
Keindahan kota Istanbul tidak di ragukan lagi oleh siapun.
Salah satu Kota di Negara Turki yang merupakan kota terpadat Nomor 6 di Dunia ini merupakan Lintas benua Europa Asia.
Untuk itulah Aku sekarang ada di sini.
Aku dan Ayah beserta Tujuh orang Dokter yang akan melakukan study banding ke London Inggris,kami cek in dari jam 5 pagi di Bandara Internasional Soekarno Hatta dan
Landing jam 5 sore dengan menggunakan Maskapai penerbangan Turkis Airline menuju Bandara Attaturk di Istanbul untuk Transit di sana sebelum akhirnya nanti berangkat lagi menuju London Inggris.
Sesampainya di Bandara Attaturk di Istanbul, terjadilah cuaca buruk yang mengharuskan Pesawat Delay untuk beberapa jam.
Beberapa orang terlihat gelisah dengan adanya delay,mungkin karena mereka di kejar deadline.
Sementara Aku??Dengan adanya delay pesawat ini aku malah senang,kapan lagi bisa menikmati keindahan kota Istanbul Turki.
Mengisi waktu delay,Aku gak mau hanya duduk di sekitar area Bandara.
Aku minta ijin pada Ayah untuk bisa mengunjungi Blue Mosque yang terkenal memiliki 6 menara.
Tadinya ayah melarangku katanya takut aku nyasar lalu ketinggalan pesawat tapi aku bersikeras untuk itu,akhirnya ayah mengijinkanku dengan syarat harus kembali sebelum jam boarding.
Dan aku setuju akan hal itu.
Setelah mendapat ijin dari Ayah aku bergegas pergi keluar dari Bandara,sementara Ayah dan ketujuh dokter memilih untuk tetap menunggu waktu delay di sebuah kafe di dalam Bandara karena cuacanya lagi musim dingin dengan kabut putih yang cukup tebal.
Aku tak peduli mereka malas untuk ikut pergi,aku benar benar berjalan mendatangi Blue Mosque,selain mendatangi Blue Mosque aku juga mendatangi Hagia Shopia gereja tertua di Kota ini.
Aku punya waktu beberapa jam jadi aku tetap bisa pergi kesana meskipun hanya dengan berjalan kaki.
Benar ternyata Istanbul kota yang sangat unik,beberapa corak budaya ada di sini mungkin karena kota ini berbatasan dengan Benua Asia tapi juga berbatasan dengan Benua Eropa.
Tiba tiba.....
Bruuuuuuukkkk
Seseorang menabrak ku.
"Hei Boy Apa kau tidak apa apa???"
"Aku tidak apa apa."Jawabnya menggunakan bahasa Inggris.
Ia seorang anak remaja berusia sekitar 15 Tahun,Aku tidak tau ia seorang Remaja turki atau Remaja Inggris,sulit sekali membedakannya.
Ia berperawakan eropa,bermata biru,berambut pirang dan pintar berbahasa Inggris.
Anak itu menyerahkan secarik kertas padaku lalu pergi lagi berlari entah kemana.
__ADS_1
Perlahan aku membuka kertas tersebut,ternyata isinya sebuah nama akun Instagram,tapi aku tidak mengerti siapa di balik akun Instagram tersebut.
Aku mencoba mencari anak tadi.
Aku berjalan terus berjalan mengikuti naluriku untuk mencarinya dan menanyakan padanya maksud dari kertas berisi nama akun Instagram yang ia berikan.Namun Nihil,aku tak bisa menemukannya.
Tanpa ku sadari,aku berjalan sudah sangat jauh dari lokasi Bandara,mana aku tak punya uang dengan mata uang Lyra untuk aku gunakan naik Taxi menuju Bandara.
Kalau gini caranya aku bisa ketinggalan pesawat,aku harus cepat cepat.
Waktu Boarding 10 menit lagi,sementara aku masih berjarak jauh dari Bandara.
Aku terus berlari menyusuri setiap sudut kota,sambil mengingat ingat jalan yang tadi telah aku lewati.
"Maaf pak,apa ada jalan pintas menuju Bandara Attaturk??"Aku bertanya pada seseorang yang ada di sekitar tempatku berdiri.
Untungnya dia mengerti bahasaku dan menunjukan Jalan lain padaku.
