
"Kikan kenapa sih,pa?"tanya mama Riani.
"Nanti kita tanyakan setelah Kikan sadar,ma?
"Apakah batin putriku tersiksa?"apakah ia benar-benar bahagia.
"Apakah kebahagiaan yang ia tunjukkan adalah sandiwara?
"Surya bingung melihat keadaan putrinya.
"Apakah dia masih mencintai Alfian?
"Apa yang harus aku lakukan untuk putriku?
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Alfian membuka matanya dan melihat semua ruangan berwarna putih.
"Mengapa gue dikasih infus, sih?
"Dokter Alfian sudah bangun?
"Mengapa saya ada disini?"tanya Alfian kepada perawat.
"Tadi malam dokter pingsan,HB dokter rendah harus banyak istirahat dan jangan sampai kurang tidur."Dokter, juga kekurangan cairan terpaksa kami infus.
"Bagaimana dengan keadaan putri saya?
"Alhamdulillah,putri dokter Alfian sehat.
"Kalau kepala dokter Alfian masih terasa pusing,sebaiknya istirahat saja.
"Iya?
"Saya pergi dulu,dokter.
"Maafin saya Kikan berkata kasar,jangankan dirimu, aku saja belum bisa melupakanmu sepenuhnya.
"Aku juga tidak ingin merusak hubungan antara dirimu dan keluargamu
"Alfian mengingat pertemuannya dengan Rifat beberapa hari yang lalu, yang memintanya untuk menjauhi Kikan.
"Alfian aku tahu hubungan dengan Kikan.
"Kikan sudah menceritakan semuanya.
"Untuk materi aku tidak ragu dengan dirimu, tetapi soal cinta dan perasaan, aku sangat meragukannya.
"Lebih baik Kikan terluka sekarang dari pada nanti.
"Jika ingatanmu kembali,adikku yang paling menderita.
"Apakah dirimu benar-benar meragukanku, Rifat?"tanya Alfian kepada Rifat.
"Tentu saja aku tahu siapa dirimu,bukitkan saja dan jangan banyak bicara.
"Dan dari sekarang jauhi adikku,itu saja yang aku minta padamu.
"Alfian menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan-lahan.
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Kikan membuka matanya,sudah pagi?
"Hari ini terakhir,dirumah sakit dan aku tidak ingin nilaiku jelek.
"Walau kepalanya sedikit pusing,ia tetap bangun dan mengambil handuk untuk pergi kekamar mandi.
"Setelah selesai membersihkan tubuhnya Kikan berpakaian seragam putih-putih dan turun kebawah.
"Selamat siang, ma?
__ADS_1
"Mama masak apa, ma?"Kikan laper banget.
"Kamu mau kemana, nak?"tanya mama Riani kepada putrinya.
"Kerumah sakit dong,ma?"hari ini hari terakhir dirumah sakit,tempat papa kerja.
"Kikan ngak mau, ah nilainya jelek.
"Udah sana makan,nanti sakit.
"Aaakkkk...
"Teriak Kikan melihat cumi-cumi yang dimasak saus pedas kesukaannya.
"Terima kasih, ma?"mama memang the best.
"Kikan tadi malam kemana, sih?"tanya mama untuk memulai pembicaraan.
"Kerumah teman baru Kikan, yang sama-sama magang dirumah sakit.
"Karena pacarnya sudah datang Kikan pulang.
"Kikan masih asyik mengunyah makanannya, sedangkan sang mama tahu kalau Kikan mulai berbohong.
"Ma......
"Sepi, pada kemana?
"Papa sudah pergi kerja, sedangkan Kak Rifat sama Kak Rita pergi kerumah orang tuanya kak Rita.
"Oooo....
"Sudah selesai,makannya Kikan pergi dulu, ma?
"Hati-hati bawa motornya?
"Siap, ma?"assalamualaikum.
"Putriku berbohong,kalau ia bahagia.
*/*/*/*/*/*/*/*/*'*'/*
"Akhirnya sampai juga kerumah sakit.
"Aku langsung menuju keruang perawat, untuk menanyai tugasku hari ini.
"Assalamualaikum,bu?
Selamat siang, bu?"ucapku memberi salam.
"Malika Kirani...
"Oo....
"Dokter Naila?
"Ada yang bisa saya bantu,dokter?
"Tolong kamu cek, pasien dikamar 03.
"Baik, dokter!
"Dia sahabat saya, waktu kuliah dulu.
"Tolong,yah!
"Siip...
"Tapi,mengapa tidak ada biodatanya, dokter? "tanyaku tidak mengerti.
"Sengaja dia tidak semua orang tahu.
__ADS_1
"Ooo...
"Akhirnya Kikan pergi kekamar 03.
"Selamat siang, saya mau memeriksa anda.
"Dokter Naila mengatakan,kalau sakit anda tidak apa-apa?
"Cerewet periksa saja?"Alfian kesel mendengar suara perawat ini.
"Daddy....
"Atika sayang sudah sembuh.
"Mami.....
"Atika langsung memeluk Kikan.
"Alfian beradu pandang dengan Kikan.
"Atika, anak mami sudah sembuh?"tanya Kikan kepada Atika.
"Atika mengangguk kecil.
"Nanti, minta sama daddy untuk tidak marah-marah sama Atikah.
"Iya, mami.
"Sekarang Atika turun,mami mau periksa daddy.
"Kedua orangtua Alfian mengawasi keduanya, seperti pasangan keluarga.
"Jantung Kikan,berdetak dengan kencang saat menyentuh tangan Alfian dan dibagian dadanya yang bidang.
"Sudah?"kapan saya bisa keluar dari rumah sakit ini?"tanya Alfian entah kepada siapa.
"Belum tahu pak?"menunggu keputusan dokter Naila.
"Mami...
"Atika mengelurkan kedua tangannya untuk minta digendong.
"Atika minta digendong sama mami.
"Jangan lama-lama,karena mami mau kerja lagi.
"Kiss.. daddy,mami?"ucap Atikah, yang membuat Kikan bingung dan membulatkan kedua matanya.
"Begitu juga dengan Alfian,yang langsung duduk diatas tempat tidur saat mendengarkan ucapan putrinya.
"Ngak, boleh sayang daddy masih sakit?
"Atika sama oma sini?
"Atika menangis dalam gendongan Kikan.
"Kikan takut terjadi sesuatu lagi pada Atika, sehingga ia menyetujui permintan Atika.
"Kikan mendekati Alfian duduk dipinggir tempat tidur.
"Kikan mencium kedua pipi Alfian,begitu juga sebaliknya dengan Alfian,tanpa disadari Kikan dan Alfian menitikkan airmata.
"Atika bertepuk tangan karena bahagia.
"Kikan mencium puncak rambut Atika dan berlalu pergi.
"Dari situlah wajah kesedihan Alfian terlihat.
"Kikan hanya bisa menangis, menahan kerinduan.
"Ya, Allah beri kami jalan."Ucap keduanya dalam hati.
__ADS_1