
Dokter Wahyu Pov_
Ibu Ratu masih belum sadar dari pingsannya,
Ia terbaring lemah di kamarnya di salah satu ruangan di Istana Buckingham.
Untuk menghindari kegaduhan publik, pangeran william memang meminta padaku agar Ibu Ratu di rawat di kamarnya saja. Padahal jika di bawa ke St.Thomas Hospital banyak sekali dokter profesional di sana.
Aku menengok jam pada layar Hp, sudah menunjukan pukul 19:00 waktu London, tapi belum ada seorangpun yang datang, baik pangeran william, putri elisabeth maupun Nona Egga.
Sekali lagi aku periksa perkembangan kondisinya, aku letakan stetoskop pada dada dan perutnya untuk mendengarkan detak jantungnya, sekarang sudah lebih baik, detak jantungnya sudah normal.
"Gimana keadaan Ibu Ratu Dokter??" Tanya Pangeran William yang baru saja datang.
"Ibu Ratu belum sadar dari pingsannya karena tadi sangat syok, tapi sekarang detak jantungnya sudah normal."
"Kalau gitu biarkan Ibu Ratu Istirahat, kita bicara di luar saja."
"Itu lebih baik." Aku mengikuti pangeran william dia mengajak ku ngobrol di ruang kerjanya.
"Oya, apa tadi berhasil menemukan Nona Egga dan Putri Elisabeth??" Tanyaku sangat penasaran.
"Aku berhasil menemukan Nona Egga, Nona Egga pergi ke rumah Lucy Luciano, katanya ada urusan dan sebentar lagi juga pulang.Tapi putri elisabeth aku kehilangan jejaknya."
"Apa ada orang yang telpon meminta tebusan??"
"Sepertinya tidak dokter."
"Aneh sekali."
"Iya aku juga merasa heran, mungkin nanti setelah makan malam pencarian putri elisabeth baru akan di lanjutkan kembali."
"Semoga berhasil pangeran william!!"
"Iya dokter!!"
Tok!! tok!! tok!!
Seorang staf istana datang mengetuk pintu.
"Masuk!!" Ujar pangeran william.
"Nona Egga sudah kembali ke Istana." Ucapnya dengan ramah.
"Persilahkan dia masuk kesini." Ujar pangeran william.
__ADS_1
"Baik pangeran!!" Ucap staf itu lalu ia keluar dan membawa Nona Egga masuk.
"Maaf Pangeran William, Dokter Wahyu, karena aku telah membuat khawatir..."
"Oke silahkan duduk Nona." Pangeran william mempersilahkannya duduk, lalu Nona Egga duduk di sampingku.
"Apa yang terjadi pangeran william??sepertinya anda terlihat risau??"Tanya Nona Egga dengan pertanyaan khas detectiv konsultan.
"Tentu saja aku risau, di saat kau belum kembali, Putri Elisabeth juga hilang dan Ibu Ratu mendadak pingsan."
"Apa??? dimana Ibu Ratu Pingsan??apa yang terjadi sebelumnya??" Tanyanya lagi dan kini aku yang menjawab.
"Tadi aku sedang membaca buku di perpustakaan Istana, tiba tiba saja Ibu Ratu datang padaku dan bilang putri elisabeth tidak ada, belum sempat menceritakan hal lain karena keburu pingsan, tapi kondisinya sekarang sudah lebih baik."
"Dimana Ibu Ratu sekarang??"Tanya Nona Egga.
"Ibu Ratu ada di kamarnya, aku tak ingin publik menjadi gaduh atas peristiwa ini makanya tidak membawanya ke Rumah sakit." Tukas Pangeran William.
"Oke aku mengerti, oya tadi bilang putri elisabeth hilang itu gimana ceritanya??"
"Aku juga gak ngerti Nona, terakhir dia mengobrol bersamaku di taman lalu dia masuk lebih dulu, aku gak bertemu lagi sejak saat itu, dan saat aku di perpustakaan Ibu Ratu datang mengabarkan putri elisabeth tak ada lalu Ibu Ratu pingsan sampai sekarang."
"Apa tak ada seseorang yang meminta tebusan??"
"Tadi dokter wahyu juga tanya seperti itu padaku, tapi tak ada yang menelpon tuk meminta tebusan."
Tok!! tok!! tok!!
"Maaf pangeran william ini ada surat." Katanya seraya menyerahkan dua surat ke tangan pangeran william,
Pangeran william mengambilnya dan membuka salah satunya, lalu membacanya dengan seksama.
"Ternyata surat perintah penangkapan dari kepolisian Indonesia.Mereka resmi menjadikanku sebagai tersangka pembunuhan di Bandara itu." Ia menunduk lesu."Mungkin karena aku mengulur waktu kepergianku ke Jakarta, jadi mereka sangat yakin kalau aku memang pelakunya."
