DOKTER WAHYU

DOKTER WAHYU
KEMATIAN MISTERIUS MR.JHON


__ADS_3

"Help me !! Someone destroying me !!"


Seorang turis asing berbadan tinggi besar datang ke klinik Bandara setengah berlari sambil memegang matanya dengan tangannya!!"


"Dokter! sepertinya dia terluka !!"


Ujar seorang perawat yang di kagetkan atas peristiwa tersebut.


Dokter bandara yang merupakan temanku kemudian memeriksanya dengan sesegera mungkin, sementara itu seorang perawat mencoba menyeka cairan yang ada di wajahnya dengan menggunakan tisue.


Detik perdetik di laluinya, tapi kondisi pria itu semakin memburuk. Wajahnya semakin pucat, keringat dingin bercucuran, kemudian mengalami kejang kejang.


Dokter dengan beberapa perawat dan relawan medis bandara segera melarikan pasien ke rumah sakit, tapi sayang belum sampai ke rumah sakit pria asing tersebut sudah menghembuskan nafas terakhirnya.


Sebelum meninggal Pria tersebut mengalami gejala kejang yang sangat hebat. Matanya memutar ke kiri dan ke kanan, dari mulutnya mengeluarkan busa dan cairan, detak jantungnya sangat cepat namun kemudian berhenti secara mendadak.


Inspektur Bambang yang merupakan kepala tim Polisi Reserse atau yang biasa di sebut Polisi Detectiv hari itu memintaku untuk memeriksa penyebab kematian pria tersebut.


"Silahkan di periksa dokter !!"


Inspektur Bambang yang sudah datang lebih dulu dengan seorang polisi wanita mempersilahkan ku untuk memeriksa mayat tersebut.


Melihat dengan sekilas saja aku sudah tau bahwa pasien mengalami keracunan. Jenis racun yang sangat berbahaya. Meskipun begitu aku tetap memeriksanya melalui prosedur medis dengan sangat teliti.


"Apakah pasien ini keracunan??"


Tanya inspektur Bambang


"Kalau di lihat dari gejala dan reaksinya, terdapat senyawa racun pada mayat pasien yang sengaja di semprotkan pada wajahnya, jadi kemungkinan korban sengaja di bunuh."


"Racun apa itu sepertinya sangat mematikan??"


"Benar pak, Dari baunya yang terasa tawar sepertinya pasien di semprot racun agen saraf vx."


"Racun yang lebih mematikan dari sianida, hanya butuh 15 menit untuk membunuh korbannya." Nona Egga menimpali.


"Benar Nona, sepertinya anda sangat menguasai ilmu kimia."


"Hahaha Anda terlalu berlebihan Dokter."


Ku lihat rona merah di pipi Nona Egga, mungkin dia malu karena aku telah memujinya.


"Meskipun begitu kita harus tetap melakukan autopsi untuk lebih memastikan hasilnya."


"Butuh waktu berapa lama dokter??"


"Sekitar 1 minggu. Itupun harus sudah ada ijin dari pihak keluarga korban."


"Baiklah, terima kasih Dokter wahyu atas kerja samanya,


kita akan mulai menyelidiki kasus ini."


Inspektur Bambang berdiri dan menyalamiku.


"Sama sama. Senang bisa membantu anda semua." Aku pun menerima jabatan tangan Inspektur Bambang dan Nona Egga. Kemudian bergegas keluar dari ruangan di mana korban berada.


Ketika kami semua keluar dari ruangan pemeriksaan mayat, tiba tiba dua orang anggota polisi lainnya datang menghampiri kami.


"Lapor pak !! Tersangka kasus pembunuhan Mr.Jhon sudah di tangkap !!"


Waw bisa secepat itu, so interest !!


"Dari bukti CCTV yang terpasang di Bandara ada 2 wanita muda yang menghadang korban, dan salah satunya menyemprotkan sesuatu ke wajah korban,


korban di tangkap saat sudah kembali ke hotel di dekat bandara !!"


"Baik !! kita kembali ke kantor untuk menyiapkan BAP nya."


dengan seketika kumpulan polisi tersebut bergegas pergi keluar meninggalkan gedung Rumah sakit.


***

__ADS_1


"Aku pulang....."


"Oh iya wahyu kamu sudah pulang??"


"Iya yah..."


"Apa kamu berniat dinner di luar nanti??"


"Tidak yah, kita makan di rumah saja,


Pekerjaan hari ini cukup melelahkan."


"Oh iya, apa kamu membantu menyelidiki kasus kematian Mr.Jhon??"


"Ayah sudah tau kasus itu??".


"Bagaimana mungkin ayah gak tau,


semua media hari ini sudah memberitakannya, lihat ini ?!"


Ayah menyodorkan sebuah koran untuk memperlihatkan sebuah judul berita di koran itu, judul di tulis dengan size yang sangat besar.


