
"Setelah Pertemuan dirumah sakit,Alfian berubah menjadi pria dingin."Hanya Atika tempat penghibur luka dan laraku.
"Daddy apakah mami bisa tinggal bersama kita?"Atika tiba-tiba bertanya padaku.
"Mengapa princess daddy, sudah bosan sama daddy.
"Mengapa daddy, menangis saat bertemu mami dan mami juga?
"Mami dan daddy menangis karena bahagia melihat Atika baik-baik saja.
"Sorry,sayang daddy harus berbohong,demi kebaikkan semuanya.
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Apakah Atika sudah tidur, tanya papi padaku.
"Sudah,pi?
"Mengapa Alfian dipanggil kemari, pi?
"Sebenarnya ada apa ini, Alfian?
"Adakah sesuatu yang kau sembunyikan dari kami?
"Apakah ini sikap orang dewasa, kamu pernah berkeluarga dan mempunyai seorang putri?
"Sekarang papi mau bertanya padaku, siapa perempuan itu?
"Kami hanya sebatas berteman,pi?tidak lebih. hanya demi Atikah kami melakukannya.
"Kamu pikir kami ini anak kecil,yang bisa kamu bohongin.
"Alfian harus berbuat apa, pi?"teriak Alfian tidak tahan.
"Ini tentang ingatanku,pi
"Alfian takut dengan ingatan Alfian yang akan membuat Kikan terluka nantinya.
"Alfian lelah, pi?"sangat lelah.
"Apakah dirimu sangat mencintai,Kikan.
"Sudahlah,pi?"Alfian mau istirahat.
"Sudah cukup pembicaraan ini?
"Tapi, nak?
"Sudahlah,mi?"Alfian tidak ingin melanjutkannya.
"Alfian berlalu,meninggalkan orangtuanya.
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
'Kikan...
"Kami ingin berbicara denganmu,nak?
"Duduklah, sayang?
__ADS_1
"Adakah hal yang penting untuk dibicarakan? "tanya Kikan kepada kedua orangtuanya.
"Ada, ini tentang dirimu,nak?
"Adakah yang kamu sembunyikan dari kami?
"Apakah Kikan masih mencintainya?
"Mengapa dirimu tidak mengatakannya, nak?
"Kikan tidak mau menyakiti kalian?
"Kikan sangat takut,pa?
"Airmata Kikan mengalir membasahi pipinya.
"Maafkan papa, mama,dan kak Rifat.
"Ngak apa-apa,Kikan ngerti Kok?
"Kikan beranjak dari duduknya dan masuk kekamar.
"Kita akan membicarakan ini dengan orang tuanya Alfian,mereka berdua tidak boleh tahu.
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Alfian berdiri dibalkon kamarnya."Melihat rembulan yang sangat terang.
"Bisakah sinarmu sampai kepada orang yang ada disana.
"Katakan Kepadanya aku sangat merindukannya.
"Alfian masuk kekamar dan merebahkan tubuhnya ditempat tidur,karena ia sangat mengantuk saat ini.
*/*****/****/*
"Tetttt....tetttt...
"Iya, tunggu!
"Selamat pagi mbak? "sapa petugas pengiriman.
"Apakah ini kediaman keluarga Mulya?
"Iya, pak?
"Ini paket untuk mbak Kikan?
"Apakah mbak Kikan ada?
"Iya,saya yang bernama Kikan.
"Tolong diterima paketnya mbak dan tanda tangan disini.
"Terima kasih,mbak!"saya permisi
"Selamat pagi,mbak?
"Iya,pagi.
__ADS_1
"Kikan membuka isi paket dan matanya membulat melihat isi paketnya adalah undangan pernikahan Alfian.
"Matanya nanar melihat undangan yang tergeletak dilantai.
"Pupus sudah harapannya untuk hidup bersama Alfian.
"Hiiks.. hiiks....
"Kikan menangis terisak-isak,karena tidak percaya,akan kehilangan selama-lamanya orang yang dicintainya.
"Samar-samar Kikan mendengar suara mobilnya berhenti didepan rumahnya.
"Terdengar suara seseorang memanggilnya.
"Kikan...
"Buka pintunya,kalau dalam hitungan lima menit kau tidak membukanya.
"Aku akan mendobrak pintu ini?
"Kikan,dengan tubuh gemetaran pergi berjalan membuka pintu.
"Alfian sudah berdiri didepan pintu dengan wajah yang memerah.
"Apa maksudnya kamu melakukkan semua Ini.
"Tapi,mas?"tapi apa?
"Kikan,aku ingat semuanya?
"Aku ingat kecelakaan yang terjadi padaku, Kikan.
"Waktu itu aku ingin menceritakannya padamu tentang ingatanku,tetapi dirimu meminta agar aku menjauh darimu.
"Jadi,aku hanya bisa diam?"dari dirimu dan juga orangtuaku.
"Orangtuaku saja tidak mengetahui kalau ingatanku sudah kembali.
"Aku tidak ingin kembali kepada Mariska, karena ia sudah berselingkuh dengan Rony adikku,diapartemen yang ku berikan untuknya.
"Saat itu pikiranku sangat kacau,tanpa aku sadar kalau didepan telah terjadi tabrakkan beruntun,yang membuat mobilku berguling menimpa mobil yang lainnya.
"Aku ingin menjelaskannya padamu, tetapi saat ku berbalik Kau sudah pergi.
"Aku biarkan saja.
"Jangan khawatir aku akan datang dihari pernikahanmu.
"Tapi,mas dengarin Kikan dulu?
"Saat pintu terbuka Kikan dan Alfian terkejut, melihat kedua keluarga mereka sudah didepan pintu.
"Memangnya hanya kalian berdua, yang bisa bersandiwara.
"Susah sekali untuk mengetahui perasaan kalian berdua.
"Dua minggu dari sekarang kalian berdua akan menikah.
"Harapan keduanya hampir saja hancur.
__ADS_1
"Terima kasih,Ya Allah.