DOKTER WAHYU

DOKTER WAHYU
BERKILAH


__ADS_3

"Saya rasa malam ini dan malam malam selanjutnya tidak akan ada teror lagi".


Nona Egga membuka percakapan saat aku sudah kembali ke rumahnya.


"Apa Nona yakin?"


"Ya sangat yakin,


tadi pagi di temukan bukti bahwa orang orang yang membuat drama pembunuhan Mr,Jhon melakukan penerbangan ke luar Negeri,mereka melarikan diri ke inggris."


Benar dugaanku ternyata mereka juga pelaku terornya.


"Lalu Bagaimana dengan wanita vietnam dan wanita malaysia itu??


apa akan tetap di jatuhi hukuman atas pembunuhan??"


"Aku sudah menyerahkan bukti yang kemaren ke pengadilan,


sayangnya tak mudah mencabut gugatan dan membebaskan tersangka karena ada bukti juga bahwa mereka pelakunya meskipun mereka melakukannya tanpa sadar dan telah di tipu."


Aku menghela nafas panjang,


ini kasus yang menurutku sangat rumit akan ada banyak negara yang terlibat dalam kasus ini.


Pertama Inggris karena Mr,Jhon keturunan bangsawan inggris,lalu Macau karena Mr,Jhon berdomisili di Macau,lalu Vietnam dan Malaysia karena kedua tersangka berasal dari Vietnam dan Malaysia lalu Indonesia karena Indonesia TKP berada di Bandara Soeta Indonesia.


"Lalu apa yang Nona lakukan sekarang??"


"Saya sedang mengirim pesan email kepada kerajaan Inggris Berharap mereka mau menjawabnya."


Aku memperhatikan kesibukan wanita itu,


Gak tau kenapa tiba tiba aku merasa yakin bahwa kasus ini tidak bisa di selesaikan dengan cepat.


Apalagi kalau kenyataannya Mr,Jhon di bunuh oleh otoritas Inggris melalui Tangan Mungil wanita vietnam dan Malaysia itu,


gak kan mungkin kepolisian Indonesia bisa menembus otoritas inggris untuk melakukan penyelidikan,


bahkan Interpol sekalipun belum tentu sanggup.


"Dokter,apa kau tidak punya kekasih??"


Nona tolong jangan tanyakan hal itu,jangankan punya kekasih teman wanita saja aku baru mengenal dirimu.


"Ko malah bengong??"


"Iya Nona belum punya."


"Sayang sekali ya padahal Dokter ganteng."


Hey,apa maksudnya?apa dia sedang menggodaku??


Ku lihat Nona Egga kembali sibuk dengan Notebooknya.


"Oh Shiittt !!"


"Kenapa Nona??"


"Otoritas Inggris membalas emailku tapi sangat mengecewakan mereka berkilah,gak ada keterangan yang bisa di ambil sebagai bukti di pengadilan."


Kemudian Nona Egga memejamkan matanya cukup lama entah berpikir atau sedang menahan amarah,


Aku penasaran dengan isi pesannya,aku menghampirinya dan membacanya.


"Aku tidak mengenal kedua wanita itu"


Aku menarik nafas panjang,tentu saja pangeran william tidak akan mengenal wanita vietnam dan wanita malaysia itu.


Karena keduanya tidak berhubungan langsung dg putra bangsawan tersebut,tapi uanglah yang berbicara,dan hal itu yg membuat

__ADS_1


kasus ini menjadi sangat rumit,sulit untuk di buktikan.


"Dokter,sepertinya saya harus istirahat ada jadwal lapangan besok pagi,


Kalau dokter belum ngantuk dokter bisa melakukan yang dokter suka."


Nona Egga mulai membereskan peralatannya lalu beranjak dari tempat duduknya.


"Tidak Nona,besok pagi jam 10 saya juga akan pergi ke Rumah sakit ada jadwal operasi,sebaiknya saya juga tidak tidur terlalu larut."


Aku mengikuti Nona Egga keluar dari ruang kerjanya.


"Good Night Dokter."


"Good Night". Jawabku kemudian masuk kamar dan tidur pulas.


Malam terasa cepat berlalu,


tanpa basa basi aku sudah siap untuk pulang,


Nona Egga masih menggunakan baju tidurnya saat menuangkan gula pada segelas teh manis.


"Setidaknya minum teh hangat sebelum pergi meskipun tidak sempat sarapan."


"Iya Nona aku sedikit terburu buru pagi ini"


"Minumlah dulu,tak akan lama"


Nona Egga menyodorkan segelas teh manis yang di buatnya.


