
Sebuah sel kecil di polres jakarta selatan.
Ini merupakan penjara untuk menunggu penyelesaian BAP. Luasnya hanya 30 meter termasuk kamar di dalamnya. Tersangka pembunuhan Mr.Jhon warga Malaysia dan warga vietnam tinggal di sana bersama belasan tahanan lainnya.
Biasanya mereka menunggu sampai 2 bulan. Sampai mereka di jadikan terdakwa dan di vonis hukuman sesuai hasil putusan sidang, barulah mereka di pindahkan ke lapas yang berlokasi di tempat lain. Setidaknya itu yang aku tau berdasarkan keterangan para sipir di sana ketika aku dan nona egga datang untuk mengunjungi tersangka pembunuhan Mr.Jhon.
"Tuan dan Nona siapa??"
tanya seorang wanita muda berwajah polos, di ketahui bahwa wanita itulah yang bernama Aisyah tersangka pembunuhan Mr.Jhon yang kami temui di sel tahanan."
"Saya Egga dan ini dokter wahyu."
Nona Egga memperkenalkan diri kami kepada wanita itu.
"Nona saya gak membunuh Mr.Jhon, bahkan saya tidak mengenal pria itu sama sekali."
"Bagaimana anda bisa tertarik melakukan pembunuhan itu tanpa anda sadari bahwa itu merupakan pembunuhan nona??"
Aku bertanya padanya meskipun aku sudah tau keterangannya dari nona egga, tapi kali ini aku ingin mendengar pengakuannya secara langsung.
"Kira kira sebulan lalu saya di hubungi seorang pria asing, dia bilang dia pria inggris yang sedang merekruit artis untuk syuting acara talkshow yang berlokasi di Bandara Internasional Indonesia.
Kebetulan suami saya asal indonesia jadi tak begitu sulit jika saya harus datang ke Indonesia untuk syuting acara tersebut."
wanita itu mulai menceritakan kronologi kejadiannya dengan sungguh sungguh.
"Kenapa anda begitu mudahnya percaya dengan informasi tersebut Nona??
sedangkan anda taukan begitu sulitnya menjadi artis meskipun telah mengikuti casting sekalipun belum tentu di terima jadi artis."Tanyaku lagi.
"Saya sedang membutuhkan tambahan uang dokter, bahkan saya sudah bekerja di pabrik sebagai buruh untuk membantu suami tapi uang itu tidak juga cukup.
Begitu ada tawaran syuting acara talk show saya langsung antusias, apalagi pria asing itu benar benar telah mengirimkan sejumlah uang ke no rekening saya, sehingga saya bisa pergi ke indonesia."
"Uang itu cukup untuk membeli tiket pesawat bahkan untuk belanja dan mentraktir teman teman saya, dengan begitu saya percaya bahwa pria itu sungguh sungguh bukan untuk menipu saya."
Wanita muda itu menjelaskan tanpa ada rasa takut sekalipun,sementara nona Egga membiarkanku berbincang dengan wanita muda tahanan polres tersebut.
"Apa anda bertemu langsung dengan pria tersebut??apa suami anda tidak melarang??"
"Saya merahasiakan detail kejadian itu sama suami saya karena takut suami saya cemburu dan tak ngasi ijin, jadi saya datang sendiri menemui Tiga orang pria di sebuah hotel di dekat Bandara.
Mereka semua berperawakan tinggi, rambut pirang dan kulit putih, salah satunya bertindak sebagai penerjemah, mereka menemui saya untuk menjelaskan konsep syutingnya, mereka memperlihatkan photo seseorang yang akan di jadikan target saat syuting, tapi sungguh saya tidak mengenalnya."
__ADS_1
"Bagaimana mereka menjelaskan konsepnya pada anda nona??"
"Jadi setelah mereka memperlihatkan photo target, mereka memberikan botol minyak wangi,
mereka bilang di dalamnya sudah di ganti dengan air biasa, tugas saya hanya menyemprotkan air tersebut ke muka turis asing yang ada di photo untuk tujuan ngeprank, setelah itu saya di suruh kabur ganti baju dan cuci tangan."
