
"Den wahyu,ada seseorang yang ingin bertemu."
"Siapa bi??"
"Bibi juga tidak tau dia seorang pria berperawakan tinggi sepertinya orang luar negeri."
"Antar aja masuk ke ruang perpustakaan bi nanti wahyu nyusul,wahyu mau ganti baju dulu?"
"Baik den."
Tamu siapa ya??tumben ada tamu mencariku,padahal sebelumnya tak pernah ada teman yang main ke rumah ini,
hanya Inspektur Bambang dan Nona Egga saja yang pernah datang itupun menyangkut pekerjaan,
lalu siapa pria itu??
Aku segera keluar dari kamarku menuju ruang perpustakaan,
ruangan yang cukup luas yang di dalamnya ada beberapa lemari dan rak buku,termasuk buku buku kedokteran.
Terkadang aku menggunakan ruangan ini untuk menuliskan cerita pendek atau Novel tapi terkadang aku hanya membaca buku sambil minum teh di ruangan ini,jadi bisa di bilang ini kali pertama aku menemui seseorang di ruangan ini.
Aku membuka pintu perlahan,
Ceklek,,,
Seorang pria sudah ada di dalam sedang duduk membelakangiku,kemudian aku maju perlahan.
"Dokter,saya ingin berkonsultasi,saya sakit dokter !!"
Pria membalikan badannya seketika.
"Apa??anda sebenarnya siapa??"
Aku sangat kaget melihat kondisi pria tersebut,seorang pria berpostur tinggi dan tegap berambut pirang dengan wajah pucat pasi.
"Saya Mr,George Dokter,
Saya orang inggris tapi berkebangsaan Hongkong,
saya tinggal di Macau Hongkong,
tapi saya terjebak di Indonesia,tolong saya dokter saya ingin kembali ke Hongkong."
Aku baru menyadari bahwa Mr,George yang ada di hadapanku ini putra sulung Raja inggris,tidak salah lagi Mr,George ini pangeran Inggris,
tapi tunggu !!
Bukankah Mr,George itu sudah di bunuh di Bandara Soeta oleh dua orang wanita,kenapa sekarang bisa mendatangiku??apa mau menakutiku???
Arrgghhhh kepalaku tiba tiba jadi pusing dan pandanganku jadi gelap,
perlahan aku membuka mataku,aku lihat sekelilingku,
aku sedang berbaring di kamar tidurku ternyata tadi cuma mimpi.
Kenapa aku sampai memimpikan korban pembunuhan itu??
Ya Tuhan sepertinya aku kelelahan dan tiba tiba tidur.
Aku melirik layar Hp untuk melihat jamnya,ternyata sudah menunjukan pukul 18:00,
aku harus segera bersiap siap karena ada janji makan malam di rumah de Rayan.
Sebenarnya tadi siang saat baru sampai rumah aku sudah langsung mandi tapi aku ketiduran dan merasa puyeng jadi harus mandi lagi baru pergi ke rumah de Rayan.
__ADS_1
Hp ku berdering,muncul nama Nona Egga di sana,
"Hallo Nona?"
"Apa kita jadi ke rumah pasien bernama Rayan??"
"Iya jadi."
"Kalo gitu kenapa gak menjemputku?apa aku gak jadi di ajak??"
"Jadi donk,tapi ini tadi saya ketiduran,saya segera kesana sekarang tunggu ya."
Klik telpon di tutup dan saya segera pergi ke rumah Nona egga.
Jalanan di jakarta sangat macet,sungguh kondisi yang menguras emosi.
Aku sudah menghabiskan waktu 20 menit tapi tetap saja mobil hanya bisa jalan merayap seperti siput,
beberapa kali Hp ku berdering tapi aku gak bisa mengangkatnya dalam kondisi seperti ini.
50 menit telah berlalu,
aku bernafas lega karena kini sudah berada di depan gerbang rumah Nona Egga,
aku membuka pintu gerbang sendiri,sepertinya Nona Egga memang sengaja tidak menguncinya.
Aku menekan bel berkali kali tapi tidak ada respon dari dalam,terpaksa aku mencoba membuka pintunya sendiri.
pintu terbuka perlahan....
"Dokter...."
Suara Nona Egga pelan.
"Nona !!! apa yang terjadi??"
"Sepertinya tadi ada pencuri masuk,saya tak mengenalinya karena menggunakan topeng."
"Saya akan bawa nona ke Rumah sakit sekarang."
