
Dokter Wahyu Pov_
"Fantastis!!" Seruku setelah mendengar cerita Nona Egga yang berhasil keluar masuk rumah mafia terpopuler Lucy Luciano.
"Rasa prihatin yang menuntunku kesini." Ucapnya lirih.
Sedari tadi kami memang di tinggal berdua di ruang tamu istana, pangeran william yang mendadak ada kepentingan masih belum kembali, begitupun putri elisabeth dan ibu ratu belum ada yang kembali sehingga kami berdua leluasa ngobrol ngalor ngidul soal pengalaman masing masing selama kami berpisah, kini aku jadi tau sejauh mana temuan temuan nona egga mengenai misteri kematian Mr.Jhon kurasa dia pun begitu.
"Selamat siang dokter!!" Tiba tiba putri elisabeth sudah berada di hadapan kami, Nona Egga sedikit tertegun karena baru pertama kali bertemu dengan putri elisabeth.
"Rupanya kau sudah kembali Elle!!"Aku menganggukan kepala pertanda hormat begitupun Nona Egga.
"Iya, Ibu Ratu menelponku dan mengajak ku makan siang bersama jadi aku memutuskan untuk pulang, waw sepertinya ada tamu istimewa."
"Kenalkan ini Nona Egga temanku, dia ada di sini karena kakak mu , dan ini putri elisabeth Nona, putri kerajaan Inggris." Aku memperkenalkan Nona Egga dengan Elle.
"Anda sangat luar biasa Nona !!"Ujar Putri Elisabeth, matanya terlihat menatap tajam.
"Anda juga luar biasa!!" Tukas Nona Egga.
Entah apa yang di maksud kedua wanita tersebut dengan kalimatnya itu, terkadang aku sulit mengerti pikiran wanita, bagiku mereka agak rumit.
"Makan siang sudah siap!! ayo semuanya kita makan siang bersama !!" Usul Ibu Ratu yang tiba tiba datang mengajak kami makan siang.
Aku berjalan mengikuti Ibu Ratu, Nona Egga di sampingku, sementara putri elisabeth berjalan paling belakang, kami menuju ruang makan dan duduk di sana.
"Kemana Pangeran William kenapa belum datang??" Tanya Ibu Ratu setelah menyadari Pangeran William tidak berada di antara kami.Sepertinya masih berada di suatu tempat.
"Biar aku yang susul bu !!"Ujar Putri Elisabeth, tapi baru saja putri elisabeth beranjak dari tempat duduknya tiba tiba pangeran william sudah datang menghampiri kami semua.
"Maaf telah membuat kalian semua menunggu, aku telat karena harus terima telpon terlebih dulu."Ujarnya
"Tak apa kami menunggu belum lama, memangnya siapa yang menelpon putraku??"
"Kepolisian Indonesia."
"Apa??"Semua orang memekik kecuali aku dan Nona Egga.
"Dalam rangka menindak lanjuti kasus pembunuhan pangeran george, aku di suruh datang ke Indonesia guna melakukan pemeriksaan." Pangeran William mencoba menjelaskan, seraya duduk di kursi makan yang telah di sediakan.
__ADS_1
"Bagaimana mereka bisa menuduhmu putraku??"Tanya Ibu Ratu, terlihat jelas gurat kesedihan di wajahnya.
"Sementara ini aku di panggil untuk memberikan kesaksian, belum tentu mereka menetapkanku sebagai tersangka, jadi ibu tak perlu khawatir."
"Iya Ibu Ratu jangan khawatir, aku dengan dokter wahyu pasti akan ikut serta membantu kepolisian menyelidiki kasus ini agar tepat sasaran."Ujar Nona Egga.
"Iya benar, yang tertangkap haruslah pelaku yang sebenarnya, aku yakin bukan putraku pelakunya." Ibu Ratu sedikit bergetar saat mengatakan hal tersebut.
Suasana mendadak hening, semua orang sibuk dengan pikirannya masing masing.
Terlihat dari tatapan tatapan yang kosong meskipun mulut mereka sibuk ngunyah makanan.
"Kapan kamu akan pergi ke Indonesia putraku??"Tanya Ibu Ratu memecah keheningan.
"Mungkin dalam satu dua hari..." Jawab pangeran William.
