
Pagi ini cuaca sangat cerah,aku masih di rumah Nona Egga karena sudah beberapa malam sejak ada teror di rumahnya ini aku jadi rutin nginap di rumahnya untuk menjaganya.
Entah apa yang mendorongku melakukan hal ini,mungkin karena Nona Egga satu satunya teman wanitaku jadi aku peduli padanya,atau mungkin aku telah jatuh cinta padanya?tapi sepertinya tidak bagiku ini terlalu cepat.
Setelah sarapan Nona Egga mengajak ku ke ruang kerjanya,kami membicarakan beberapa hal,kebetulan hari ini aku libur tak ada jadwal praktek.
"Nona ada orang di bawah mondar mandir mencurigakan,badannya gak terlalu tinggi,kulitnya kuning langsat,dia menggunakan jas kantoran."
kataku yang kebetulan sedang memperhatikan ke bawah dari balik jendela ruang kerja Nona Egga.
"Kalau gitu saya minta tolong dokter turun ajak dia masuk dan katakan kalau saya sedang sakit tak bisa di ganggu dan dokter sedang memeriksa saya."
"Bagaimana Nona tau kalau dia sedang mencari nona??dan Kenapa pula Nona harus berbohong?"
"Dari ciri ciri yang dokter sebutkan saya jadi tau orang di bawah merupakan seorang pejabat vietnam,untuk apa seorang pejabat vietnam mondar mandir di depan gerbang rumah saya kalau bukan untuk memastikan bahwa ini benar benar rumah saya.
Dia pasti mencari saya untuk berkonsultasi,dia mau saya membantunya menyelamatkan warganya yang menjadi tersangka pembunuhan Mr,Jhon.
Tapi terus terang saja dokter,
saat ini saya tak bisa menjanjikan apapun padanya,bukankah lebih baik kalau saya tak usah bertemu dengannya??
dengan saya pura pura sakit dia pasti batal mengutarakan niatnya."
Aku mengangguk takjub mengerti atas apa yang nona Egga pikirkan.
"Pergilah dokter temui tamu itu,nanti saya jelaskan tentang metode deduksi yang membuat dokter merasa takjub pada saya."
Metode deduksi??sepertinya aku pernah mendengar soal itu tapi entah kapan dan di mana??
benar sekali yang di katakannya aku takjub padanya karena wanita polisi itu bisa mengetahui profesi dan identitas seseorang hanya dari deskrifsi yang aku ceritakan,bahkan dia bisa membaca pikiranku,dia bisa tau rasa takjubku padanya.
Benar saja sesampainya di bawah aku sudah mendengar suara dering bell yang di tekan beberapa kali.
"Saya ingin bertemu dengan Nona Egga detectiv konsultan kepolisian reserce,apa benar ini rumahnya??"
Kata lelaki itu dalam bahasa indonesia yang tidak begitu lancar setelah aku membuka pintu utama.
"Sangat tepat,ini rumah Nona Ega,perkenalkan Saya Dokter Wahyu dokter pribadi Nona Egga,Maaf Tuan siapa??"
"Perkenalkan saya Bao Nguyen saya Duta Negara Vietnam,saya sangat ingin bertemu dengan Nona Egga."
"Senang bertemu dengan anda tuan,tapi maaf Nona Egga saat ini sedang dalam kondisi tidak baik sedang sakit dan harus banyak istirahat,untuk itu saya ada di sini,
__ADS_1
tapi jika tuan ingin tetap bertemu nona Egga mari saya antar."Kataku dengan sopan.
"Oh tidak tuan,terima kasih,
kalau begitu saya datang lain kali saja,saya tak ingin mengganggu istirahat Nona Egga,sampaikan padanya kedatangan saya,semoga Nona Egga lekas sembuh."
"Baik Tuan akan saya sampaikan padanya."
"Kalau begitu,saya permisi dulu masih banyak urusan."
"Baik tuan,saya tau waktu anda sangat berharga."
Aku menutup pintu lalu kembali ke ruang kerja Nona Egga.
"Luar biasa Nona,
tebakan anda tak ada yang meleset sedikit pun."