"Bagaimana perasaan anda saat melakukan hal itu nona??"
"Saya sangat senang,karena setelah syuting itu berhasil saya akan di jadikan artis untuk iklan dan acara acara talkshow dengan bayaran yang tinggi,
apalagi saya mengerjakannya berdua dengan seorang wanita vietnam saya jadi semakin berani dan yakin kalau kejadian tersebut tak ada unsur penipuan." Wanita muda itu mengahiri ceritanya.
"Bagaimana dokter??apa anda sudah dapat kesimpulannya."
Tanya Nona Egga yang sedari tadi hanya diam memperhatikan.
"Iya Nona."
"Maaf tuan dan nona jam besuk udah abis."
Seorang sipir datang memperingatkan.
"Baiklah Nona saya dan dokter wahyu harus pergi,anda cuma harus bersabar."
"Kami pergi dulu ya."
"Iya Dokter,Terima kasih !!"
"Sama sama Nona."
Kami pun pergi meninggalkan sel tahanan polres untuk melanjutkan petualangan,
waktu menunjukan pukul 12:00 cuaca hari ini di jakarta begitu menyengat,
kami memutuskan makan siang di pinggir jalan di sebuah warteg,
konsepnya sederhana tapi menu makannya sangat lengkap.
Aku makan nasi dengan sambal goreng ikan bawal dengan tongseng tauge di lengkapi dengan segelas teh manis,
sedangkan Nona Egga memilih makan ayam goreng dengan orek tempe di lengkapi segelas jus lemon untuk minumnya.
"Makanan warteg gini enak juga kan??"
__ADS_1
Tanyaku pada Nona Egga yang mulai melahap makanannya.
"Iya dokter, enak juga."
"Oya Nona Nanti malam saya ada janji memenuhi undangan makan malam keluarga pasien saya, kalo nona ada waktu nona bisa ikut."
"Wah Hubungan anda dengan pasien sepertinya sangat hangat, apa nanti saya gak mengganggu."
"Hahahaha tentu saja tidak Nona,
pasien saya Rayan memang berbeda dari pasien lainnya, dia baru usia Tujuh Tahun sudah harus menjalani operasi bypas jantung karena penyakit jantung koroner yang di deritanya,
dia merengek pada ibunya jika operasinya berhasil ingin mengajak ku makan di rumahnya."
"Anak yang sangat kuat."
"Iya Nona anda benar, dia anak yang sangat kuat dan menggemaskan."
"Bagaimana menurutmu tentang tersangka yang kita temui tadi dokter??"
"Dia berbicara sangat lancar, sedikit pun tak terlihat ada nada nada penyesalan,
hanya ada 3 kemungkin seseorang melakukan pembunuhan tanpa rasa bersalah, pertama karena dendam, kedua karena mengidap psykopat, ke tiga karena dia memang tidak bersalah."
"Tepat sekali dokter."
"Mungkin perlu di lakukan tes psikis untuk mengetahui apakah tersangka memang tidak bersalah atau justru tersangka pembunuh berdarah dingin."
"Dokter tau pembunuhan berantai di Tokyo??yang di kisahkan oleh seorang penulis terkemuka dalam bukunya The Tokyo Zodiac Murder??"
"Hemmm saya baru dengar Nona."
"Kasus itu menggantung selama 40 tahun, meskipun detectiv polisi di kumpulkan tak ada yang mampu menyimpulkan, tapi aku harap kita tidak sampai menggantung kasus yang kita tangani saat ini meskipun kelihatannya sulit."
"Iya Nona semoga saja."
"Setelah ini saya ada tugas di lapangan,jika dokter ada hal lain dokter bisa melakukannya, tapi untuk dinner nanti malam saya bisa ikut."
"Baik Nona, paling setelah ini saya pulang dulu ke rumah ayah ada beberapa hal yang harus di siapkan untuk pekerjaan besok."
Aku menghabiskan makan siangku kemudian mengantarkan Nona Egga ke kantor polisi, setelah itu memutar arah dan pulang ke rumah ayah.
Sesampai di rumah aku langsung masuk kamar lalu mandi, ayah belum pulang kondisi rumah masih sepi.
__ADS_1