
Cuaca pagi ini lumayan hangat, aku masih menikmati sarapan pagiku bersama ayah, sandwich khas istanbul di padukan dengan mochacino rasanya mantaf tiada tara.
Suatu hal yang tak biasa terjadi, suara bel berdering kencang.
Memang selama dua tahun aku tinggal di sini baru kali ini ada tamu yang datang karena alamat kami yang memang di rahasiakan.
"Biar aku yang bukakan pintunya yah !!"
Ayah yang sudah bersiap berdiri mau membukakan pintu mengurungkan niatnya, kini aku yang bangkit dan membukakan pintu.
"Ah Nyonya George, aku pikir siapa !!" Seruku ketika melihat tubuh mungil nyonya george.
"Maaf aku......" Suaranya tergagap, sorot matanya sayu dan terlihat sangat cemas.
"Ayo silahkan masuk !! kita bicarakan di dalam." Aku membawanya duduk di ruang tamu.
"Apa nyonya sudah sarapan??aku sedang sarapan tadi sama ayah."
"Aku sudah sarapan, maaf aku mengganggu waktumu." Suaranya bergetar dengan bahasa Inggris khas Hongkong.
"Oke Nyonya, silahkan ceritakan masalahmu !!"
"Dulu ketika suamiku masih ada dia pernah terlibat urusan dengan Lucy Luciano, sekarang setelah suamiku terbunuh klan Luciano tetap mengejarku dan menuntut ganti rugi, sementara aku ada uang darimana setelah suamiku gak ada??" Wanita itu terisak seperti menyesali sesuatu.
"Nuntut ganti rugi?? memangnya mereka di rugikan apa oleh Mr.Jhon maksudku oleh Pangeran George??"
"Kala itu kami berada pada masa masa sulit, tiba tiba saat suamiku melancong suamiku bertemu dan berkenalan dengan seorang agen CIA, dia memberi tawaran untuk bekerja pada mereka sebagai informan dengan gaji yang sangat tinggi, tentu saja suamiku tertarik untuk melakukannya mengingat kami sangat membutuhkan uang."
"Apa pangeran george berhasil memberikan informasi pada agen CIA seputar kejahatan klan Luciano??"
"Tepat sekali nona !!"
"Hei, apa ada masalah serius??"Tiba tiba ayah muncul dari ruang makan.
"Engga ko yah, Nyonya George hanya butuh teman." Aku sedikit berbohong pada ayah karena aku ingin menangani kasus ini sendiri, rasanya bosan terus menunggu kinerja ayah dan anggota Interpol lainnya.
"Kalau ada masalah jangan segan untuk berbicara kepada kami !!" Ujar ayah.
__ADS_1
"Terima kasih tuan, anda sangat baik !!"
"Kalau ayah sibuk, ayah bisa meninggalkan kami berdua ."
"Really Honey??"
"Really Ayah !!"
"Kalau begitu ayah pergi dulu, jaga diri baik baik."
"Baik Ayah !!" Kemudian Ayah berlalu meninggalkan kami berdua.
"Nona, sepertinya anda tak ingin ayah anda mengetahui masalahku ini."
"Iya Nyonya, sebetulnya aku tinggal di jakarta sendiri sebagai anggota polisi reserse sekaligus menjadi detectiv konsultan, tapi dengan alasan tertentu ayah membawaku kesini, di sini tak banyak yang bisa ku lakukan,sepertinya aku mulai jenuh jadi aku berniat menangani kasus nyonya sendiri tanpa melibatkan ayahku."
"Oh begitu....ku rasa Nona memang orang yang tepat untuk aku ajak bicara."
"Silahkan lanjutkan Nyonya !!"Aku telah siap mendengarkan baik baik setiap apa yang akan di ceritakannya.
"Seperti yang Nona duga, suamiku berhasil mengumpulkan data kejahatan klan Luciano, dengan begitu suamiku mendapat penghargaan dari agen CIA, setiap informasi suamiku di bayar 20 ribu dollar, atas apa yang di lakukan suamiku tersebut beberapa bisnis ilegal klan Luciano berhasil di gagalkan, sehingga mereka sangat geram."