"Kebetulan aku dan rombongan para dokter juga akan segera pulang, jika berkenan kita bisa ke Indonesia bersama."Begitu usulku.
"Aku juga akan pulang karena urusanku telah selesai." Ujar Nona Egga.
"Aku akan pergi ke Indonesia dengan menggunakan jet pribadi, jika kalian mau, kalian boleh bergabung."Ajak Pangeran William, yang di ajak berbalik mengajak.
"Oke, persiapkan saja diri kalian dalam dua hari kedepan."
"Putraku, apa kamu yakin akan pergi??" Sepertinya Ibu Ratu ragu akan tindakan pangeran william.
"Kasus ini sudah menggantung selama dua tahun, kasian kakak yang jenazahnya tak bisa di proses jika kasusnya tak selesai, ku harap dengan kedatanganku ke Indonesia akan di temukan benang merahnya atas kasus kematian kak George, lagi pula aku masih meragukan apa yang mati itu benar benar kakakku? aku harus membuktikannya sendiri." Entah apa yang ada di benak Pangeran William sehingga begitu yakin atas apa yang akan di lakukannya.
"Elle, selama aku pergi nanti kau yang harus menggantikan tugasku di sini, Ibu Ratu akan membimbingmu."
"Baik Kak!! Aku bisa di percaya,meskipun hanya seorang wanita, tapi aku bukan wanita bodoh." Putri elisabeth menjawab enteng dengan nada sombong.
Situasi kembali hening, sampai kami selesai makan siang dan pulang tak ada lagi pembicaraan di antara kami.
Ibu Ratu mengajak Nona Egga dan aku menginap di istana Buckingham, tapi kami memilih untuk kembali ke hotel, ada rasa segan dengan sikap pangeran William yang mendadak luluh mau melepaskan Nona Egga dan juga mau memenuhi panggilan polres Jakarta.
"Ayah akan pulang besok, urusan ayah dan para dokter telah usai apa kalian akan ikut pulang besok?atau akan bermain main terlebih dulu??" Tanya Ayah sesaat setelah aku dengan Nona Egga kembali ke Hotel.
"Sepertinya aku akan tinggal sehari lagi, kami akan kembali ke jakarta dengan pesawat jet pribadi bersama pangeran william."
__ADS_1
"Pangeran William akan ikut ke Jakarta??"
"Iya yah untuk memenuhi panggilan polisi."
"Terkait kasus pembunuhan Mr.Jhon??"
"Iya yah benar, agak mengejutkan memang, semula pangeran william bahkan menyangkal kalau Mr.Jhon itu bukanlah kakaknya, dia bilang itu pasti orang lain yang tak ada kaitannya dengan kerajaan inggris, tapi kemudian dia berubah pikiran, mau datang memenuhi panggilan polisi dan mau menyaksikan langsung apakah Mr.Jhon benar benar kakaknya yang nyamar dengan menggunakan paspor palsu."
"Ayah harap semoga kasus itu cepat terselesaikan."
"Aku juga berharap seperti itu yah."
"Maaf dokter ada yang terlupakan saya permisi dulu." Nona Egga pergi keluar.
"Temani dia Wahyu!! tak baik seorang wanita keluar sendiri malam malam apalagi ini di negara orang!!"
"Baik yah, kalau gitu Wahyu pergi bentar." Aku segera pergi keluar menyusul Nona Egga, ternyata dia berjalan menuju Hyde park dan berbicara dalam telpon.
"Maaf yah aku udah buat ayah khawatir!!" Ujarnya dengan Hp di tempelkan pada pipinya sebelah kanan, Sepertinya Nona Egga bicara dengan ayahnya.
Aku menghampirinya duduk di sampingnya tanpa mengganggu, aku menunggu sampai ia selesai menelpon.
"Ayahmu??"
"Iya benar, aku baru saja memberitau ayah soal kedatanganku ke London."
"Bagaimana reaksi ayahmu??"
"Tak terlalu kaget, sepertinya telah di perhitungkan."
"Bagaimana kondisi Nyonya George dan anak anaknya??"
"Mereka baik baik saja."
"Apa klan Luciano sudah tak mengganggunya??"
"Sepertinya begitu, Nyonya george belakangan gampang panik tapi tadi ayah tak mengatakan hal itu jadi kemungkinan dia sudah terbebas dari bayang bayang Luciano."
"Semoga saja begitu.."
__ADS_1