DOKTER WAHYU

DOKTER WAHYU
KEPULANGAN YANG TERTUNDA


__ADS_3

London tetap ramai sebagaimana biasanya.Seperti yang telah di agendakan sebelumnya, ayah akan pulang lebih dahulu bersama para dokter, sementara aku dan Nona Egga akan pulang besoknya bersama dengan pangeran william.Rencananya pangeran william akan ke Jakarta akan memberikan kesaksian terkait kematian kakak tirinya.


"Wahyu kamu yakin akan pulang belakangan bersama pangeran william??"Tanya Ayah ketika sudah berada di airport.


"Iya yah, kami sudah bicarakan ini sebelumnya."


"Kalau gitu ayah pulang duluan ya !!"


"Hati hati di jalan dokter!!"


"Oke, kamu baik baik sama wahyu ya nona !!"


"Siap dokter!!"


"Dadah ayah !!" Kami semua saling melambai mengucap salam perpisahan.


"Hello dokter!!" Dari jauh seorang wanita bermata biru datang menghampiriku dengan Nona Egga, siapa lagi kalau bukan putri elisabet.


"Hallo Elle!! kamu sengaja kesini??"


"Iya kak william yang menyuruhku kesini menjemput kalian, ayah dokter sudah berangkat??"


"Iya baru saja berangkat."


"Ayo kita pergi sekarang...!!"


"Sepertinya saya gak bisa ikut dulu." Kata Nona Egga ragu.


"Mau kemana dulu Nona??"


"Saya masih ada sedikit urusan..."


"Biar kami temani saja !!"


"Tak perlu dokter, dokter duluan aja ke Istana nanti saya nyusul, saya ada urusan dulu."


"Tapi Nona..."


"Ya udah yuk dokter, gak apa kalau Nona Egga ada urusan, toh Nona Egga sudah tau jalan ke istana, nanti juga nyusul."


Sebenarnya aku penasaran dengan apa yang mau di lakukan Nona Egga, tapi aku gak bisa memaksanya agar aku ikut dengannya, akhirnya aku ngalah saja ikut ke istana dengan putri elisabeth sementara Nona Egga pergi entah kemana.


Jarak dari bandara ke istana tidaklah jauh, kami sudah sampai ke istana dalam waktu kurang dari setengah jam.


Di pintu istana pangeran william sudah menunggu...

__ADS_1


"Nona Egga tidak ikut??"Tanyanya sambil mempersilahkan kami masuk.


"Tadi Nona Egga ada keperluan jadi tidak ikut kalau sudah selesai nanti nyusul katanya." Putri elisabeth mencoba menjelaskan, ada gurat kecewa di wajahnya.


"Oya apa kita jadi berangkat besok??"Tanyaku pada pangeran william.


"Aku sudah mengatakannya pada pihak kepolisian indonesia bahwa kita akan berangkat besok tapi kita akan menunggu Nona Egga kembali."


"Baiklah kalau gitu..."


Kami cukup lama berbincang bincang tapi kemudian pangeran william harus kembali ke meja tugasnya.


Sementara itu aku di ajak pergi oleh putri elisabeth ke taman belakang istana.


Taman yang membentang luas nan hijau itu di isi juga oleh ratusan varietas bunga, sepertinya keluarga kerajaan sangat menyukai perkebunan.


"Lihat !!" Ujar putri elisabeth, ia menunjuk pada salah satu tanaman bunga mawar berwarna merah gelap.


"Itu Royal william Rose."


"Apa itu di dedikasikan pada pangeran william??"


"Ya benar, Ibu Ratu sangat menyayangi kak William sampai sampai bertepatan dengan kelahirannya salah satu bunga Rose itu di kenalkan dengan nama Royal william Rose."


"Bagaimana denganmu??"


"Bagaimana pendapatmu mengenai keluargamu??apa mereka juga menyayangimu??dan kamu menyayangi mereka."


"Aku selalu merasa di bedakan sebagai anak perempuan."


"Di bedakan gimana??"


"Dulu saat aku masih kecil ayah sudah menggadang gadangkan kak george sebagai putra mahkota.Aku tau ibu sangat kecewa dengan ayah, tapi keputusan ayah bersifat final.Sering aku melihat ibu menangis, ayah sangat egois, dia datang membawa aib tapi ibu harus mengalah untuk itu, dan harus mau menerima kehadiran kak george, anak dari perempuan lain, aku sangat prihatin tapi aku tak bisa berbuat banyak."Jelas putri Elisabeth, ada gurat kekecewaan dan kemarahan terlihat di airmukanya.


