atika dan mami.


"Ada rahasia yang mami, tidak boleh ketahui?


"Tidak, dia,menyukai seorang wanita.


"Tetapi Alfian takut terjadi sesuatu pada Atika.

__ADS_1


"Apakah dia cantik?


"MI! please,jangan sekarang?


"Kami belum lama saling mengenal,sabar?


"Baiklah,nak?kami akan menunggu jika itu sudah pasti.


"Terima kasih atas perhatian papi dan mami.


"Daddy....!putrinya merebahkan kepalanya didada Alfian.


"Atika, mengantuk? Atika menganggukan kepalanya.


"Oke, kita kekamar daddy atau Atika?


"Atika menunjukan jarinya dipintu kamar bergambar frozen.Alfian meletakkan tubuh mungil Atika ditempat tidur dan membacakan dongeng tidur untuk sang putri sampai Atika tertidur pulas.


*/*/*/*/*/*/*


"Aku duduk disisi tempat tidurku dan menikmati sinar bulan yang terang.


"Beberapa hari ini dokter Alfian,selalu menghindariku.


"Apakah ia tidak menyukaiku?


"Apakah sudah ada wanita lain?"mungkin dia ragu,karena sifatku yang masih kekanak-kanakkan.


"Apakah aku belum dewasa dimatanya?


"Apakah ini yang disebut rasa kecewa?


"Hai,rembulan, bisakah kau sampaikan kepadanya perasaan hatiku,melalui sinarmu.


"Jadikan aku bagian dari mimipinya,melalui cahayamu,yang indah.Titipkan rasa ini padanya.Itulah ungkapan hati,Kikan.


*/*/*/*/*/*/*/*/*/


"Kikan....?aku sebaiknya pura-pura tidak mendengar.Gara-gara pengacakan kelas,aku tidak bisa bersama-sama Jihan.

__ADS_1


"Kikan ..! door.. kagetkan?


"Lo, jahat Kikan?gue pikir lo ngelupain sahabatmu ini.


"Tentu saja,aku tidak bisa melupakan sahabatku yang baik hati ini.


"Hari ini aku akan melihatkan tempat favoritku saat sedang suntuk.


"Kikan... awas...teriak Jihan, karena didepannya Alfian sedang berjalan membawa kopi panas.


"Ah.. panas...


"Kikan.. meringis karena jarinya terasa perih.


"Mengapa dirimu tidak berhati-hati saat berjalan.Dirimu selalu seperti ini, ceroboh.


Mata Kikan berkaca-kaca,karena menahan rasa perih dijarinya."Alfian sedikit kaget melihat kesedihan dimata Kikan dan membawanya keruangan pribadinya.


"Jihan juga ikut masuk untuk menemani Kikan dan ingin menikmati ciptaan Allah yang paling indah.


"Kemarikan jarimu.


"Mereka duduk saling berhadapan.


"Alfian mengobati jari Kikan dengan mengoleskan salep dingin.


"Aku mohon jaga keselamatanmu, Karena kau Ini selalu membahayakan diri sendiri.


"Airmata Kikan mengalir membasahi pipinya.


"Hai,mengapa menangis?Alfian reflek dan langsung memeluk Kikan dan mencium dahinya.


"Jangan marah-marah lagi,Kikan takut.


"Oke, aku janji,tapi ingat!jangan ceroboh.


"Hehmmm,Kikan menganggukan kepalanya.


"Jihan,sangat terkejut dan pura-pura tidak tahu.Dan sengaja mengeluarkan batuk untuk mengingatkan,kalau ada orang lain diruangan ini.

__ADS_1


"Huhk... Huh.... Kikan dan Alfian melepaskan pelukannya,saat mendengar suara batuk Jihan


"Maaf!ayo kita keluar.


__ADS_2