
Nona Egga Pov_
Hari ini sepulangnya menemani dokter wahyu mengantar ayahnya ke bandara, aku memutuskan untuk pergi menemui klan mafia Lucy Luciano, ini kali kedua aku datang menemuinya.
Tadinya aku bingung harus bagaimana agar dokter wahyu tidak turut serta mengikutiku menemui Lucy Luciano.
Aku tak mau Lucy Luciano merasa terancam dengan kedatanganku jika aku datang bersama dokter wahyu atau siapapun, dan itu sangat bahaya bagiku.
Untungnya ada Putri Elisabeth yang datang menjemput kami, jadi aku bisa meminta dokter wahyu untuk ikut ke istana dengan putri elisabeth lebih dulu dan aku bisa menemui Lucy Luciano sendiri.
Bak seekor kucing yang sedang mengintip ikan, aku mengendap ngendap masuk ke dalam rumahnya, sesekali menunggu suasana aman, itulah yang aku lakukan saat aku mulai memasuki area rumah sang mafia Lucy Luciano.
Ada keyakinan yang teramat besar yang membuatku nekad datang ke temat ini.
Aku sangat yakin, aku akan bisa mendapatkan petunjuk dalam pemecahan kasus Mr.Jhon.
Pokoknya aku harus berhasil menemui Lucy Luciano sebelum anak buahnya menangkapku dan mengusirku.
Prok!! prok!! prok!!
Seseorang menepuk tangannya membuatku sedikit terperanjat, aku tertangkap basah tapi aku berusaha tenang dan berusaha menengok ke belakang dengan pelan pelan, ternyata Lucy Luciano.
Kali ini dia bersiul karena memergokiku menyelundup masuk ke rumahnya.
"Luar biasa Nona!! anda sungguh hebat Hahaha."Pujian bernada ejekan di lontarkannya padaku.
"Aku ingin bertemu dan bicara denganmu!! kalau aku datang baik baik melalui gerbang depan, sudah bisa di pastikan anak buahmu menangkap dan mengusirku!!" Seruku tanpa basa basi.
"Hahahaha dan kau memilih mengendap endap seperti seekor tikus??"
"Apa boleh buat."Jawabku tegas.
"Oya kalau begitu silahkan masuk Nona, kita akan bicara di tempat yang tepat." Ujarnya, lalu mengajak ku ke suatu ruangan kosong yang bersih tak ada apapun kecuali dua kursi.
Aku di persilahkan duduk di sana dan dia duduk di kursi lainnya di sampingku.
"Ruangan apa ini??"Tanyaku menyelidik.
"Ruang Introgasi." Jawabnya dan aku hanya mengernyitkan dahi.
"Kau datang kesini dengan mengendap seperti maling, aku harus mengintrogasimu!!
Jawab pertanyaanku, mau apalagi kau kesini??"
"Aku sudah bilang aku mau bicara padamu!! ini mengenai pembunuhan Mr.Jhon."
"Hey Nona!! apa kau punya banyak nyawa cadangan??" Tanyanya setengah mengancam setengah meledek.
__ADS_1
"Ini penting untuk bahan penyelidikan, besok pangeran william akan ikut ke Jakarta untuk pemeriksaan aku harus memastikan yang di hukum nanti haruslah orang yang tepat!!"
"Kau pikir aku peduli??"
"Akan ku lakukan apapun demi mendapat keterangan darimu."
"Apa kau akan mempercayai kata kataku??kata kata seorang mafia yang terkenal licik."
"Aku yakin bisa dengan teliti mana kata katanya yang jujur dan mana kata kata yang hanya alibi."
"Hahahahaha."
"Aku serius, dan tak ada yang lucu.Sekarang cepat jawab pertanyaanku, siapa yang telah membayarmu untuk perencanaan pembunuhan Mr.Jhon??"
"Hahahaha rupanya kau benar benar ingin tau, bukannya kalau seorang detectiv itu serba tau ya??Jadi tak perlu lagi aku kasi tau."
"Luciano!!" Aku benar benar sudah sangat kesal.
"Heh kau pikir aku budeg apa??"
"Ayolah katakan saja padaku, siapa yang membayarmu untuk melakukan pembunuhan Mr.Jhon??"
"Aku akan memberitaumu kalau kau sudah menyerah."Katanya sambil memasang wajah so ganteng.