"Kalau soal itu aku gak begitu yakin, karena aku juga mencurigai pihak istana, mungkin saja memang klain Luciano yang membunuh suamiku karena mereka membenci pekerjaan suamiku, atau mungkin juga adiknya yang sengaja menyingkirkan suamiku karena tau diri bahwa suamiku lebih berhak atas tahta yang di dudukinya."
"Aku cukup mengerti dan cukup prihatin atas kejadian yang menimpa nyonya, lalu apa yang nyonya harapkan dariku??"
"Aku akan pergi diam diam dari Istanbul, aku sudah tak bisa mengandalkan perlindungan yang di berikan interpol padaku."
"Tapi itu sangat bahaya nyonya."
"Klan Luciano sudah tau tempat tinggalku Nona, aku sudah tak bisa bertahan di sini."
"Tapi bukan tak mungkin mereka akan tetap menemukanmu di luar sana nyonya dan itu sangat berbahaya bagimu maupun bagi anak anakmu !!"
"Nona !! kalau boleh aku meminta, aku nitip anak anak ku, dan aku akan pergi dari sini, setidaknya anak anak ku selamat meskipun nanti aku tertangkap dan di bunuh oleh klan Luciano !!"
"Tapi Nyonya."
__ADS_1
"Aku mohon Nona, aku berharap Interpol bisa menggugat tahta kerajaan Inggris, anak anak ku berhak atas itu, biarkan aku pergi meninggalkan segalanya."
Ini sangat rumit, permintaan nyonya george sungguh tak masuk akal, dia rela meninggalkan anak anaknya dan membiarkan hidupnya menderita dan kehilangan segalanya.
"Aku mohon nona, rawatlah anak anak ku, aku harus pergi...."
Aku menggigit bibir bawahku,aku berada dalam kebimbangan.
Tentu saja aku dan ayah takan keberatan merawat ketiga anak pangeran george yang pintar dan imut imut itu tapi apa yang harus aku katakan pada mereka jika mereka bertanya mengenai ibunya.
"Nyonya, tolong pikirkan kembali niat nyonya itu, Johanes, Angelin dan Kathrin mereka masih sangat membutuhkan kasih sayang nyonya."
"Aku tau itu tapi aku gak punya pilihan lain, kalau aku gak buru buru pergi cepat atau lambat mereka akan membunuhku karena aku gak punya uang untuk membayar kerugian mereka, tapi kalau aku pergi membawa ketiga anak ku itu berbahaya juga bagi anak anak ku."
"Bagaimana kalau aku yang membayar kerugian pada mereka??"
"Jangan Nona !! mereka sangat licik meskipun harta nona di habiskan untuk membayar kerugian mereka itu takan cukup, mereka takan melepaskan Nona, mereka akan bilang uangnya kurang, mereka akan bilang mereka tetap rugi."
"Kita coba saja !!"
"Tidak nona itu sangat berbahaya bagi Nona."
"Apa Nyonya tau markas mereka yang di Istanbul??"
"Aku tidak tau Nona tapi aku tau kediaman klan Luciano yang di Inggris."
"Berarti kita harus pergi ke Inggris !!"
"Tapi Nona bagaimana dengan anak anak ku?? sebaiknya ikuti saja rencanaku, biar aku yang pergi dan Nona jaga anak anak ku di sini."
"Tidak, aku harus pergi ke kediaman klan Luciano untuk memberikan penawaran, biar nantinya kamu bisa hidup tenang bersama dengan anak anakmu ."
"Apa itu artinya Nona akan pergi sendiri??"
"Berikan padaku alamat lengkap klan Luciano, aku akan pergi kesana sendiri, katakan pada ayah aku ada urusan mendadak dan nyonya jangan pergi kemanapun sebelum aku kembali."
"Kau berprinsip sangat kuat sekali Nona, semoga Tuhan melindungimu !!"Nyonya George menuliskan sebuah alamat pada secarik kertas yang telah aku sediakan, setelah itu dia pamit pulang.
__ADS_1
Aku membolak balik kertas yang bertuliskan alamat Lucy Luciano, sepertinya aku sudah gila dengan rencanaku mendatangi rumahnya.
_Nona Egga Pov End_