
Selama aku tinggal di Istanbul dengan Ayahku bukan ku tak rindu rumahku di Jakarta.
Aku sangat merindukannya,aku rindu timku di Bareskrim aku juga rindu temanku Dokter Wahyu,tapi sekali lagi ini demi keamananku,aku tidak di ijinkan ayah untuk menelpon siapapun karena takutnya percakapanku di sadap atau lokasiku di lacak melalui signal telpon, lalu para peneror itu akan kembali menerorku.
Sebenarnya aku tak takut dengan para peneror bayaran itu.Apalagi ada Ayah di sampingku apa yang harus ku takutkan??hanya saja aku tak ingin membuat masalah dan merepotkan ayah,karena ayah juga banyak yang harus di kerjakan,terutama perihal kejahatan para klan mafia di Mancanegara.
Hari ini aku berusaha memenuhi janjiku pada Johanes putra sulung Mr.Jhon untuk mengajaknya jalan jalan keliling Istanbul.
Aku sudah menjanjikannya selama dua tahun yang lalu dan baru bisa merealisasikannya sekarang,Johanes pastinya kecewa tapi rasa kecewanya terobati hari ini.
Ayah sudah memberiku ijin untuk pergi tapi ayah gak bisa menemaniku jalan jalan,ayah hanya mengantarkanku ke rumah Johanes setelah itu pulang lagi karena banyak kesibukan.
Aku dan Johanes berangkat dari rumah setelah jam makan siang.
Ayah memberiku syarat bahwa Aku dan Johanes boleh pergi tapi harus menyamar sebagai orang lain,jangan sampai ada orang yang mengenali kami apalagi tau tempat tinggal kami,untuk itu kami pergi dengan kostum unik.
Johanes memakai kacamata hitam,topi dan masker,akupun begitu.
Kami berdua memakai pakaian panjang serba hitam,biar di kira sebagai orang orang yang akan pergi jiarah kubur.
Untung cuaca hari ini begitu redup jadi pakean serba tertutup seperti ini tak membuat kami kegerahan.
Aku mengunjungi beberapa tempat di Istanbul,aku juga mengunjungi Blue Mosque dan Hagia Shopia.
Tiba tiba aku melihat sosok pria yang aku kenal,yeah benar itu Dokter Wahyu tapi bagaimana dia bisa ada di sini??
Aku mencari cara agar bisa mengatakan sesuatu padanya tanpa membuat masalah,beberapa saat aku berpikir bagaimana caranya.
"Johanes di sana ada temanku dari Indonesia."Kataku setengah berbisik.
"Dimana??"Johanes juga ikut ikut berbisik.
"Itu di sana pria tinggi itu!!"
"Ayahmu takan mengijinkan kita menemui orang lain."
"Aku tau."
__ADS_1
"Lalu apa yang mau kau lakukan??"
"Aku butuh secarik kertas dan balpoin untuk menuliskan nama akun Instagramku."
"Kebetulan aku selalu membawa itu."
"Untuk apa kamu membawa semua itu di sakumu?"Tanyaku ketika melihat Johanes mengeluarkan buku memo kecil dan sebuah balpoin dari sakunya.
"Untuk apa katamu??Nyatanya kamu membutuhkannya sekarang.
Aku selalu membawa ini untuk menulis hal hal penting yang mungkin saja aku temui."
Katanya sambil menyerahkan buku dan balpoinnya.
Aku sobekan secarik kertas dari buku memo milik Johanes lalu aku tuliskan akun Instagramku di sana,berharap setelah dokter wahyu membacanya nanti ia akan menghubungiku via Instagram,itu lebih aman di banding via telpon.
"Johanes,kamu bisa membantuku memberikan ini padanya?"
"Tentu saja aku akan membantumu."
"Aku akan menunggumu di sana,tapi ingat jangan katakan itu dariku,aku khawatir dia akan mencariku."
Aku melihatnya dari jauh,dari tempat yang sangat strategis.
Di sana Dokter Wahyu sedang berjalan jalan melihat Hagia Shopia gereja tertua di Turki yang usianya sudah 900 Tahun,sesekali ia memotretnya dan selfi dengan Hagia Shopia sebagai bagroundnya.