Huuhh menyebalkan kalo begini caranya aku gak bisa dapatkan informasi apapun
Ku akui sebagai mafia Luciano berpriinsip sangat kuat, pantas saja dia menjadi salah satu mafia terpopuler khususnya di London, AS dan Italia.
Terdengar dering Hp, rupanya seseorang telah menelponnya.
"Tunggu!! aku angkat telpon dulu, katanya seraya pergi dan mengunciku di dalam sendirian.
Aku tidak tau tepatnya kapan waktu itu, karena Hpku sudah non aktif, semalam lupa ngecas.
Aku menunggu cukup lama. Aku jadi memikirkan siapa yang menelpon Luciano?? apakah seseorang telah mengetahui kedatanganku kesini dan menyuruh Lucy untuk membunuhku??
Dahiku berkerut memikirkan hal tersebut, aku merasa tak punya musuh khusus tapi bisa saja ada orang yang ingin melenyapkanku gara2 aku menangani beberapa kasus pelik, Hufp sepertinya Lucy sudah kembali.
"Nona !!" Sorot mata Luciano menatap tajam padaku.
"Dengan siapa kau datang kesini??" Lucy bertanya tapi seolah sedang menjatuhkan vonis.
"Aku datang sendiri, memangnya kenapa??"
"Bohong!! kau membayar orang untuk menyerangku!!"
"Apa maksudmu??aku datang sendiri, tak mengajak siapapun, apalagi untuk menyerangmu!!"
__ADS_1
"Ikut aku !!" Luciano menyeretku dengan menodongkan pistol di kepalaku, sungguh aku tak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Lucy!! keluar kau !!" Terdengar suara teriakan seorang pria, Lucy menyeretku keluar dan kini kami sudah berada di ruang tamu, ternyata pangeran william yang datang dengan membawa anak buahnya, bala tentara istana, mungkin karena aku telat pulang dan membuat pangeran william menjadi khawatir.
"Lucy!! Lepaskan dia !!"
"Wanita ini telah lancang datang padaku, dan sekarang kau datang dengan membawa pasukan yang mengepungku, apa kau mau wanita ini mati di hadapanmu pangeran william???" Lucy terlihat sangat marah.
"Aku tidak akan menangkapmu kalau kau kembalikan Nona Egga padaku."
"Maaf Pangeran William, saya yang datang menemui tuan Luciano."Ujarku tak mau ada keributan.
"Dengarkan aku Nona, Lucy Luciano itu sangat berbahaya...."
"Saya tau pangeran william, tapi saya ada perlu yang sangat penting dengan tuan Lucy Luciano."
"Lucy!! aku harap kau tidak berbuat yang macam macam dengan Nona ini!!"
"Dan kau menyingkirlah bawa pergi pasukanmu!!" Ujar Luciano geram.
"Baiklah !!" Pangeran william akhirnya mau menyerah dan membawa anak buahnya pergi meskipun sempat ragu.
"Kau membuatku repot saja !!" Ujarnya sambil lebih menekankan senjatanya pada keningku dan menggiringku ke ruangan tadi.
"Ayolah katakan sesuatu padaku...!!"
"Ada syaratnya!!"
"Apa??"Tiba tiba saja Luciano mendekatkan wajahnya dan ******* bibirku.
Uh sialan!! ini ciuman pertamaku masa di ambil mafia ini sih??
"Sekarang katakan sesuatu !!" Aku benar benar sudah kesal tapi aku harus sabar aku harus dapatkan petunjuknya.
"Di salah satu ruangan di istana, ada sebuah buku diary berwarna hitam, carilah!! kau akan dapatkan informasi dari sana."
"Thank you Mr.Luciano !!" Aku bersiap untuk pergi tapi Luciano merentangkan tangannya, menghalangiku dan menghentikan langkah kakiku.
"Dua kali datang menyusup ke rumahku, mengendap endap seperti tikus dan meminta informasi padaku, sekarang cuma bilang makasih??"
"Sorry!!" Tapi lagi lagi Luciano memajukan wajahnya dan ******* bibirku dengan sangat cepat.
"Hahahahahaha, kamu suka kan??"
Wajahku mendadak terasa panas,
"Biarkan aku pergi!!" Aku berlalu meninggalkan Luciano, kali ini dia tak menghalangiku.
__ADS_1
Ku rasa dia memang benar benar penjahat, bahkan penjahat wanita, semoga tak pernah lagi bertemu dengannya.