"Tapi kan pada akhirnya pangeran george memilih tinggal di luar istana??"


"Untungnya begitu, jadi ibu sedikit lega dengan keputusan kak george, dan sekarang setelah kak george tiada, ayah juga tiada kak william lah yang di istimewakan ibu bukan aku, hanya karena aku cuma seorang anak perempuan."


"Bukan seperti itu Elle, mengurus tahta kerajaan itu tanggung jawabnya besar mungkin orang tuamu gak ingin terlalu membebanimu dengan tanggung jawab sebesar itu."


"Hahaha iya benar mereka terlalu menganggap remeh anak perempuan makanya selalu mengutamakan anak laki laki, mereka tidak tau kalau anak perempuan pun bisa melakukan hal apapun."


"Hal apapun??maksud kamu??"


"Ya, contohnya sekarang banyak wanita bisa jadi dokter atau profesor, di Negara lain ada juga wanita bisa jadi presiden, jadi orang orang yang menganggap wanita lemah,menganggap wanita cuma numpang makan dan menganggap wanita cuma hiasan atau alat politik,atau menganggap wanita bisanya cuma nangis, mereka yang menganggap seperti itu mereka itu orang orang *****!!" Sorot mata Elle yang berwarna biru terang terlihat sangat tajam, seperti ada pergolakan emosi saat ia mengungkapkan hal tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana pendapatmu tentang Pangeran William??"


"Aku sudah pernah bilang soal kak William, dia baik dan sayang padaku tapi yang aku gak suka dia kaku, caranya terkadang kasar dan suka ngatur ngatur aku."


"Ya mungkin demi kebaikanmu."


"Ya mungkin, atau bisa saja biar terlihat keren, oya sebentar aku ada perlu dulu sedikit, dokter jalan jalan aja sekitar taman ya, atau kalau bosan bisa juga nunggu di dalam istana, di dalam sana juga ada perpustakan."


"Iya Elle, nanti aku kesana!! sekarang aku masih ingin di sini, udaranya sejuk dan pemandangannya sangat Indah."


Beberapa jam aku duduk di taman, sesekali aku berjalan menghampiri dan memotret bunga bunga.Hari sudah sore aku memutuskan kembali ke dalam istana.


Benar kata putri elisabeth, di dalam istana juga ada perpustakaan, ada banyak koleksi buku di sana, semua itu koleksi keluarga kerajaan, aku mengambil salah satu buku detectiv sherlock holmes dan mulai membacanya.


"Dokter apa Nona Egga sudah kembali??"Tiba tiba pangeran william bertanya padaku entah sejak kapan dia berada di dalam perpustakaan, aku tak menyadari kedatangannya karena terlalu asyik membaca buku.


"Sepertinya belum, aku belum melihatnya, aku akan coba menghubunginya." Aku menaruh buku yang tadi ku baca ke tempat asalnya dan merogoh saku untuk mengambil Hp.


"Nomornya tidak aktif pangeran !!"


"Apa??apa mungkin dia dalam bahaya??"Pangeran william dia tak menunggu jawabanku, dia segera membatalkan agenda keberangkatan ke Indonesia besok dan mengerahkan seluruh anak buahnya untuk melacak keberadaan Nona Egga.


Aku sangat menyesal tidak menemaninya pergi, sekarang dia tak ada kabar, kemana dia sekarang??aku bener bener sangat khawatir.


Di sela sela kesibukan pangeran william Ibu Ratu datang menghampiriku.Aku masih tertegun di ruang perpustakaan sementara Ibu Ratu datang dengan wajah pucat pasi, tangannya gemetar, ia menggenggam sebuah buku hitam di tangannya.


"Dokter !!"


"Iya Ibu Ratu ada apa???"


"Elle tidak ada."


"Tidak ada??apa maksud ibu Elle hilang di culik??"


"Aku......" Ibu Ratu malah pingsan.


"Pangeran william !!" Aku membawa Ibu Ratu ke kamarnya.Pangeran william datang.


"Ada apa dokter??"


"Ibu Ratu pingsan, tadi dia sempat bilang Elle hilang."


"Putri Elisabeth hilang di culik??"


"Aku tidak tau, Ibu Ratu keburu pingsan."

__ADS_1


"Dokter, kita tidak jadi berangkat besok!!Tolong urus Ibu Ratu, aku akan melacak keberadaan Nona Egga dan Putri Elisabeth!!" Pangeran William pun pergi keluar dari kamar Ibu Ratu.


Seketika suasana istana menjadi sangat menegangkan.


__ADS_2