Aku segera menggendongnya membawanya ke dalam mobil untuk membawanya ke Rumah sakit.
"Bagaimana makan malam dengan Rayan Dokter??"
"Nanti saya kasi tau Rayan kalo saya gak jadi ke rumahnya,keselamatan nona lebih penting."
Tak terdengar lagi suara Nona Egga,kesadarannya mulai menurun,aku mempercepat kemudiku.
"Tolong persiapkan alat alatnya,pasien ini dalam keadaan kritis !!"
Aku setengah berlari, seorang wanita tak berdaya berada dalam pangkuanku dengan darah yang terus menetes."
"Baik Dokter !!"
Para perawat yang memang sudah mengenaliku dengan sigap mempersiapkan alat alat medis guna menolong pasien.
Hanya butuh waktu 10 menit semua alat sudah terpasang,
aku memerika denyut nadinya,sangat lemah.
"Ambil sample darahnya,kita harus mendonor darah !! pasien kehilangan banyak darah !!"
"Baik Dokter !!"
Seorang perawat mengambil beberapa sample darah pertama untuk memeriksa kondisi pasien apakah pasien punya penyakit atau tidak,dan yang kedua untuk memeriksa golongan darah pasien.
__ADS_1
"Golongan darahnya AB + dokter,Rumah sakit kita tidak punya stok !!"
Oh Shiitt !! kenapa bisa terjadi seperti ini.
"Periksa darahku,gunakan jika cocok !!"
Aku tidak punya pilihan lain,setauku Nona Egga tak punya keluarga,
di rumahnya dia tinggal sendirian jadi tak mungkin meminta pihak keluarganya yang mendonor,
beruntung darahku cocok.
"Wahyu ada apa ini??"
Ayah yang sedang berkunjung ke Rumah sakit miliknya tak sengaja mendengar kabar soal aku yang membawa wanita ke Rumah sakit.
"Nanti saja wahyu ceritanya yah,yang terpenting Nona Egga selamat."
"Dan kamu sekarang berkorban untuknya??"
"Wahyu hanya mendonorkan darah yah,bukan apa apa."
"Baiklah tapi setelah ini kamu ikut ayah pulang."
"Tapi bagaimana dengan Nona Egga yah,tidak ada keluarga yang menunggunya di Rumah Sakit."
"Wahyu ada yang mau ayah bicarakan,ini serius jadi kamu harus ikut ayah pulang,
untuk Nona Egga ayah akan siapkan staf khusus untuk menjaganya,kamu boleh kembali besok pagi."
"Baik yah."
Sebenarnya aku menghawatirkan Nona Egga satu satunya teman wanitaku tapi aku tidak bisa membantah ayahku,dari dulu ayah memang keras kepala gak bisa di bantah meskipun sebenarnya hatinya sangat baik.
Sesampainya di rumah aku teringat sesuatu,
"Yah,wahyu minta waktu sebentar wahyu ingin menelpon seseorang."
"Ya sudah,ayah juga mau ganti baju dulu."
Aku meraih Hp ku aku menekan beberapa nomor,
"Hallo Rayan !!"
"Hallo Dokter,Rayan dari tadi gak berhenti menangis dan gak mau makan,kenapa dokter gak jadi datang ke rumah kami??"
Ternyata ibunya Rayan yang mengangkat telpon.
"Sini Rayan mau ngomong !!
Dokter ganteng jahat,Rayan udah nunggu dokter ganteng tapi dokter ganteng gak jadi dateng,huuu huu huuu."
"Dokter minta maaf Rayan,tiba2 dokter ada pasien yang kritis,perutnya tertusuk pisau jadi dokter harus membantunya,Rayan mengerti kan??"
"Iya Dokter ganteng,kalo begitu Rayan aja yang ke rumah sakit ketemu dokter ganteng Rayan juga mau lihat pasiennya biar tau kalau dokter ganteng gak bohongi Rayan."
"Tidak dong anak manis,dokter gak bohong,besok Rayan boleh ketemu dokter di Rumah sakit sekalian Rayan chek up,
tapi Rayan harus makan ya?biar gak sakit lagi."
"Iya dokter ganteng,
kalau gitu Rayan makan dulu dadah dokter ganteng."
"Dadah Rayan."
__ADS_1
Akhirnya urusan dengan Rayan selesai tapi ayah,apa yang mau ayah bicarakan sebenarnya??