DOKTER WAHYU

DOKTER WAHYU
TAWANAN ISTANA


__ADS_3

Aku diam terpaku setelah mendengarkan keluh kesah Ibu Ratu, tak pernah ku sangka sebagai ratu istana bebannya sebegitu berat, harus menjaga aib suaminya dan kehormatan istana meskipun hatinya luluh lantak.


"Apa tak ada niat Ibu Ratu membunuh pangeran george??"


"Sama sekali tak ada, seperti yang sudah ku bilang aku membayar klan Luciano hanya untuk mencegah pangeran george masuk istana dan mengganggu jabatan putraku William, tapi sekarang mereka malah menekanku." Tangannya mengepal erat, ada emosi yang sangat dalam yang ia tahan.


"Klan Luciano menekan ibu ratu??"


"Iya mereka meminta bayaran lebih dan mengancam akan membeberkan rahasiaku yang ku jaga selama bertahun tahun."


"Rahasia bekerja sama dengan klan Luciano untuk mempertahankan jabatan pangeran William??"


"Benar sekali dokter, dokter apa yang harus saya lakukan??"


"Kalau ibu ratu berkenan mendengar nasehatku, berikan alamat klan Luciano biar saya yang berbicara dengannya akan masalah ini dan ibu ratu bisa bernafas dengan lega."


"Apa benar begitu dokter??"


"Ya,Saya serius !!"Terlihat sinar matanya yang semula sempat redup, di raihnya kertas dan balpoin untuk menuliskan alamat klan Luciano, setelah selesai menulisnya di serahkannya secarik kertas itu padaku.Ia juga menuliskan angka pada sebuah cek dan memberikannya padaku.


"Saya tak menginginkan itu Ibu Ratu !!"


"Dokter, apa anda menginginkan uang kes??"


"Tidak, juga bukan itu !!"


"Katakan apa yang kau inginkan??aku pasti akan memberikannya padamu karena kau telah membuat hatiku lebih damai, bahkan jika kau menginginkan putriku aku akan mengusahakannya untuk ku."


"Tidak, jangan pertaruhkan Elle, dalam hal ini aku punya permintaan lain !!"


"Katakan saja dokter !!"


"Beberapa hari lalu saat saya mulai berkenalan dengan Putri Elisabet di dalam Londen Eye, aku melihat dari ketinggian Londen Eye ada seorang wanita yang di seret seret oleh tiga pria mendekati istana, siapa wanita itu Ibu Ratu??"


"Kenapa kau tanyakan padaku dokter??aku tak tau soal itu !!"


"Saya yakin wanita itu tawanan istana, saya ingin buat kesepakatan, jika wanita itu orang yang saya kenal tolong lepaskan dia apapun masalahnya !!"


"Tapi sungguh aku tak tau soal itu..."


"Mungkin saja Pangeran William tau..."


"Sulit di percaya jika william melakukan tindakan di luar pengetahuanku."

__ADS_1


"Bukan tak mungkin Ratu, bisa saja Pangeran William tidak membicarakan hal ini pada Ratu karena melihat kondisi Ibu Ratu yang sedang sakit."


"Ya, anda benar dokter, bisa saja putraku melakukan itu, tak ada salahnya aku menanyakan padanya secara langsung ."


Ibu Ratu menekan beberapa angka pada telpon yang berada pada meja riasnya.


"Pelayan, Panggilkan Pangeran William sekarang !!"


"Baik Ibu Ratu !!"


Klik, Telpon di tutup.


Tak lama Pangeran William datang....


"Masuk !!"


Pintu kamar terbuka, betapa kagetnya pangeran william melihat kehadiranku di kamar Ibu Ratu.


"Dokter, apa yang sedang kau lakukan??"Hampir saja aku di pukuli pangeran william.


"Aku yang mengundangnya datang untuk menanyakan penyakitku, lihat aku sudah lebih baik sekarang."


Pangeran William memperhatikan dengan seksama kondisi ibunya yang tengah berdiri dan sedikit lebih cerah.


"Oke gak masalah...."Tatapanku seolah mengatakan, baiklah brother kita damai saja.


"Ada yang ingin ibu tanyakan padamu."


"Apa gerangan pertanyaan ibunda??"


"William putraku, sejak kapan kamu menawan seorang wanita di Istana ini tanpa sepengetahuanku??"Sorot mata ibu ratu berubah seketika menjadi lebih tajam penuh selidik.


