
Perkenalan tokoh :
1.Dokter Wahyu.
Pria muda berparas tampan yang berprofesi sebagai Dokter.
Katakanlah pemuda yang beruntung di bidang karir. Meskipun tidak mengalami sekolah formal sama sekali tapi ia bisa bekerja sebagai seorang dokter berkat bimbingan ayah angkatnya yang seorang dokter dan Pemilik Rumah sakit ternama. Dari ayah angkatnyalah dokter wahyu mempelajari ilmu ilmu medis secara otodidak sampai ia menjadi dokter handal tanpa harus duduk di Universitas kedokteran, sungguh hal langka bukan?
Kini ia tengah berkarir.
Bukan hanya bertugas di Polyklinik Rumah sakit, tapi juga menjadi bagian tim pencari fakta kasus kasus kematian sebagai dokter forensik.
2.Nona Egga
Seorang wanita muda yang berprofesi sebagai Polisi detektif wanita.
Berstatus teman bagi dokter wahyu.
Sebagai wanita ia punya keberanian yang tinggi dan intuisi yang tajam yang membuat ia di percaya sebagai detectif konsultan.
Namun suatu hal aneh terjadi padanya.
Dalam perjalanannya menyelidiki misteri kematian Mr.Jhon tiba tiba teror demi teror mengganggunya, hingga suatu hari ia hilang bak di telan bumi.
Hilangnya Nona Egga membuat misteri kematian Mr.Jhon sulit di pecahkan.
Selama Dua Tahun kematian Mr.Jhon tetap menyisakan misteri.
Tapi dokter wahyu yang juga penulis Novel tetap semangat menuliskan bagian demi bagian yang berhubungan dengan Kematian Mister Jhon yg Misterius.
3.Inspektur Bambang.
Seorang Inspektur Polisi Reserse yang juga menyelidiki misteri kematian Mr.Jhon.
Tak banyak yang bisa di tulis tentang Inspektur Bambang.
Aku sendirilah yang bernama Dokter wahyu.
Masa kecilku sangat buruk.
Oleh bapak sendiri saja tidak di inginkan dan sering di siksa.
Karena di anggap sebagai anak pembawa sial.
katanya ibuku meninggal saat melahirkanku.
Itulah mengapa ayah kandungku begitu membenciku dan menganggap aku sebagai anak pembawa sial.
Belum lagi aku merupakan Anak Autis yang di anggap tak mungkin bisa berkembang.
Sangat berbeda dengan Kakak Ku.
Masa kecilku sangat menyedihkan, aku gak punya teman.
Teman sebayaku hanya membully ku kalau aku dekat dengan mereka.
Membully dengan kata kata kasar dan tindakan kasar.
Untungnya masih punya kakak yang baik hati.
Kakak sering menolongku jika aku mendapat masalah. Kakak juga memberiku semangat bangkit, semangat agar mau bertahan hidup.
Kamu pasti bisa !!
Jangan menyerah!! pasti bisa !!
Itu kata kakak ku.
Suatu hari saat usiaku beranjak Delapan Tahun.
Terjadi gempa bumi hebat yang memicu terjadinya longsor.
Rumahku yang berada di dekat tebing terkena longsor. Sehingga, aku dan seluruh keluargaku tertimbun reruntuhan bangunan Rumahku.
Aku kira aku akan ikut mati tertimbun longsor seperti ayah dan kakak ku tapi aku beruntung
karena di temukan oleh Tim Sar di balik reruntuhan bangunan.
Aku di selamatkan tim SAR dan aku di Adopsi oleh seorang Dokter ternama bernama Dokter Dirga.
__ADS_1
Aku bersedih, Kini pahlawan hidupku telah pergi, yaitu Kakak Ku.
Namun, Nama dan semangat kakak akan selalu ku bawa.
Ku bawa hingga aku tumbuh dewasa.
***
Waktu berlalu dengan begitu cepat. Tak terasa aku sudah beranjak dewasa.
Usiaku kini sudah menginjak 25 Tahun.
Ayah angkat ku selama ini sangat menyayangiku.
Dia pria bujangan. Entah mengapa ia memutuskan untuk tidak menikah, alasan klisenya karena terlalu sibuk dengan pekerjaan.
Kini rutinitasku sehari hari membantu ayah praktek medis. Membuatku banyak belajar tentang kedokteran dari ayah secara otodidak.
Hingga saat aku sudah dewasa dan ayah semakin sukses memiliki beberapa rumah sakit swasta ayah merekomendasikanku untuk menjadi dokter di salah satu Rumah sakit ternama miliknya.
"Aku memutuskan bahwa wahyu anak angkat ku akan ikut bekerja di sini !!"
Begitu kata ayah suatu hari saat mengadakan perkumpulan dengan para dokter dan staf Rumah sakit.
"Tapi pak, wahyu kan tidak pernah kuliah kedokteran??
bagaimana kalau melakukan kesalahan terhadap pasien??"Protes salah seorang dokter.
"Itu sudah menjadi keputusanku, apakah kalian mau membantah keputusanku??"
"Tidak Pak Presdir, tentu saja kami sangat menghormati keputusan yang bapa buat tapi kami juga memikirkan keselamatan pasien di Rumah sakit ini."
