
Jalanan cukup Ramai.
Tapi aku berusaha mengemudi mobil dengan kecepatan sedang,menuju sebuah Restaurant khas sunda untuk Dinner.
Dalam hal selera makan,Aku dan Ayah tidak terlalu pilih pilih.
Kadang makan di Resto Sunda,Kadang makan di Resto Padang,kadang makan di Resto Jepang atau khas Eropa bahkan makan di Warteg atau malah masak sendiri di rumah dengan menu yang sederhana,itu bukan masalah bagi kami.
Nuansa Resto yang artistik dengan tema Tradisional terkesan sangat unik.
Beberapa lagu sunda di lantunkan dengan suara penyanyi yang merdu menambah daya tarik bagi pengunjung Resto.
Ada beberapa menu pilihan,di antaranya :
Sup ceker,Pepes Ikan,Semur sapi,ayam bakar dan sate kambing.
Beberapa sayur dan makanan penutup di sajikan lengkap di antaranya ada jus alpukat favoritku.
Yang membuat Resto ini menjadi sangat khas sunda,
kami makan dengan menggunakan tangan langsung tanpa sendok,garpu ataupun sumpit.
Bagiku rasanya lebih nikmat.
Sementara untuk tempat duduknya,kami duduk bersila di bawah,menduduki lantai kayu yang di desain eksotis,mungkin tak berbeda jauh dengan desain tempat duduk Resto Jepang atau Korea.
Tidak perlu malu untuk melahap makanan dengan cara menggunakan tangan langsung di sini,
karena setiap meja pengunjung berada pada sebuah kamar tertutup dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu.
Ayah terlihat lahap mengunyah pepes ikan masnya,sementara aku sedang mengunya sate kambing.
Makan malam di sini membuatku lupa dengan tugas harianku sebagai seorang dokter yang selalu menumpuk.
"Pilihan Ayah selalu The Best !!"Aku mengacungkan jempol sebelah kananku sementara tangan sebelah kiri sedang memegang satu tusuk sate kambing yang lagi aku makan.
"Ayah sengaja memilih tempat ini,karena mulai besok kita harus terbiasa dengan lingkungan dan cuaca di inggris.
Kita akan makan menu makanan eropa setiap hari dalam jangka waktu yang lumayan lama.
Jadi untuk malam ini kita makan di Resto tradisional dalam rangka kangen kangenan,
daripada pas di inggris ngidam pengen makan sambel ini,repot juga ".
"Ahahahaha Ayah bisa aja,
ngomong ngomong yah ini Resto milik siapa??"Aku bertanya begitu karena biasanya setiap Resto yang ayah kunjungi ayah sudah tau pemiliknya.
"Pelayan bisa panggilkan pemilik Resto ke Meja saya??"Tanya Ayah melalui telpon yang tersedia di ujung meja makan kami.
Tak lama kemudian pintu terbuka.
"Selamat Malam Pak Dirga,ada yang bisa saya bantu??"
Tanya seorang pria muda yang baru saja datang ke kamar makan kami.
"Reno ????"Aku mengenali Pria itu.
"Hai Dokter Wahyu !!"
"Jadi kalian sudah saling kenal??"Tanya Ayah agak heran.
"Sudah yah,kami bertemu di sebuah warteg."
"Kalau gitu ayah tak perlu repot repot memperkenalkan kalian,
Ayo Nak Reno makan bersama kami."
"Maaf bukan bermaksud menolak,tapi saya sibuk menerima tamu tamu saya,kebetulan Resto ini baru buka,ngomong ngomong kenapa Pak Dirga tidak memberitauku kalau Pak Dirga punya anak Dokter Wahyu??"
"Hei Anak Muda!!
__ADS_1
Kapan kita terakhir ketemu??
Kalaupun bertemu waktunya selalu tak tepat untuk membuka obrolan kesana kemari."
"Oh iya bener juga ya! Ahahahaha."
"Yah,kalau Reno sekarang sedang sibuk gak apa biarkan aja jangan kita ganggu,
tapi Reno,kapan kapan kamu main ke rumah kami bawa Rayyan dan Selena."
"Iya Nak Reno,kalau ada waktu luang maen ke rumah kami."
"Tentu saja,Rayaan pasti sangat suka kalau dia tau ternyata kita kenal dekat dan bisa saling mengunjungi."
"Pantes aja Nama Restonya RayyanDad,aku ko gak kepikiran kalau Resto ini milik papanya Rayan,Ini di dedikasikan untuk siapa??"
"Untuk Istri dan anak ku pastinya,ngomong ngomong Dokter Wahyu udah punya istri belum??"