Aku meraihnya dan meminumnya,


"Terima kasih Nona,saya harus pergi sekarang".


"Harusnya saya yang berterima kasih karena tiap malam mau berjaga di rumah saya."


Sesampainya di rumah aku segera mandi dan berkemas,aku tak memperdulikan ayah yang sedang duduk di ruang tamu membaca koran pagi ini,


tapi ayah sudah cukup mengerti sikapku.


"Selamat pagi yah."


Aku baru menyapa ayah setelah siap dengan seragamku pertanda siap berangkat kerja.


"Selamat pagi wahyu,apa kamu ada jadwal bedah hari ini??"


"Iya yah sejam lagi."


"Sarapan dulu baru pergi."


"Iya yah."


Aku duduk di hadapan ayah untuk memulai sarapan.


"Gimana Nona Egga apa aman??"


"Tadi malam aman yah,tak ada masalah."


"Syukurlah kalau gitu."


Kami menikmati sarapan sekitar 10 menit,ku rasa hampir terlambat jadi aku buru buru pergi ke Rumah sakit.


"Dokter Ganteng !!!"


"Hai Rayan ?!!"


Aku sudah tidak asing dengan pasien kecilku itu selain karena satu satunya pasien anak yang menderita penyakit jantung juga karena dia memanggilku Dokter Ganteng berbeda dari yang lain.


"Dokter Ganteng,nanti operasinya gak sakit kan??"

__ADS_1


"Tidak anak manis,kamu hanya akan tidur dengan pulas".


"Tapi mama sangat menghawatirkanku".


Dia melirik ibunya yang memang terlihat sangat khawatir.


"Itu karena ibu belum tau kalau Rayan anak yang kuat."


Aku mencoba menghibur.


"Dokter,kapan operasinya di mulai??".


"30 menit lagi,Rayan siap siap ya nanti perawat membantu Rayan siap siap,


Rayan udah siap kan??"


"Iya dokter ganteng Rayan siap".


Meskipun nafasnya terengah engah tapi semangat anak itu sangat tinggi,


perawat membawanya untuk persiapan operasi bypas yang waktunya tinggal 30 menit lagi".


"Terima kasih Dokter !!"


Ibunya Rayan berkata dengan menitikan air mata.


"Sama sama bu".


"Jangan panggil ibu panggil saja Selena".


Lalu dia pergi mengejar Rayan yang sudah lebih dulu pergi dengan perawat ke ruang operasi.


Operasi berjalan lancar,pulang dari rumah sakit aku pulang sebentar lalu langsung ke rumah Nona Egga,ternyata sudah ada Inspektur Bambang di sana.


"Dokter sepertinya ini rumah kedua anda??"


Aku hanya tersenyum mendengar sindiran Inspektur Bambang.


"Bagaimana dengan Jenazah Mr,Jhon apa sudah di ambil pihak keluarga??".


aku mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Belum ada pihak keluarga yang datang mengurus prosedur pengambilan Jenazah,baik dari Inggris maupun dari Hongkong".


"Sungguh ganjil,otoritas inggris terlihat seperti tidak menginginkan Jenazahnya".


"Tidak begitu dokter,


Mr,Jhon sudah menjadi warga Negara Hongkong jadi pihak Inggris tidak bisa mengambilnya sembarangan meskipun Mr,Jhon keluarga bangsawan Inggris."


Aku mengangguk angguk mendengar penjelasan Nona Egga.


"Sejauh ini berdasarkan fakta yang telah di temukan bagaimana menurut anda pak Inspektur,siapa kira kira pelaku sebenarnya?"


"Bagiku kasus ini semakin rumit,seperti ada Teori konsfirasi di dalamnya,


mungkin saja Mr,Jhon sengaja di bunuh di Indonesia untuk memicu kemarahan Inggris terhadap Negara kita,tapi dengan melibatkan vietnam dan Malaysia Negara Asal tersangka,sepertinya kita semua sengaja di adukan agar bersitegang."


"Tapi untuk apa Inspektur?"


Kali ini Nona Egga melayangkan protes dalam sebuah pertanyaan.


"Mungkin untuk di jadikan awal terjadinya perang dunia 3 ".


Inspektur Bambang menjawab tapi kurang yakin,


"Tapi kita tidak punya cukup bukti".Lanjutnya.


Bagiku segala kemungkinan bisa saja terjadi termasuk teori konsfirasi seperti yang inspektur Bambang katakan,tapi aku belum mau berasumsi.

__ADS_1


__ADS_2