"Baiklah aku mengerti kekhawatiran kalian. Jadi tolong beri wahyu waktu selama 1 bulan, beri dia kesempatan untuk menunjukan kemampuannya dalam bekerja.
Apabila dia berhasil,
kalian tidak berhak menghalanginya untuk tetap bekerja di Rumah sakit ini.
Tapi apabila dia gagal,
dia tidak akan bekerja lagi di sini,
dia tidak akan di gaji."
"Apa kalian mengerti??"
"Baik Presiden !!"
"Sungguh kalian akan menyesal karena sudah meragukan anak ku Wahyu".
Aku melihat dari jauh. Mereka tertunduk malu karena telah berdebat melawan keputusan ayah angkatku yang punya hak veto di Rumah sakit miliknya.
Sementara ayahku melenggang pergi meninggalkan mereka.
Akhirnya aku di beri kesempatan bekerja
di rumah sakit selama 1 bulan.
Dengan beberapa kesepakatan yang harus aku tanda tangani.
Poin pentingnya, jika aku gagal aku tak kan di beri lagi kesempatan untuk berkarir di Rumah sakit milik ayahku dan juga tidak akan mendapat gaji.
Aku berusaha dengan cukup keras,
karena gak mau mengecewakan dan gak mau mempermalukan ayah angkatku yang sudah memberiku kepercayaan.
Pada akhirnya mereka dapat melihat keberhasilanku.
Sehingga aku bisa bekerja sebagai dokter di sana.
Masa percobaan pertama aku berhadapan dengan pasien anak anak yang memiliki penyakit autoimun,
dan aku berhasil meyakinkan pasien tersebut. Sehingga, semangatnya untuk sembuh menjadi sangat besar.
Tantangan kedua aku menghadapi pasien ulkus diabetikum,
dan aku juga berhasil.
Begitulah sekelumit tentang latar belakangku. Bagaimana seorang anak autis sepertiku yang berasal dari keluarga tak mampu yang tak mengalami pendidikan formal tapi tiba tiba bisa menjadi seorang dokter di salah satu rumah sakit ternama.
__ADS_1
"Apa kamu menyukai pekerjaanmu??"Tanya Ayah angkatku.
"Iya ayah, aku sangat suka."
"Kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu dengan rasa tanggung jawab!!
Anggap saja tubuh mereka adalah tubuhmu sendiri, dan nyawa mereka adalah nyawamu sendiri." Begitu pesan ayah di sela kesibukanku di Rumah sakit.
"Iya ayah. Terima kasih telah memberiku kesempatan....."
Tahun ke dua aku bekerja di Rumah sakit.
Aku di tugaskan ayah menjadi dokter forensik untuk membantu teman ayah di Bareskrim meneliti kasus kasus kematian.
"Wahyu!! Ayah mau bicara."
"Iya yah, silahkan..."
"Teman ayah dari Reserse membutuhkan tenaga medis yang berprofesi sebagai dokter forensik untuk membantu mereka mengungkap fakta fakta tentang kematian seseorang yang berkaitan dengan tindak kriminal.
Jika kamu bersedia, ayah akan merekomendasikanmu untuk bekerja dengan mereka."
"Tentu saja wahyu bersedia yah."
"Kalau begitu ayah tinggal mengatur jadwal pertemuan antara kamu dan mereka,
kapan kamu ada waktu??"
"Kapanpun wahyu siap."
"Kalau begitu,kita coba malam minggu nanti kalau mereka ada waktu kita akan mengundang mereka makan malam di rumah kita."
"Baik yah, ayah tau yang terbaik."
Malam minggu kami benar benar kedatangan tamu istimewa,
Seorang Pria terlihat sangat gagah dia inspektur kepolisian dari reserse di dampingi oleh seorang wanita cantik yang merupakan anggota kepolisian juga.
Aku sudah normal waktu itu,
Autisku udah sembuh.
Malam Itu adalah kali pertama aku punya teman,
dia wanita cantik bernama Egga,
Aku langsung menyukainya,
ku rasa dia pun begitu,
Dia sangat cerdas.
Dalam mendalami sebuah kasus,
Aku dan Nona Egga sering bersama sama mengeluarkan pandangan pandangan.
tak di sangka intuisi dia sangat tajam,
terkadang pemikiran dia lebih masuk akal di banding hasil pemikiran pimpinannya Inspektur Bambang.
Inspektur Bambang orangnya lucu sih kepercayaan dirinya sangat besar meski kadang teorinya tidak mendasar,
tapi aku sangat senang karena sekarang aku udah punya teman.
Polisi wanita dan inspektur polisi itu kini jadi temanku.
Orang orang lain pun kini mulai menghargaiku.
Pada suatu hari aku mendapat tugas memeriksa mayat seorang turis asing yang meninggal di bandara Internasional Soekarno Hatta.
Mau tau kelanjutannya??
Bagaimana Petualangan Dokter Wahyu dalam Mengungkap Misteri Kematian Mr.Jhon??
Apa saja fakta fakta yang di temukannya???
Simak terus kisahnya....
Selamat Membaca !!!
__ADS_1