Ujarku tak segan lagi untuk memujinya.
"Jika seseorang sudah punya kemampuan Deduksi maka sangat mudah menebak dan menyimpulkan sesuatu meskipun hanya dengan duduk mendengarkan deskrifsi dan narasi tanpa melihat langsung."
Aku mengernyitkan alis pertanda sedang berpikir dengan keras.
karena setiap masalah akan ada akarnya kita hanya perlu memperhatikan hal sederhana dalam suatu masalah,lalu menganalisa akarnya setelah itu kita bisa menyimpulkan dengan tepat.
Contohnya saat dokter mengernyitkan alis saya tau dokter sedang berpikir keras dan seakan berkata ini mustahil".Katanya tersenyum sementara aku memperhatikan dengan seksama.
"Di Negara Ini ada banyak sekali kasus kejahatan dengan berbagai motif,
dan dalam waktu yang sangat lama rentetan kasus tersebut pasti akan terulang tidak mungkin tidak,seperti curanmor dan begal tiap tahun selalu berulang dengan begitu polisi bisa dengan mudah menangkap jaringannya.
Atau bayangkan ketika setiap hari kita menerima telpon penipuan yang mengatasnamakan undian berhadiah,karena terlalu sering kita menerima telpon penipuan undian berhadiah sampai sampai kita menjadi hapal,bahkan kita bisa menebak penipuan itu pada menit pertama saat si penipu mulai bicara".
"Apakah sesederhana itu??"
"Benar dokter,sesuatu jika sudah di jelaskan memang akan terlihat sederhana,
maka dari itu saya tak mau menjelaskan lebih detail metode yang saya pakai pada orang lain,karena ketika mereka sudah tau niscaya tidak akan ada lagi yg takjub pada saya karena sudah tau cara saya begitu sederhana".
Nona Egga meraih gelas minum dan meneguknya beberapa kali lalu melanjutkan kembali pembicaraannya.
"Kalau kita sudah punya kemampuan deduksi kita akan bisa melihat gambar secara utuh meskipun yang kita temukan hanyalah potongan potongan kecilnya."
__ADS_1
Prok,,prok,,prok,,
Aku bertepuk tangan menyambut penjelasannya yang cukup gamblang,
sementara nona Egga mengangguk dengan senyum manisnya,
terlihat sederhana tapi justru aku semakin mengaguminya,
bagiku jika seseorang mampu menyederhanakan sesuatu yang rumit maka orang tersebut sangat luar biasa.
"Dokter,mari kita bersiap siap??"
"Kita mau kemana??"
"Mempraktekan metode deduksi"
Aku bengong mendengar jawabannya.
"Kita akan menemui para tersangka pembunuhan Mr,Jhon bukankah hari ini free day bagimu??"
"Iya benar Nona,ayo kita pergi."
Kami bergegas pergi menuju sel tahanan dimana kedua tersangka di tahan di sana sementara waktu sambil menjalani persidangan.
"Saya melupakan sesuatu."
"Apa itu Nona??"
"Air minum,hari ini cuaca sangat cerah dan panas,kita butuh banyak minum."
"Apa kita akan kembali ke rumah??"
Tanyaku menghentikan kemudi dan bersiap untuk memutar arah.
"Tidak perlu dokter,di depan ada sebuah mini market kita beli di sana saja."
Aku kembali melajukan mobil dengan perlahan karena akan segera berhenti di sebuah mini market untuk membeli air minum.
"Dokter tunggu saja di dalam,aku akan segera kembali !"
Nona Egga membuka sabuk pengamannya lalu bergegas pergi memasuki mini market sementara aku menunggu di dalam mobil sambil memutar radio,ada lagu favoritku Linkin park In The End.
Setelah 5 menit menunggu nona Egga terlihat melambai dengan membawa kantung plastik berisi air mineral dan coklat silverqueen.
__ADS_1
Rupanya dia penyuka coklat juga,setelah Nona Egga masuk kembali ke dalam mobil aku melajukan mobil dengan kencang,waktu sudah hampir pukul 11:00 kami harus bergerak cepat.