"Belum."Jawabku singkat.
"Gak masalah,semoga cepat dapat jodoh,
oya saya permisi dulu.
Selamat menikmati makan malamnya."
"Iya Reno,
Kami juga mengucapkan selamat atas di bukanya Resto ini,semoga sukses."
Reno keluar dari kamar makanku untuk melanjutkan kesibukannya menerima tamu.
Ada gurat kesedihan di mata ayah,
sebenarnya ada apa dengan Ayah dan Reno???
***
Flash back.
"Airin....
Aku baru lulus jadi dokter,bahkan belum mulai bekerja,bagaimana aku bisa menikah denganmu??"
"Tapi aku sangat mencintaimu."
"Aku juga Airin,untuk itu tunggulah aku!!"
"Tapi Dirga,Ayahku sudah terus menerus menyuruhku untuk menikah,kalau kamu gak bisa menikahiku aku akan di jodohkan dengan pria lain."
"Maaf Airin aku gak bisa,
aku belum siap.
Dalam kondisiku yang masih seperti ini aku takut tak mampu membahagiakanmu,aku juga takut mengecewakan orang tuamu."
"Dirga...."
"Dengan siapa kamu akan di jodohkan??"
"Katanya dengan anak kolega papah,aku juga belum pernah ketemu,dan katanya kalau aku jadi menikah dengannya,dia akan membawaku ke paris."
"Airin....
Turuti saja kemauan orang tuamu,semoga akan menjadi sumber kebahagiaanmu,jika kelak kamu punya anak laki laki namai ia Reno,jika perempuan namai Airin seperti namamu,biar kelak aku mudah untuk mengenalnya."
"Baiklah Dirga,kalau memang begitu maumu,tapi kamu juga kalau nanti punya anak pria namai Wahyu kalau anakmu perempuan namai wahyuni biar aku juga mudah untuk mengenalinya."
"Hahahaha aku tidak yakin bisa mencintai wanita lain selainmu Airin,
mungkin aku akan tetap hidup seperti ini,membujang seumur hidupku."
__ADS_1
"Tapi Dirga...."
"Airin...
Ku harap kamu kelak bisa hidup bahagia."
"Aku juga mendoakanmu agar kamu sukses atas segala cita citamu."
"Dirga....."
"Iya kenapa Airin??"
"Aku ingin tidur denganmu."
"Jangan gila Airin,kamu akan menikah dengan pria lain."
"Iya tapi aku di jodohkan,bukan dengan pria yang aku cintai.
Selama ini menjaga kehormatanku untukmu jika kelak kamu telah menjadi suamiku,tapi nyatanya kamu gak mau menikahiku."
"Airin....
Aku mohon jangan bersikap seperti itu."
Sruuppp....
Airin ******* bibir kekasihnya,
entah apa yang merasuki wanita muda itu sampai berani melakukan hal di batas kewajaran.
Baginya kini tubuhnya milik tubuh kekasihnya meskipun esok mungkin takan pernah bertemu kembali ia tak peduli.
Lima tahun telah berlalu,Dirga sudah menapaki karirnya sebagai dokter di salah satu klinik.
Tiba suatu hari ia mendapati anak kecil berusia 4 Tahun sedang menangis,lututnya berdarah,sepertinya ia mengalami cidera.
Naluri kedokteran Dirga membuatnya dengan refleks membawa anak tersebut ke klinik untuk mengobatinya.
"Siapa Namamu??"
"Namaku Reno dokter,
Aku tadi lagi jalan jalan sama mamah,aku ngumpet ngerjain mamah eh malah jatuh."
"Hahaha gak boleh gitu Reno,nanti mama kamu khawatir nyari nyari kamu,dan lihat kamu jadi jatuhkan."
"Iya dokter."
"Udah selesai di obati,sekarang ayo kita cari mama kamu."
Dirga berjalan mengikuti langkah kaki anak itu.
Tiba...tiba...
"Reno kamu darimana aja sih??
Kenapa itu kaki kamu??"Seorang wanita menghampiri Reno ia jongkok mengamati lukanya."
"Tadi aku jatuh mah,dan om dokter menolongku."Reno menunjuk ke arah Dirga.
"Airin...!!"
"Reno ayo kita pulang !!"
"Airin tunggu airin !!
Apa Reno itu anak kita??"
"Tidak Dirga,Reno itu anak ku.
Jangan berusaha mencariku ataupun Reno !!"
__ADS_1
Airin menggendong Reno dan pergi dengan terburu buru,menyisakan tanya pada Dirga.
Ada apa dengan Airin????