"Ibu......."Pangeran William tak mampu melanjutkan kata katanya, air mukanya menjukan rasa bersalah pada ibunya.


"Dia calon istriku ibu, aku hanya sedang menunggunya membuka pintu hati untuk ku sebelum aku memperkenalkan pada ibu dan menikahinya."


"Lepaskan dia !!!"


"Ibu, aku mohon, aku sudah mencarinya sejak lama, beruntung dia nyasar ke inggris dan anak buahku menemukannya, selama dalam tawanan aku memperlakukannya dengan baik."


"Ibu bilang lepaskan dia !!"


"Ibu, ibu sendiri yang bilang bahwa ayah dan orang tuanya sudah janji akan menjodohkan kami... aku hanya ingin menunaikan janji ayahanda !!"

__ADS_1


"William putraku dengarkan ibu baik baik, ayahmu memang berjanji akan menjodohkan putranya dengan putri temannya tapi yang akan ia jodohkan itu putra sulungnya, sementara kamu, anak kedua dariku istri kedua."Suara ibu ratu terdengar bergetar, aku yakin ia sedang berusaha menguasai jiwa raganya yang telah luluh lantak atas kenyataan hidup yang ia hadapi.


William tertunduk lesu, ada gurat kesedihan setelah ia mendengar ucapan ibunya.


"Putraku, apabila gadis itu memang mempertimbangkanmu untuk menjadi pendamping hidupnya, meskipun engkau melepaskannya, ia akan tetap bertahan di sisimu percayalah pada ibu,


tapi apabila ia memilih jalan hidupnya sendiri engkau tak berhak mengganggu kebebasannya karena setiap manusia berhak memilih jalan hidupnya masing masing."


"Ibu....maafkan aku !!" Pangeran William tertunduk malu menyesali perbuatannya.


"Sekarang lepaskanlah gadis itu, biarkan dia memilih..."


"Baik ibu Ratu, aku akan melepaskannya."


Huuhhh lega rasanya karena pangeran william mau mendengar nasehat ibunya,


ternyata benar yang ku lihat dari ketinggian London Eye, ada seorang wanita yang di seret ke arah istana dan itu Nona Egga, ahahaha seperti apa dia sekarang? Dua tahun tak bertemu apa ia masih akan mengenaliku???


Pangeran William beranjak pergi meninggalkan kamar Ibu Ratu, tapi hanya satu jam ia pergi, kini ia kembali dengan membawa seorang wanita yang ku kenal.


"Salam Hormat Ibu Ratu !!"


"Nona Egga !!"Aku nyaris berteriak.


"Dokter Wahyu !! Tak di sangka kita bisa berada di sini !!"


"Ternyata kalian saling kenal."Tukas Ibu Ratu


"Di Indonesia kami berteman." Kini aku yang menjawab.


"Putraku, kau terlalu tergesa gesa dan kaku, lihatlah mereka yang bisa bertegur sapa dan kenal lebih dekat, hal ini kau jadikan catatan jika ingin dekat dengan wanita, dekatilah ia secara perlahan, setelah semakin dekat barulah ungkapkan maksud hatimu."


"Baik ibu !!"Pangeran William semakin tertunduk malu, wajahnya terlihat merah merona.


"Karena kalian saling mengenal, aku ingin kita semua bisa makan siang bersama, aku akan menelpon putriku untuk ikut serta makan siang bersama di istana."


"Aku akan menyuruh Para Pelayan untuk mempersiapkan menu makan siang terbaik."Ujar Pangeran William seraya meninggalkan kami bertiga.


Sambil menunggu para pelayan mempersiapkan makan siang, aku dan Nona Egga di persilahkan menunggu di sebuah ruangan, sepertinya ruangan ini ruangan khusus tamu, pangeran william memilih kembali ke meja kerjanya, sementara Ibu Ratu masih di kamarnya ingin terlebih dulu ganti pakaian, kini aku duduk berdua dengan Nona Egga, kami bebas bertukar cerita pengalaman dan temuan temuan kami selama dua tahun.


"Hey Nona !! Bagaimana kau bisa sampai ke London dan tertangkap anak buah pangeran William, sebenarnya apa yang kau lakukan di sini??"


"Ahahahaha tentu saja aku akan menceritakannya padamu !!"

__ADS_1


__ADS_2