Saat Dokter Wahyu fokus pada layar Hp untuk memotret bagian samping Hagia Shopia,Johanes datang dengan cara pura pura menabraknya.
Dengan begitu Dokter Wahyu segera menolongnya dan membangunkannya.
Di saat itulah ia memberikan secarik kertas yang berisi nama akun Instagramku.
Di luar dugaanku.
Setelah membaca tulisan pada secarik kertas yang di berikan Johanes tiba tiba Dokter Wahyu mengikuti Johanes.
Johanes lari mungkin karena panik dan Dokter Wahyu mengejarnya.
__ADS_1
Aku jadi harus ikut ikut mengejar Johanes,anak itu berlari dengan sangat cepat,ku pastikan Dokter Wahyu takan mampu mengejarnya.
"Huuhhh sial dia mengejarku !!"Katanya setelah aman dari kejaran Dokter Wahyu.
"Aku juga jadi harus mengejarmu,kau lari begitu cepat !!" Kataku dengan nafas terengah engah.
"Ayo kita minum dulu sebelum kita pulang."Johanes mengajak ku ke sebuah kafe.
Kami minum kopi dan kue keju di sana sambil ngobrol ngobrol ringan.
"Aku ingin tau tentang klan Mafia."Pintaku.
Meskipun sebenarnya aku sudah banyak di kasi tau ayah tentang hal itu tapi aku ingin tau bagaimana Johanes mengetahuinya.
"Mafia sudah ada di Italia sejak abad ke 13 yang berasal dari kalimat Morte Alla Prancis Italia Anela itu artinya Kematian oleh Prancis adalah tangisan bagi Italia, kemudian di singkat jadi Mafia.Misi pertama mereka balas dendam atas penindasan prancis terhadap warga italia atas dasar memberikan perlindungan mafia di bentuk."Johanes mulai menerangkan.
"Kemudian Nama mafia itu di jadikan sebuah klan atau simbol keluarga suatu organisasi Rahasia yang melawan agresi prancis dengan sebutan Mafioso yang artinya Pria terhormat.
Klan Mafia di anggap terhormat karena mereka punya prinsip prinsip tersendiri,bahkan hukum hukum sendiri secara ilegal.
Mereka bisa menyelesaikan masalah dengan lebih cepat dari pemerintah,tak jarang mereka mengolok olok sistem kerja pemerintah yang lamban."Katanya lagi.
"Cosa Nostra terkenal sebagai klan mafia pertama di italia,mereka mempunyai kode etik emorta yang artinya kewajiban menjaga kerahasiaan dan menjaga kesetiaan apabila di langgar maka tak segan segan untuk membunuh keluarga klan yang lain yang melanggar."Aku hanya diam mendengarkan keterangan Johanes.
"Pada abad ke 20 Mafia berubah arah,bukan lagi untuk melindungi warga sipil tapi mereka lebih ke bisnis,jadi jika ada yang meminta pertolongan dan membayar dengan harga tinggi mereka mau melakukannya bahkan hal kriminal sekalipun akan mereka lakukan demi mendapatkan pundi pundi uang.
Biasanya para elit politik menyukai cara mafia yang mampu bekerja lebih cepat dalam menyelesaikan sebuah sengketa,untuk itu mereka rela membayar jutaan Euro pada mafia untuk membantu menyelesaikan urusannya.
Yeah setidaknya itu yang aku tau dari Ayah."Johanes mengahiri pembicaraannya.
"Menurutmu bagaimana mereka bisa mengepakan sayapnya sampai ke berbagai Negara?"Tanyaku seolah belum puas.
"Tentu saja mereka bisa melakukannya karena mereka sangat terorganisir,mereka merekruit banyak keluarga yang mau bergabung dengan mafia,banyak klan keluarga yang tertarik bergabung dengan mafia karena di klem sebagai pria terhormat,memiliki banyak kekayaan dan memiliki kekuasaan."
"Ya aku mengerti sekarang."
"Apa kau sudah selesai makan kuenya??sudah malam takut ibuku menghawatirkanku."
__ADS_1
"Ayo kita pulang."Aku dan Johanes pulang ke rumah kapal pesiarnya setelah selesai membayar kopi dan kue di kafe tadi.
_Nona Egga Pov End_