"Oya surat ini untukmu Nona!!" Ujar pangeran william seraya menyodorkan surat yang lainnya.
"Dari Lucy Luciano???" Nona Egga mengernyitkan dahinya, lalu ia membaca suratnya dengan seksama.
"Dokter!! aku sudah tau siapa pelakunya tapi kita harus mendapatkan buku diary hitam, karena semua bukti ada di sana!!" Seru Nona. Egga sambil menyerahkan secarik kertas surat tersebut, dan aku mulai membacanya.
*Dear Nona Egga,
Salut atas keberhasilanmu keluar masuk rumahku dengan selamat, sementara banyak orang di luar sana gemetar hanya dengan mendengar namaku saja.
Sebagai hadiahnya, aku akan menjelaskan padamu tentang kronologi pembunuhan di bandara yang menewaskan putra mahkota inggris pangeran george.
__ADS_1
Anda datang pada orang yang tepat, memang benar aku yang merancang drama pembunuhan tersebut.
Lucy Luciano, mafia terpopuler sepanjang masa.
Dua tahun silam seseorang datang padaku memintaku untuk membunuh pangeran george dengan imbalan yang sangat tinggi, bagiku ini bisnis yang potensial, aku menyetujuinya.
Dengan di bantu lima klan mafia lainnya, aku mulai merancang skema pembunuhan tersebut.
Salah seorang mafia bertugas sebagai agen CIA yang berhubungan dengan korban secara langsung, menanyai identitas dan rencana perjalanan korban, juga berpura pura menjadikan korban sebagai informan CIA. Dengan gaji yang cukup tinggi korban bersedia menjalin kerjasama dengan agen CIA palsu.Sementara empat klan mafia lainnya bertugas mencari kambing hitam, dua wanita itu menjadi kambing hitamnya.
Agen CIA palsu berhasil menemui pangeran george di Bandara Soeta sebelum chek in kepulangannya ke Hongkong.
Baginya Agen CIA palsu itu benar benar Asli, bertemu dengannya untuk membayar upah sebuah informasi, sementara kami menggunakan kesempatan itu untuk memastikan kedatangan pangeran george agar kami tau kapan waktu yang tepat untuk mulai membunuhnya.
Ide penggunaan paspor palsu sengaja di rancang untuk mengelabuhi polisi tentang identitas korban, tapi polisi cukup jeli, mereka segera tau bahwa korban yang memegang paspor atas nama Jhon cress Lee merupakan putra sulung kerajaan inggris pangeran george.Tapi aku cukup puas dengan kinerjaku, drama pembunuhan di bandara itu membingungkan semua orang, selama dua tahun polisi tak mampu memecahkan kasus tersebut, tak mampu mengungkap otak pembunuhannya.
Disini aku tak mau memberi tau siapa otak pembunuhannya secara langsung, mungkin anda sudah tau nona tapi anda butuh bukti, jika anda ingin bukti, temukan saja buku Diary hitam di istana sebagaimana yang telah aku katakan.
Ada informasi lain, ini mengenai putri elisabeth, dia berada bersamaku, dia mencintaiku dan akan hidup di suatu tempat yang tidak di jangkau oleh sembarang orang, kalian tak usah mencarinya, percuma saja kalian mencarinya karena kalian takan bisa menemukannya.
Ttd,
Lucy Luciano*
"Putri elisabeth!!" Ujarku sambil menghela nafas dalam dalam dan menyerahkan kembali surat tersebut pada Nona Egga.
"Kita harus segera menemukan Diary hitam itu dokter!!"Ucap Nona Egga.
"Diary Hitam??" Tanya pangeran william merasa aneh karena tak ikut membaca surat dari Luciano tadi, kemudian aku memberikan surat tadi padanya.
"Aku melihatnya Nona, buku itu di bawa Ibu Ratu saat dia datang menemuiku di perpustakaan."
"Di simpan dimana buku itu??"Tanya Nona Egga.
"Sepertinya masih berada di perpustakaan!!"
"Kalau begitu ayo kita kesana!!" Aku bergegas menuju perpustakaan, Nona Egga dan Pangeran william mengikutiku dari belakang.
Benar saja buku itu masih ada di atas meja di perpustakaan, aku menaruhnya ke atas meja saat buku tersebut jatuh dari tangan Ibu Ratu.
Aku meraih buku tersebut, aku membukanya dan membaca halaman pertama.
2 July 2020, di buckingham.
Seseorang sudah menciumnya, bahwa akulah otak pembunuhan di Bandara Soeta 2 tahun silam, kakak ku pangeran george.
__ADS_1
Aku membuka halaman terakhir untuk mengetahui siapa pemilik buku Diary Hitam ini.tertulis, Princess Elisabeth.
TAMAT