
"Mengapa ini terjadi lagi padaku,sakit setiap datang bulan yang ku rasakan ternyata adalah kista didalamnya.
"Mengapa aku tidak memeriksanya dari awal, apa yang harus katakan kepada mas Alfian, Karena dalam waktu dekat, aku belum bisa memberikannya seorang anak.
"Inikah yang namanya ujian, Apakah mas Alfian bisa menerimanya."Kalau ia marah tidak masalah bagiku,bukankah jujur lebih baik dari pada berbohong.
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Selamat siang, bu?
"Siang, bapak ada diruangannya, tanyaku kepada salah satu petugas.
"Bapak masih dimeja operasi,bu?
"Saya menunggu didalam?
"Silahkan,bu?
"Apakah kalian sudah makan?"tanyaku kepada mereka.
"Petugas kebingungan,selama mereka bekerja disini, tidak ada yang bertanya mereka,apa sudah makan atau belum? "kecuali dokter Mulya.
"Kelamaan menjawabnya, ini untuk kalian? "jangan lupa dimakan,saya mau kedalam memberi kejutan,kalian tidak boleh memberitahukannya,makanan ini sogokkan untuk kalian.
"Ibu..! "ku kedipkan mata kepada mereka.
"Baiklah.
"Katakan kepadanya ada pasien yang menunggu didalam.
"Kikan mengatakan itu setelah mendengar langkah dan suara suaminya.
"Sari, apakah ada pasien hari ini,tanya Alfian.
"Ada,dok?"sudah menunggu didalam.
"Apakah ada yang cek kesehatan hari ini? "tanya Alfian lagi,karena ia ingin istirahat.
"Sebenarnya,jadwal dokter hari ini tidak ada, tapi pasien itu memasak dan langsung masuk setelah mendengar,setelah mendengar suara dokter.
"Ais....Sari?"aku tidak tega memarahi mereka, karena aku tidak ada pilihan.
"Huh.. Sabar Alfian,sabar.
"Alfian masuk kedalam ruangannya dan melihat kosong dan tidak ada siapa-siapa?
__ADS_1
"Alfian bermaksud ingin keluar lagi, langkahnya terhenti setelah merasakan pelukkan dari seseorang.
"Aku pasienmu yang paling nakal.
"Mas,suka kejutannya?"Hehm.... tidak juga.
"Mas....Kikan sebel.
"Tumben,mau datang gangguin mas."Sekali-kali datanglah seperti ini, karena dokter perlu perawat pribadinya.
"Idhiiih-idhiiih.. sudah pandai gombal.
"Kikan menatap wajah Alfian dan mengelus pipinya dengan lembut.
"Ia menenggelamkannya wajahnya kedalam pelukkan suaminya.
"Ada apa ini?
"Kikan memberikan sebuah amplop putih kepada Alfian.
"Alfian membuka dan membacanya, dadanya terasa hangat,terdengar isakan tangis Kikan.
"Setelah tahu isinya, Alfian mengelus kepala Kikan dan mencium rambutnya yang wangi, harum mawar yang sangat ia sukai.
"Mas tidak akan pernah marah padamu?
"Maaf,Kikan belum bisa memberi apa-apa?
"Siapa yang mengatakan,itu?"tanya Alfian dengan suara meninggi.
"Tidak ada, hanya Kikan yang tidak enak.
"Mas tidak suka,jangan ulangi lagi.
"Kita pulang,mas mau istirahat dirumah.
*/*/*/*/*/*/*/*/*/*
"Hai,Rony?"mengapa diam saja,sih?
"Males saja, lagi bosan.
"Aku pulang,nikmatilah.
"Sebenarnya,saat ini yang ada dipikirannya adalah Samantha.
__ADS_1
"Dari kaca spion,Rony dapat melihat ada kesedihan di mata Samantha.
"Ada apa dengannya, yang Allah berikan hamba penjelasan.
"Apakah ini jalan aku harus melupakan Kikan, cinta yang bertepuk sebelah tangan.
"Rony masuk kedalam lift menuju lantai lima apartemen pribadinya.
"Saat ia melangkah keluar dari lift,Rony kaget melihat Samantha sudah berdiri.
"Mondar-mandir didepan pintu,antara takut dan berani untuk menekan bel.
"Dari jauh Rony memperhatikan sikap Samantha,ia tersenyum melihat perempuan yang satu ini.
"Hehm...
"Samantha kaget melihat Rony melangkah mendekatinya.
"Rony dapat melihat wajah Samantha,yang bersemu merah
"What else?"tanya Rony kepada Samantha.
"What do I lack as a woman in your eyes,Rony?"Samantha,balik bertanya.
"Ada apa dengan wanita ini apakah dia menyukaiku.
"It's not good to talk outside.'"Rony mempersilahkan Samantha untuk masuk keapartemennya.
"Rony mempersilahkan Samantha untuk duduk.
"Thank you,Rony?
"What are you talking about me?" tanya Rony tanpa basa basi.
"Will you marry me?"Rony kaget mendengar perkataan Samantha,menikah Ini perempuan memang gila.
"What,you crazy, Samantha? "Rony tidak percaya perempuan yang kelihatan kalem, bisa berbuat nekat.
"No problem,I will give you one week to think.
"Rony hanya terdiam,ia merasa darahnya membuka,apa gue ngak salah dengar.
"I am willing to follow your beliefs.
"Rony masih terdiam,tidak tahu harus berbuat apa?
__ADS_1
"Saat Samantha pamit pulang,Rony hanya mengangguk.