"Wahyu apa yang terjadi denganmu??"
Aku tidak bisa langsung menjawab pertanyaan ayah,nafasku masih terengah engah.
"Ayo kita masuk,sudah waktunya boarding.
Hampir saja kamu ketinggalan pesawat !"
Untungnya pesawat ini sangat nyaman.
Tempat duduk yang cukup luas dengan desain yang mewah membuatku bisa lebih tenang ketika aku sudah di dalamnya.
Ayah duduk di sampingku,sementara ketujuh dokter lainnya duduk beberapa baris di belakangku.
Setelah memastikan aku lebih tenang,Ayah mengulangi pertanyaannya.
"Wahyu,sebenarnya apa yang terjadi denganmu sampai berlari lari seperti itu??"
"Tadi ketika Aku berjalan jalan untuk melihat Hagia Shopia tiba tiba ada seorang anak kecil yang menabrak ku,lalu........."
Aku mengurungkan niatku untuk memberi tau ayah perihal secarik kertas yang berisi akun Instagram yang di berikan anak kecil tadi.
Aku sendiri belum mengerti apa maksudnya,jadi sebaiknya jangan kasih tau ayah dulu.
"Lalu kenapa wahyu??"Sepertinya Ayah mulai menghawatirkanku sementara aku berusaha keras mencari kalimat yang tepat untuk menjawab pertanyaan ayah.
"Lalu Aku ngobrol dengan anak itu yah,kami ngobrol kesana kemari sampai lupa waktu,Aku baru tersadar bahwa waktuku sudah habis ketika orang tua anak tersebut di ajak pergi oleh orang tuanya.
Dari situlah Aku panik takut ketinggalan pesawat,makanya aku sampai berlari lari untuk menunju kesini..."
__ADS_1
"Haduh Wahyu,kamu itu !! Untuk kamu gak beneran ketinggalan pesawat."
"Iya yah maaf,habisnya Aku terpesona dengan keindahan kota Istanbul."
"Kalau kamu suka lain kali kita kan bisa cari waktu khusus untuk liburan kesini,sekarang kita kesini cuma untuk transit mana cukup untuk jalan jalan."
"Iya yah,Maafkan Aku,Ahahahaha Aku Nakal ya yah."
"Hahahaha iya,kamu masih seperti anak ayah yang berusia 4 Tahun tauk gak?"
"Bukankah Ayah baru menemukanku saat usiaku udah 8 Tahun kok 4 Tahun sih??"
"Ayahkan cuma bercanda."Ekspresi Ayah mendadak berubah.
"Hahaha Aku juga bercanda yah,maafkan aku."Aku mengatupkan kedua tanganku pertanda sungguh sungguh meminta maaf.
Ayah tersenyum padaku,tapi entah kenapa senyum ayah seolah menyimpan sebuah rahasia.
Apa mungkin karena dalam hidupku sering menemukan misteri sampai sampai aku juga menganggap ayahku misterius???
Ingatanku kembali pada secarik kertas berisi nama akun Instagram yang aku dapatkan dari anak remaja tadi.
Aku merogoh saku celanaku satu persatu,seingatku tadi aku menyimpannya di sana.
Aku mengulanginya sekali lagi merogoh saku celana yang kiri lalu gantian yang kanan.
Sial !! Kertasnya malah gak ada,
sepertinya telah jatuh saat tadi aku berlari lari.
Untungnya Ayah sedang fokus melihat dan mendengarkan arahan pramugari tentang safety di saat penerbangan,jadi tidak memperhatikanku yang tengah gelisah dan sibuk mengaduk aduk saku celana untuk mencari secarik kertas.
Secarik kertas tadi benar benar telah hilang,tapi aku sempat membacanya sekilas,aku akan mengingat ingatnya kembali tentang nama akun Instagram yang hilang pada secarik kertas tadi,aku akan mencoba menghubunginya siapa tau itu merupakan hal penting bukan sekedar candaan anak kecil.
Akun Instagram.
Kira kira akun milik siapa ya??
Anak tadi aku sama sekali tidak mengenalnya.
***
Kuy...kuy...kuy..
Di Tunggu vote dan komentarnya !!!
Agar Author lebih semangat.
__ADS_1
Thank You All Reader.😂