Misteri kematian Jhon cress Lee.


Aku hanya membaca sekilas karena aku harus buru buru masuk kamar untuk mandi ganti baju dan makan malam.


"Yah aku pergi ke kamar dulu ya?gerah banget nih."


"Baiklah, kamu mandi dulu sana!!


ayah tunggu di bawah untuk makan malam,


kata bibi malam ini akan masak ayam kecap dan gehu kesukaanmu!!"


"Oke yah!!"


Akupun bergegas naik ke lantai atas menuju kamarku.


Mempunyai ayah angkat yang baik hati juga kaya raya, Presdir Rumah sakit lagi.Namun, banyak juga yang iri dengan keberhasilanku.


Mereka pikir aku bisa sukses menjadi dokter hanya karena aku di adopsi oleh pemilik Rumah sakit kalau tidak aku bukan apa apa.


Memang ada benarnya aku menjadi dokter karena ayahku dokter dan Rumah sakit itu miliknya, tapi ayah takan mempercayakan profesi itu jika aku tak berusaha bekerja dengan baik.


Mereka tambah iri ketika tau bahwa ayahku tidak punya keluarga,


untuk siapa lagi warisannya kalau bukan untuk ku, begitulah yang mereka pikirkan.


Ayahku memang bujangan.


Entah kenapa aku juga tidak tau pastinya kenapa ayah memilih hidup sendiri.


Aku pernah bertanya dan ayah hanya bilang kalau ayah sibuk bekerja tak ada waktu untuk berkenalan dengan wanita.


Jawaban yang tidak memuaskan bagiku.


Tiga puluh menit telah berlalu...


Aku sudah selesai mandi, tidak ada rencana keluar malam ini jadi aku hanya mengenakan baju piyama saja.


Setelah memakai baju aku segera turun, ayaah sudah duduk menghadap hidangan di meja makan.


"Maaf yah, lama nunggu ya??"


"Engga kok, baru juga 5 menit ayah duduk di sini, yo kita makan!!"


"Wah wanginya menggoda nih, pasti sangat enak."


Kemudian aku duduk di kursi, kami makan saling berhadapan.


"Ini yah aku ambilkan daging ayamnya."

__ADS_1


Aku mengambilkan paha ayam dan menuangkannya ke piring ayah.


"Iya terima kasih wahyu."


"Makan yg lahap yah!! "


"Iya. Kamu juga, Oya Wahyu ayah mau bicara sesuatu."


"Apa itu yah??"


"Rumah ini menjadi hangat saat kamu hadir menemani ayah,


apalagi kalau kamu nanti punya istri dan di ajak tinggal di sini."


Apa??aku langsung keselek mendengar pernyataan ayah.


Prinsip Ayah yang tidak ingin menikah tapi ternyata mengharapkanku untuk menikah.


"Kamu gak apa apa yu??"


"Engga yah, aku gak apa apa."


Kataku sambil meneguk air mineral yang ayah sodorkan padaku.


Menikah?Oh My God,


Jangankan untuk menikah punya pacar saja belum,


bahkan aku cuma punya 2 orang teman,


Inspektur Bambang dan Nona Egga oh iya masih ada dede Rayan Hihihi


"Di Lanjut makannya yah...."


Aku gak ingin ayah terlalu khawatir karena aku keselek barusan, melihat aku sudah baik baik saja ayah melanjutkan makannya begitupun aku.


Jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Aku dan ayah telah usai makan malam. Ayah memutuskan untuk nonton TV sejenak sebelum akhirnya istirahat tidur, sementara aku langsung masuk kamar.


"Yah, aku duluan ya..."


"Oke Wahyu Selamat malam."


"Selamat malam juga yah."


Sesampainya di kamar ponselku berbunyi, aku meraihnya terlihat nama Nona Egga di layar Hp ku.


tumben Nona Egga malam malam begini Telpon.


"Hallo Non??"


"Selamat malam dokter wahyu maaf malam malam gini saya mengganggu."


"Iya ada apa nona??"


"Saya minta resep obat sakit perut dok, abis makan malam tiba tiba perut saya sakit dan bolak balik ke kamar mandi."


"Gimana kalau Saya ke sana aja sekarang sepertinya nona ada alergi makanan."


"Tidak usah dok, tidak enak merepotkan dokter malam malam begini, saya minta resep obatnya aja."


"Baik. Untuk sementara, minum oralit untuk mencegah dehidrasinya dan seduh tepung tapioka untuk menghentikan diarenya."


"Begitu ya dok,ternyata dokter ngerti obat herbal juga ya."


"Hahaha itu hanya dari sedikit pengalaman saja."


"Baik dok akan saya coba."


"Besok saya akan ke rumah nona untuk memastikan kalau nona baik baik saja."


"Baik dok. Terima kasih !!"

__ADS_1


"Sama sama nona semoga anda sehat kembali."


__ADS_2